08 October 2007

Mengukir Nasib, Mengukir Masa Depan


Nasib kita ukir sendiri, kita desain sendiri dan kita jalani sendiri
-Jennie S. Bev-

Jennie S. Bev mengungkapkan demikian bahwa nasib kita ukir sendiri, kita desain sendiri dan kita jalani sendiri. Tidakkah kita tahu bahwa sebuah patung akan dipahat oleh pematungnya setelah dia membayangkan gambaran akhirnya? Atau kita pasti pernah lihat bagaimana seorang tukang ukir menggambarkan sketsa menyeluruh dari media yang akan dia ukir, setelah membuat sketsa menyeluruh sipengukir akan mulai mengerjakan ukirannya mulai satu goresan ditambah satu goresan sehingga secara keseluruhan gambaran ukiran itu selesai dan menghasilkan sebuah karya yang menakjubkan.
Kehidupan manusia juga demikian, mereka harus berani mengukirnya bagaimana gambaran akhir dari kehidupan yang bagi mereka ideal, mereka berusaha menjalaninya dengan setiap pengorbanan jatuh bangun. Mereka bersedia terus berproses menjalankan hari-harinya dengan sebuah keyakinan bahwa nasib bukanlah yang menentukan sejauh mana kehidupan mereka namun kemampuan mereka untuk mengukir dan menjalankan hidup itulah hasil akhir yang mereka peroleh. Kehidupan kita ibarat gambaran pemahat atau pengukir, mempunyai gambaran secara menyeluruh kemudian mulai menjalankan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan itu.
Setiap hari baru adalah keajaiban dalam perjalanan menuju keberhasilan, hari ini kita telah mempelajari bagaimana nasib itu bisa diubah selama kita mau mengubahnya. Tidak mudah memang menjalankan hari-hari menuju perbaikan itu, pertaruhannya sungguh berat, namun kemenangan akhirlah yang menentukan. Kita semua akan melihat mahakaryakehidupan dari hasil pahatan dan ukiran kita sendiri.

05 October 2007

Kelenturan Dalam Perubahan


Perubahan memerlukan kelenturan, sesuatu yang kaku mudah sekali patah.
Untuk berubah kita memerlukan kelenturan dan memerlukan penyesuaian, sesuatu yang kaku akan mudah sekali patah. Saya teringat akan sebuah pesan singkat dari sahabat terdekat saya yang berbunyi begini “Rahasia ketahanan bambu terhadap angin terletak pada sikapnya. Ketika ada badai pohon-pohon berdiri tegak, kaku dan menentang angin namun akhirnya patah. Pohon berbeda dengan bambu yang menerima angin, bambu mengalami kelenturan dan akhirnya berdiri kembali setelah badai berlalu. Bambu bukannya menyerah, namun bertahan dengan semua kekuatan dan kelenturannya hingga akhirnya bambu itu berdiri seperti sediakala.
Saya seperti disentil oleh sebuah kebijaksanaan yang dimiliki oleh kekuatan dan kelenturan bambu tersebut. Pesan ini bermakna menuntut kita berubah, dan hal itu tentu saja ditujukan kepada saya supaya bisa menyesuaikan diri dalam setiap terpaan angin. Saya berterima kasih karena pesan tersebut memberikan ruang jiwa bagi saya untuk berrefleksi diri, memperbaiki kebiasaan dan sifat yang kaku dan tidak lentur dimasa lalu. Memperbaiki segala kekurangan dan menjadi lebih baik dalam perubahan.
Saya pikir kita perlu mempelajari kehidupan alam dan seperti sifat bambu tersebut, kita juga harus bisa menyesuaikan diri dalam perkembangan zaman dimasa kini agar memiliki kehidupan yang seimbang baik dalam kesejahteraan, kebahagiaan maupun spiritualitas. Hari ini saya ingin mengajak pembaca sekalian mempelajari sesuatu yang tidak kaku yang mampu memberikan kekuatan dan ketahanan dalam hidup kita. Persoalan dan terpaan hidup membawa sebuah angin perubahan yang terkadang tidak terhindarkan, namun kemampuan kita menyikapinya dengan kelenturan adalah jalan keluar yang terbaik dalam perubahan.


02 October 2007

Melepaskan Pelukan di Jembatan - Menuju Perubahan


Berubah adalah persoalan lahir kembali, membuang hal buruk dan menggantinya dengan yang baik. Berubah berarti berevolusi dari kehidupan yang lama kekehidupan yang baru.
Kita ingin dilahirkan kembali dan keluar dari kebiasaan perjalanan hidup yang lemah, tidak berdaya dan tercampakkan. Kita ingin bangkit meniti sebuah perubahan yang panjang, melangkah dengan mantap dan berlari menyambut hari baru layaknya seorang pembalap yang memacu kendaraan demi mencapai garis finish dan menjadi juara. Kita ingin merdeka dari kepenatan hidup, tekanan batin, berubah dan bangkit dari suara berisik negativitas kehidupan yang selama ini merongrong. Kita telah berjanji untuk melepaskan pelukan erat di sebuah jembatan perjalanan dan melangkah dengan penuh keyakinan.
Hari ini kita telah lahir dengan melepaskan pelukan erat dijembatan tadi dengan melangkah menyeberangi dan menemui daratan baru dalam kehidupan kita. Kita telah menapak dalam perubahan dan lahir kembali, membuang hal-hal buruk dalam kehidupan yang membelenggu diri. Berevolusi dari kehidupan lama kekehidupan baru dengan melepaskan semua pelukan dijembatan masa lalu dan menemui daratan kehidupan yang baru.
Renungkanlah dan lepaskan setiap jembatan yang membatasi diri kita, lepaskanlan untuk menuju perubahan. Terbanglah dalam sebuah kebebasan menuju pribadi yang luar biasa dengan menjadi manusia baru dalam habitus baru dalam kehidupan yang berkesinambungan. Kita menginginkan perubahan itu dan kita berharap besar terjadi dalam diri kita. Peganglah segumpal harapan yang telah membentuk, nyatakan dengan hasrat yang dahsyat untuk lahir kembali menjadi manusia dengan kehidupan baru menuju Perubahan.

27 September 2007

Sinergitas Dan Kekuatan 2P-2S di MLM

Selama keterlibatan saya dibisnis pemasaran jaringan sebagai distributor aktif, saya pernah bergabung diperusahaan lokal dengan produk penjualan pulsa telpon. Dari sistem marketing plan dan produk, perusahaan ini menjanjikan karena pembagian bonus yang maksimal dan repeat order yang cukup tinggi. Karena kelebihan dua hal tersebut dalam waktu yang relatif singkat saya bisa memiliki jaringan pemasar lini bawah sekitar 700 orang. Ini perkembangan organisasi bisnis yang bagi saya sangat luar biasa karena diperusahaan lain saya hanya memiliki member sebanyak 100 orang selama satu tahun keterlibatan aktif. Kenalan saya Pak Alim bahkan jauh lebih luar biasa, dia mengalami pertumbuhan bisnis yang lebih mencengangkan, bayangkan hanya dalam waktu dua bulan, dia sudah memiliki distributor aktif sekitar 500 orang dikota Medan. Bulan berikutnya pertumbuhannya langsung eksponensial sehingga pada bulan ketujuh dia telah memiliki 5.000 member lini bawah. Dengan penyebaran distributor yang super eksponensial tersebut, hampir disetiap kota Pak Alim punya organisasi lini bawah, dia mulai panen penghasilan tiap minggu tanpa harus ekstra kerja keras, bonus yang dihasilkan dari bisnis tiap minggunya sudah sangat luar biasa bahkan belum terbayangkan dipikiran pak Alim ketika bergabung pertama kali.
Namun masa-masa emas Pak Alim tidak berlangsung lama karena satu tahun setelah pertumbuhan luar biasa itu, perkembangan dan omzet bisnis Pak Alim mulai menurun dan kebintangannya mulai meredup. Akhirnya setelah sekitar satu setengah tahun dia bergabung di MLM bersangkutan, seluruh organisasinya benar-benar rontok dan tidak berkembang lagi, stagnan, dan berguguran. Tentu saja bisnis itu tidak menghasilkan apa-apa lagi.
Apa yang menjadi kelemahan dari perkembangan bisnis Pak Alim yang bisa kita ketahui? Setelah melalui beberapa rangkaian pengalaman dan analisis, saya menarik satu garis merah bahwa didalam bisnis pemasaran jaringan, harus ada sinergitas yang berimbang dari Produk, Perusahaan, Sistem Plan Bonus dan Support. Kalau dari keempat hal tersebut tidak berimbang, maka perusahaan dan distributornya tidak akan bertahan lama, paling-paling tiga tahun perusahaan itu bertahan dan akan segera tutup, bahkan ada perusahaan MLM gadungan yang hanya berumur dibawah satu tahun.
Apa yang dimaksud dengan sinergitas dan kekuatan 2P-2S?
2P-2S hanyalah
singkatan yang saya munculkan agar mempermudah pemahaman Anda mengenai Produk, Perusahaan, Sistem Marketing plan dan Support system. Sinergitas keempat komponen ini sangat penting untuk membuat perusahaan MLM dan para membernya bertahan dalam jangka panjang. Seandainya salah satu dari empat komponen ini lemah maka perusahaan dan member diprediksi tidak akan bisa meraih keberhasilan sejati dari keterlibatan mereka didunia industri pemasaran jaringan. Tegasnya tanpa kekuatan dan sinergi Produk (kualitas dan keunikan), Perusahaan (bonafiditas dan dukungan modal), Sistem (marketing plan yang bagus) dan Support (sekolah bisnis) bisnis MLM tidak akan bertahan lama.
Sinergitas keempat komponen tersebut menjadi syarat yang paling utama bagi sebuah perusahaan MLM jika ingin bersaing dipasaran. Tanpa keunggulan dan keseimbangan dari produk, sistem, perusahaan dan support, perusahaan jaringan itu hanyalah akal-akalan saja yang menjadi proyek pengeruk keuntungan dari pemilik perusahaan.

Selanjutnya??? Temukan dibuku MENJADI MLMers DAHSYAT!

CACAT FISIK BUKAN HALANGAN BAGI SAYA UNTUK HIDUP NORMAL


Oleh: Petrus Kanisius

Kehidupan merupakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap insan. Manusia dilahirkan, menghirup udara, tumbuh dan berkembang, mengalami hal-hal normal dalam hidup, merasakan bahagia, sedih, sakit, sehat, itu semua adalah kumpulan betapa hidup ini sebuah dinamika yang normal. Dan, saya merasakan hal-hal yang luar biasa demikian. Tuhan telah menganugerahkan kepada saya kesempatan untuk lahir kedunia ini dan merasakan dinamika itu. Saya berkenan melewati masa-masa indah waktu kecil dan kesedihan dalam tekanan mental yang luar biasa. Salah satu sisi kehidupan, saya merasa bersyukur atas apa yang saya miliki namun disisi lain, hidup terkadang bagi saya adalah neraka dan saya menyalahkan Tuhan kenapa menanggung cacat fisik seperti ini. Saya hampir menyerah kalah dan membenamkan diri kedalam jurang kehancuran mental yang maha dahsyat.
Saya sejak lahir diciptakan dengan keadaan fisik yang tidak sempurna, tangan dan kaki kanan saya sedikit lumpuh dan tidak normal seperti layaknya orang lain yang dapat menggunakan semuanya dengan baik. Ketidaksempurnaan fisik saya banyak berpengaruh pada aktivitas saya sehari-hari. Jujur saya katakan keadaan fisik saya seperti ini tidak saya kehendaki, didalam hati dan perasaan, saya merasa marah, sangat tidak terima atas kenyataan yang ada, kehidupan saya berada pada posisi yang serba salah. Kadang kala saya depresi atas keberadaan diri ini, pergaulan saya tidak seluwes orang-orang lain. Sahabat-sahabat saya bisa bermain dengan leluasa, berlari, berenang, memanjat, belajar dengan mudah secara fisik sementara saya tidak bisa dan dibatasi oleh keadaan cacat fisik tadi. Sungguh ini sebuah neraka nyata dalam hidup yang hinga sekarang terkadang muncul dibenak saya.
Citra diri saya waktu itu memang demikian rapuh dan saya belum bisa menerima kenyataan ini secara normal. Saya merasa diri saya tidak dapat berbuat dan mengerjakan sesuatu seperti sahabat-sahabat saya yang lain. Mereka memiliki kesempurnaan fisik dan bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan sementara saya tidak. Keadaan seperti ini ternyata menjadi bumerang yang membuat saya merasa terkucilkan, rendah diri, tidak sempurna dan sangat berbeda dibandingkan dengan orang lain. Saya menutup diri dan minder, iri terhadap teman-teman saya, jatuh dan menyerah pada keadaan. Bahkan perasan mental itu masih ada dan selalu menyerang saya sampai saya menginjak SLTP.

Suara Kehidupan yang Memberi Makna

Saya terbangun dari keterpurukan mental, sebuah suara dari keheningan menyapa saya dan berbisik dalam hari supaya bangkit dari keterbelakangan mental itu. Saya diteriakkan supaya jangan menyerah – Don’t Give Up Man... Demikian suara nyaring itu saya dengar dari lubuk hati saya. Merasa minder dan tidak sempurna bukan penyelesaian masalah, keterbatasan fisik tidaklah sebuah halangan untuk terus berkembang dan maju. Beruntung saya tinggal disebuah komunitas anak rantau yang sama-sama berjuang untuk memperbaiki hidup dan intelektualitas. Saya tinggal disebuah asrama yang dikelola oleh misionaris Katolik dan hidup bersama dengan lebih dari seratus siswa dari berbagai macam latar belakang. Semejak suara kehidupan itu membisikan maknanya kedalam hidup saya, saya mulai menyadari bahwa hal-hal negatif perusak diri adalah penyakit yang membuat saya tidak menjadi apa-apa, saya terus berjuang, melakukan banyak hal dan selalu mampu mengandalkan diri sendiri.
Saya menyadari bahwa keterbatasan fisik dan cacat sejak kecil bukanlah halangan terbesar yang membatasi saya untuk maju dan bergaul dengan mudah. Saya mengalami hal-hal buruk, bahagia dan sedih, sakit dan sehat. Jatuh cinta dan merasa ditinggalkan. Kehidupan saya normal ketika saya menerima keberadaan diri, saya mulai bisa berjalan dan merasa bahwa Tuhan menyentuh saya lewat banyak hal termasuk keterbatasan fisik tadi. Saya menyadari apa yang dikatakan orang-orang di sekitar saya yang terus mendorong dan memberikan semangat, mereka membuka ruang dan tidak membatasi apapun dari saya. Akhirnya, saya berani membuka diri dan hidup layaknya orang lain. Ini sebuah anugerah indah dalam hidup saya.

Mari Jangan Menyerah!!!

22 September 2007

Tanggapan Untuk Buku MLMers


Didunia MLM kita menemukan banyak trik dan banyak karakter manusia. Nah, para pemula bisnis MLM kita tidak tahu trik dan karakter aneh itu. Jika ingin menemukan keberhasilan di MLM, bacalah buku ini. Sangat bagus, saya sudah membacanya dari awal sampai akhir dan isinya sesuai apa yang saya alami. Agung Sutrisno, Business Owner, Solo.

Buku ini membongkar isi perut dibisnis jaringan, ternyata ada orang-orang yang dengan sengaja membuat bisnis MLM ‘mati suri’. Salut buat mas Odop, karya ini membuka mata bahwa sukses tidak hanya soal finansial.
Helena Joice, mantan pebisnis MLM.

Ingin benar-benar sukses dibisnis jaringan, bacalah buku ini. Saya melihat ada kran pembuka yang cukup jelas sehingga masyarakat kita tahu apa itu MLM sejati dan apa itu MLM-MLMan. Semoga kehadiran buku ini memberikan pencerahan bagi dunia bisnis MLM di Indonesia.
Danis Saputra, distributor Tiens.

K-Link tampil dengan kekuatan Perusahaan, Produk, Sistem dan Support (2P2S), dan leader-leader juga memiliki sikap dan cara kerja yang digambarkan dalam buku ini. Bahasan buku ini relevan dan sangat dibutuhkan oleh para pebisnis MLM. Inga’-inga’ MLM gadungan tidak akan membawa distributornya kepuncak sukses.
Eko Ferianto, distributor K-Link.

Kenapa kamarin saya tidak menemukan buku ini ya, padahal saya butuh banget supaya tahu lobang-lobang yang sebaiknya dihindari. Ophy Lusiana, distributor Oriflame.
Saya sudah merasa berhasil berkat buku ini, tadinya saya melihat kalau tidak mendapatkan uang banyak dan bonus besar saya pecundang di MLM. Ternyata meraih sukses itu gampang.
Susilo Hadi, distributor Elken.

Saya sering pindah perusahaan dan mencari perusahaan baru namun perasaan saya tidak enak karena distribotor bawah menjadi korban. Setelah saya tahu akhirnya saya harus mengambil sikap bahwa pemimpin sejati di MLM itu harus punya komitmen.
Rudi Yadin, Mantan Leader MLM Besar.

19 September 2007

Nyeleneh ne DiriKu Hari ini


Mo disiplin pada dead line sendiri nyata ne agak sulit, piye jal.

Bangun pagi jam 6 langsung ngadepin komputer, ngapel disitu ampe jam 9 pagi. Trus cari maem n refresh bentar. Trus lanjut berjuang kembali mlototin monitor dan hantam sana-sini keyboard na. Siang jam sato an baru mandi. Siang na abis makan siang lnjuT... Sampe makan Malem. Trussss deh ampe pagi jam 3 subuh.
Bunyi sahurrr dari sahabat2 muslim udah kedengaran.

Hiii... dari sore ampe malem gw ga mandi Bau dech. (dasaR anaK Muda)
Ga papa ko, penting ngejar target slese.


Ni ari ni, gw mesti nyelesaiin naskah yang kemaren2 uda molor. Huh... Ga ad bos susah ngatur diri sendiri, Ada Boz ada tekanan n ga bebas.

Mesti brubah nih. kbiasaan boeroek!!!

Oiya...
MLMers... Dahsyat banget. Cari Sono di Toko Buku.
Mau dapet dari penulis langsung???
Kontak 02747192628 SmS juga Okk, ntar skalian ta tanda tangani deh.

05 September 2007

MENJADI MLMers DAHSYAT!






Ini Buku Terbaru Saya
.........................................


“Leader tanpa attitude bukanlah leader, leader tanpa kerendahan hati bukanlah leader. Sukses, sesungguhnya bukan hanya pencapaian materi saja, karena keberhasilan materi seseorang bisa sombong” Agus Trilaksono, LNI.

“Ketika downline menjalankan bisnis dan komitmen dengan sistem, pada saat itu bukan Anda yang mengelola jaringan melainkan sistem yang menjalankannya bagi Anda.” Tubagus Agus Yusuf, K-System Indonesia.

“Dukungan perusahaan, support system, kemaun bekerja keras dari member membuat bisnis bisa berkembang besar.” Livia Helen, Unicore.



Melalui perjalanan yang cukup panjang dengan dukungan kemajuan teknologi, pemasaran jaringan bertumbuh layaknya bisnis-bisnis lain dalam sakala pasar yang besar, di Indonesia sendiri -dengan segenap keterbatasan dan kelebihannya- industri pemasaran jaringan terus berjalan menuju kedewasaan. Awam mulai melihat peluang berusaha dan kesempatan berhasil yang cukup besar yang ditawarkan dari bisnis model ini, bahkan dalam ruang lingkup pasar yang mengglobal, mereka melihat kesempatan berbisnis dan ekspansi dalam cara minimasi yang strategis. Dan, sejak ditemukan pemasaran berkonsep jaringan, perusahaan-perusahaan besar pun mulai melirik pasar yang disediakan dari industri ini. Mereka melihat industri MLM sebagai sebuah peluang yang terbuka dan berada di zona blue ocean untuk dimasuki.

Yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis jaringan adalah bahwa, peluang besar, perkembangan jaringan yang luar biasa, pertumbuhan yang tinggi dan repeart order cepat belum tentu membawa keberuntungan karena ada faktor X yang mungkin menjadi penyebabnya. Bisnis pemasaran jaringan adalah bisnis yang penuh tantangan, bisnis dengan misi “memanusiakan-manusia -- memanusiakan-bisnis” terutama dikarenakan ia berada dalam lingkungan sosial yang penuh dengan kompleksitas hebat, pergolakan besar, eksodus, disertai iklim perubahan yang tak pernah berhenti. Setiap distributor diminta mampu memperkaya dan meningkatkan diri, profesional, beretika, mau melayani, harus berani melakukan pembaruan. Bila tidak, pondasi bisnis yang telah dikelola dengan jerih payah akan terhempas gelombang bahkan runtuh dalam menghadapi pergolakan waktu.

Melalui beberapa rangkaian pengalaman dan analisis, saya menarik satu garis merah bahwa didalam bisnis pemasaran jaringan, harus ada sinergitas yang kuat dari segenap elemen terkait termasuk pelaku industri itu sendiri, distributor dan pemerintah, perusahaan, produk, sistem dan support.

Buku ini muncul kehadapan pembaca berdasarkan analisa dan pengalaman langsung ketika penulis terlibat sebagai distributor aktif. Jadi, bahasannya bukan hanya teoritis hasil analisa saja melainkan juga berdasarkan pengalaman nyata dilapangan. Pesan terbesar dari buku ini adalah bahwa keterlibatan dibisnis pemasaran jaringan bisa membawa seseorang meraih keberhasilan sejati. Tidak percaya? Temukan rumusannya dan aplikasikan.




Bahasan dalam buku ini Meliputi:

Pengaruh keberadaan industri MLM
Target Pasar Yang Harus Dibidik dalam pengembangan jaringan
Sinergitas dan kekuatan 2P-2S
Beberapa perangkap yang bisa menjerat leader MLM
Mengapa organisasi jaringan bisa hancur seketika
Syarat-syarat yang harus dibayar untuk berhasil
Rumus-rumus keberhasilan sederhana yang ampuh
Etos profesional leader, distributor dan elemen yang terkait dengan industri MLM
Apa tingkatan keberhasilan sejati MLMers

Para MLMers, Segera Serbu Buku Ini!!!



01 September 2007

Waralaba Tela-Tela

Booming bisnis makanan dari bahan Tela terus marak di Jogja, bahkan boleh dibilang mengalami masa emas sejak tahun lalu hingga sekarang. Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri berkunjung kesalah satu home industri milik teman saya ini, dari penuturan beliau, bisnis yang dia geluti itu sudah memiliki cabang lebih dari 500 outlet sejak berdiri hingga sekarang. Padahal kalau dilihat dari umur usaha, bisnis yang mereka terjuni masih relative muda karena beroperasi dibawah tiga tahun.

Seorang pengusaha Waralaba Tela-Tela bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah tiap bulannya dari usaha ini. Tidak hanya keuntungan besar yang diraih bahkan untuk seorang pemilik bisnis waralaba, dia bisa mempekerjakan hingga puluhan orang karyawan, omzet yang dihasilkan dari bisnis ini juga terus meningkat. Orang-orang yang ambil bagian dalam usaha ini juga cukup banyak. Satu outlet standarnya membutuhkan satu karyawan, jika seluruh outlet Tela-Tela ada sekitar 1.000 gerai, maka akan ada seribu orang yang secara tidak langsung bekerja diusaha jenis ini. Artinya, bisnis ini mampu menampung sekitar 1.000 orang pekerja usia produktif untuk tidak jadi pengangguran.

Saya melihat prospek bisnis ini akan terus meningkat beberapa tahun kedepan, apa lagi dengan beberapa inovasi baru dalam hal produk dan pemasaran. Tiap bulan pengusaha waralaba Tela-Tela bisa meraih penghasilan dari penjualan bahan baku, bumbu, pembukaan cabang baru dan tentunya royalty waralaba itu sendiri.

Di Jogjakarta ada sekitar 6 usaha waralaba dengan produk yang hampir sama, ini berarti ada persaingan yang cukup ketat. Keberadaan beberapa usaha waralaba Tela-Tela baru membuat bisnis berada di zona Red ocean. Tentulah pergesekan antara satu waralaba dengan waralaba lain akan semakin terasa dan iklim kompetisi bisnis semakin tinggi.

Namun demikian nampaknya pemilik waralaba Tela-Tela telah mengantisipasi kemungkinan itu, baik dalam situasi aman maupun dalam zona persaingan yang ketat. Terbukti hingga sekarang bisnis ini terus mengalami peningkatan dan perkembangan dengan pertumbuhan outlet baru yang semakin menjamur.

30 August 2007

Penulis Mencoba Beramal -dari milis-

To: penulisbestseller@yahoogroups.com
Subject: [penulisbestseller] Penulis Beramal

Halo semua, lama banget nggak bersua ya, namun jangan khawatir, saya selalu ikuti perkembangan dimilis termasuk artikel yang dipostkan disini. Salut deh… saya belajar banyak dari anda semua.
Salam dan thanks untuk Pak EZ yang punya momongan kecil, maaf kemarin saya belum mengucapkan selamat kepada Pak EZ dan Nyonya. Saya pikir masih lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, ya nggak pak. Salam buat para milisers: Pak Khun, Pak AHA, Mbak Jenn, Mbak Eni K, Bu Hartati, Mugi S, Tome Beka, Teddy Pras, Bung Agus Riyanto, Mbah Ning H, Pak Gregorius Agung, Didik Darmanto, Pak Jonru, Bung Mario Einstain –yang namanya mirip Nistains-, Stephen Barnabas, Pak Yudo - di Ketapang-, Erwin Arianto, Bung Rudi, Mulyoto, Joko, Antonius, KenZo, dll. Maaf kalo ada yang terlewatkan.

Pertengahan tahun lalu saya mendirikan sebuah badan amal dengan sekelompok mahasiswa di Jogjakarta. Badan amal ini khusus memberikan bantuan dibidang peningkatan kualitas pendidikan dipedalaman. Kita bergerak untuk membantu sekolah dipedalaman terutama ditingkat SD-SMP- SMU.
Pada awalnya rencana itu hanyalah ide yang muncul dari benak saya, karena saya melihat dan merasakan bagaimana keterbelakangan kualitas pendidikan dipedalaman. Atas dorongan itulah saya berinisiatif untuk membantu bagaimana pun caranya.

Sebagai penulis pemula saya berpikir, seandainya saya membuat sebuah buku, dan hasil penjualannya disumbangkan untuk program amal, ini pasti bisa berjalan. Nah, dari ide itu saya mulai menggarap sebuah buku dan dijual kekalangan tertentu dengan harapan hasil penjualan akan memberikan kami cukup dana untuk membantu anak-anak sekolah tadi.
Info tentang badan amal ini bisa dicek di www.generasidayak.blogspot.com

Sekarang dana dari penjualan buku itu sudah terkumpul, walaupun belum sesuai dengan target awal, setidaknya kami telah melakukan sesuatu sesuai rencana kami. Akhir tahun ini, melalui organisasi amal ala anak muda yang kami bentuk tadi, kami akan menyalurkannya kesekolah dipedalaman. Saya mohon doa dan dukungan dari para penghuni milis penulis best seller.

Sebagai penulis pemula, saya merasa ada sesuatu yang harus dibuat untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan ditanah air kita. Terutama dipedalaman (bukan hanya di Kalimantan), tingkat kesenjangan kualitas pendidikan terasa sangat jauh. Dikota besar kita bisa menemukan sebuah sekolah Internasional dengan pengantar pendidikan berbahasa Inggris, system komputerisasi dengan jaringan internet, perpustakaan, laboratorium lengkap, sarana olahraga yang komplit.
Didaerah pedalaman dan terpencil, jangankan pengantar pendidikan berbahasa Ingris, bahasa Indonesia pun ala kadarnya saja, laboratorium tidak ada, buku teks yang up to date tidak tersedia, atap sekolah bocor, kapur tulis harus super berhemat. Sekolah jauh dari sarana seperti listrik dan jaringan telepon.

Nah, memalui milis ini saya ingin berbagi pengalaman, semoga mendorong para penulis untuk berkarya lebih dahsyat. Menulis membagikan ilmu kepada orang lain, memotivasi orang, menelurkan karya bijaksana yang sangat bermanfaat, bahkan bisa beramal. Demikian aja ya, trims banyak.

Salam best seller
www.nistainsodop.blogspot.com

Info tentang badan amal kami
www.generasidayak.blogspot.com

Oiya... Kalo ada yang tertarik untuk menyumbang, kami sangat membuka

diri. Bantuan sebaiknya tidak dalam bentuk uang tunai. Bantuan
langsung berupa buku bacaan dan seragam sekolah atau alat-alat tulis.
Trims.

12 August 2007

RUANG BAGI KEHENINGAN JIWA-RAGA

Dalam keheningan kita merasakan nilai-nilai jiwa merantau kedalam asa, terkadang, dia memberikan ruang jernih yang mengalir menyejukkan. Alunan-alunan suara aliran air dalam keheningan mengambarkan musik jiwa yang berdetak didalam sanubari.
Keheningan menyapa manusia untuk melihat nilai ilahi, nilai kehidupan dan nilai perjuangan. Manusia sebagai ahli kehidupan mengalami pasang surut, entah bersifat keabsrakan, bersifat nyata maupun hanya bersifat aura. Kesemuanya adalah tatanan yang memberi makna dalam tingkat kehidupan.
Sapaan-sapaan keheningan mengosongkan hati dan menyengat kekeliruan masa lalu yang menjadikan manusia "menjadi manusia." Sungguh kalau kita serahkan jiwa dan kehidupan, kedalam aliran air keheningan, kita akan meraih anguerah kebahagiaan batin dan hidup. Manusia adalah sosok hidup yang terdiri dari raga dan jiwa, ketika raga dan jiwa itu melemah, aliran-aliran keheningan tak akan mengalir dalam kesenangan, dia akan mengalir membabibuta layaknya banjir menghempas kanal dan merusak semua yang merintanginya.
Seandainya ingin menjinakkan aliran keheningan itu, manusia harus menyeimbangkan jiwa dan raganya menjadi satu. Biarkan jiwa-raga bersatu dalam kehatian dan menjadi unggul dalam mengalirkan auranya. Disini akan muncul keheningan murni dimana air akan mengalir meneteskan kejernihannya, dia akan sepoikan asa, menyejukkan jiwa.
Sungguh, bagi saya ini sebuah anugerah yang maha indah bagi kehidupan manusia. Kita janganlah mengabaikan keheningan hati-jiwa karena dia memberikan kenyamanan diruang yang tidak terukur, dalam, lebar dan tidak terkira. Jangan pernah abaikan, dekatkan diri kita kepadanya dan kita akan meraih aliran keheningan yang menyejukkan.
Begitulah, manusia, jika ingin meraih keheningan hendaklah menyeimbangkan jiwa dan raga, memberi keleluasaan bagi jiwa-raga untuk meneteskan makna kehidupan. Dengan demikian dia akan memberikan nilai positif bagi kehidupan manusia.

10 August 2007

Mengukir Kata Menata Kalimat


Halo para penulis,

Buku ne pak Harefa ini bagus lho. Aku rekomendasikan untuk anda miliki karena berisi tips begaimana menjadi penulis.

Salam Best Seller

Sebelum Kamu mengeluh, RENUNGKANLAH!!!


Nistains Odop


Sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik hari ini, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya makanan.
Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan pendamping hidup.
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
Ketika kamu sedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup!
Kita tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, mereka cantik/tampan karena kita mencintainya.
Kita tidak tahu apa yang telah kita dapatkan, sampai semua hal itu lenyap.
Kita tidak tahu apa yang telah hilang dalam hidup ini, sampai sesuatu itu datang kembali.
Emas murni akan diperoleh setelah melalui pembakaran dengan suhu tinggi.
Nistains Odop – Penulis, tinggal di Jogja.

07 August 2007

HIDUP DENGAN PENUH SYUKUR



Oleh: Agus Riyanto




Hidup dengan penuh syukur adalah langkah awal meraih kehidupan yang bahagia. ~ Agus Riyanto

Kita pasti sudah tahu betapa berharganya nilai kesehatan dan waktu dalam hari-hari kita. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu melakukan hal yang satu ini dengan penuh kesadaran. Apa itu? Ya, sudah sepantasnya kita selalu memanjatkan syukur pada Tuhan Yang Maha Pemurah; bersukur atas semua nikmat, rahmat dan karuniaNya yang tak terhingga yang telah terlimpahkan kepada kita tiada henti, baik itu diminta maupun tidak diminta.
Cara yang terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan adalah dengan menggunakan nikmat itu sebagaimana Tuhan ingin untuk apa kita menggunakannya. Misalnya kita diberi kelimpahan harta, maka pergunakan kelebihan harta itu untuk membantu saudara-saudara kita yang masih kekurangan. Misalnya kita diberi kelebihan ilmu, maka pergunakanlah ilmu itu untuk membantu mereka yang masih dalam proses pembelajaran. Misalnya lagi kita telah menemukan potensi dan jati diri kita yang sesungguhnya, maka bantulah mereka yang butuh bantuan untuk menemukan potensi dan jati diri mereka sendiri. Dan masih banyak contoh lain yang dapat Anda temukan dalam hidup ini.
Dalam hidup sehari-hari, akan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bila setiap bangun tidur kita bisa menghirup udara segar seraya memanjatkan syukur yang tulus kepada Tuhan, Sang Pemberi Kehidupan. Setiap bangun tidur secara spontan mulut kita berucap, "Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami (dalam tidur), dan kepadaNyalah kami akan kembali."
Hari yang diawali dengan rasa syukur akan menjadi hari yang cerah, bahagia dan penuh semangat. Hari yang indah membentang di hadapan kita, yang akan memanggil kita untuk mengisinya dengan prestasi-prestasi gemilang. Rasa syukur akan membuat kita memandang hari ini secara berbeda dan penuh makna. Inilah hari di mana kita mengukir sejarah hidup kita.
Ada lagi pengaruh terdahsyat dari rasa syukur. Apa lagi? Ternyata rasa syukur kepada Tuhan akan menarik lebih banyak kebaikan dan mewujudkan keinginan ataupun permintaan ke dalam hidup kita.
Logikanya begini: marilah kita sejenak mengenang masa kecil kita dulu. Semenjak balita kita selalu mengajukan banyak keinginan kepada orangtua kita; entah itu uang jajan, mainan, ataupun pergi ke tempat yang kita suka. Orangtua kita sangat sayang pada kita, mereka selalu menuruti kemauan kita semampunya. Setelah kita masuk sekolah TK, SD, dan seterusnya mereka selalu memenuhi kebutuhan kita tanpa kita minta. Ada seragam sekolah, sepatu, tas, buku-buku, uang saku, dan sebagainya. Apalagi kalau kita menjadi bintang kelas, pasti ada hadiah khusus yang akan menanti kita. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin banyak pula biaya yang dibutuhkan. Kali ini anggap saja orangtua kita ini kaya raya dan punya segalanya. Pada saat SMA kita diharuskan membeli banyak sekali buku-buku pelajaran, akhirnya kita minta uang pada orangtua kita untak membelinya. Orangtua dengan senang hati memberi kita sesuai apa yang kita minta.
Melihat kita menggunakan uang pemberiannya sebagaimana mestinya dan kita pun belajar dengan sangat rajin, orangtua kita pun kemudian berkata, "Oh, anakku… kamu benar-benar anak yang baik, rajin dan prestasimu pun bagus. Baiklah, tahun ini kami akan membelikan kamu sepeda motor." Akhirnya tanpa diminta, kita dibelikan sepeda motor.
Setelah dibelikan sepeda motor, kita jadi tambah rajin belajar dan semakin berprestasi sampai kita akhirnya lulus dari SMA dengan nilai yang sangat bagus. Melihat prestasi kita yang luar biasa, orangtua kita merasa sangat bangga dan berkata, "Wah…, engkau adalah anakku yang hebat. Saya bangga padamu nak… Kamu ingin kuliah ke mana pun akan kami turuti, di dalam negeri atau luar negeri? Dan jangan khawatir nak, kami akan membelikanmu mobil merk apa pun sesuai keinginanmu!"
Alangkah senangnya hati kita mendengar itu semua. Selanjutnya, kita pun kuliah di Perguruan Tinggi yang kita inginkan dengan mobil kesukaan kita. Dengan penuh kesungguhan kita menyelesaikan studi dan lulus dengan pujian. Orangtua kita lebih bangga lagi dan dengan penuh semangat berkata, "Wahai anakku, kamu benar-benar anak yang berbakti. Kami bangga punya anak sepertimu. Sekarang kami akan membelikan rumah seperti apa pun yang kamu mau. Kalau Istana Bogor ada yang jual, kami akan membelikannya untukmu…!"
Begitu seterusnya, orangtua kita yang kaya raya ini selalu memberikan apa pun yang kita minta bahkan yang tidak kita minta karena melihat kita menggunakan pemberiannya dengan penuh tanggung jawab dengan menunjukkan prestasi gemilang pada mereka.
Lain halnya jika kita meminta uang pada orangtua kita untuk membayar buku-buku pelajaran sekolah yang mahal-mahal, namun uang itu kita gunakan untuk hura-hura, pesta minuman keras atau narkoba. Tanpa kita sadari ternyata orangtua kita mengetahui semua yang kita lakukan. Setelah itu kita meminta uang lagi kepada mereka dengan alasan yang sama. Kira-kira apa yang akan kita dapatkan? Uangkah atau kemarah meraka??
Sekarang… kita bayangkan jika yang kita mintai adalah Tuhan Semesta Alam yang menguasai dunia ini beserta segala isinya… Tuhan Yang Maha Kaya dan tahu segalanya!
Hidup dengan dengan penuh syukur adalah suatu keharusan bagi kita sebagai ungkapan rasa terima kasih pada Sang Pencipta atas nikmat dan karuniaNya yang mengalir tiada henti kepada kita. Kalau kita ingin nikmat itu bertambah, kita cukup dengan mensyukurinya. Tapi jika kita ingin nikmat itu diambil dari tangan kita, mudah saja… Cukup kita menggunakan anugerah Tuhan itu dijalan yang akan mendatangkan murkaNya. Pilihan ada di tangan kita?

Salam sukses!
Agus Riyanto
~Sukses sejati, sukses dunia - akhirat.~
Email : http://us.f336.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=agus4ever@gmail.com
Phone : 085227428804

Dari Pembaca buku "Berbisnis Warala Murah"


Saya tampilkan sedikit dari isi e-mail salah satu pembaca buku saya yang berjudul

BERBISNIS WARALABA MURAH terbitan Media Pressindo.


"Terima kasih untuk buku "Berbisnis Waralaba Murah"
yang sudah saya baca. Buku ini banyak memberi
informasi bagi orang awam untuk berbisnis...."



Denny/Ridha Kussoy wrote: