24 October 2007

Yang Muda yang Nggak Dipercaya

Sebuah harian nasional terbitan selasa 16 Oktober 2007 memuat delapan tokoh nasional yang kemungkinan besar akan maju pada pemilihan umum presiden 2009 mendatang. Kedelapan tokoh tersebut menurut poling harian bersangkutan yang dilansir dari hasil survei lembaga survei Indonesia september-oktober 2007 dengan metode pertanyaan perbuka (top of mind) masih jauh dari harapan publik. Dari hasil jajak pendapat yang dilansir, perolehan suara responden yang tertinggi hanyalah 29% untuk tokoh yang masih dianggap mampu memimpin, sementara yang lain, responden hanya memilih 9%, 4%, 3% bahkan ada yang hanya 0,5%. Suara dan keraguan pun serta merta bagai gaung bersambut, dari kedelapan tokoh yang dimuat diharian tersebut sepertinya opini publik tidaklah terlalu antusias dan berharap banyak akan terjadi perubahan baru dalam pemerintahan jika salah satu dari kedelapan tokoh tersebut terpilih.
Suara perubahan yang diharapkan mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik sepertinya masih menjadi harapan saja, tanpa sebuah keyakinan menuju kepastian. Persoalan sebetulnya bukan karena bangsa ini tidak bisa diubah, melainkan karena para tokoh tersebut adalah muka-muka lama yang beberapa diantaranya pernah memimpin negeri ini dan belum terbukti ampuh melakukan perubahan yang signifikan. Kemudian kalau dilihat dari segi umur, juga tampak mereka adalah orang-orang lama yang masih memegang tradisi sulit melakukan perubahan radikal karena kultur lama yang masih kuat, sementara disisi lain, peluang untuk para pemimpin yang lebih muda sepertinya tidak diberi kesempatan untuk muncul. Inilah persoalan yang sebetulnya cukup konyol, ketika deru perubahan itu didengungkan dari berbagai sisi kehidupan, tokoh yang diharapkan menjadi mentor perubahan diposisi atas tersebut sulit melakukannya. Mungkin muncul sebuah pertanyaan, apakah persoalan yang dihadapi dinegeri ini terlampau banyak? Apakah karena persoalan yang begitu banyak para pemimpin pusing dan tidak punya power untuk mengurusnya? Sebetulnya disetiap elemen pemerintahan sudah tersedia sumber daya manusia yang berkompeten untuk mengurus masing-masing departemen. Yang menjadi persoalan adalah, apakah antara pemimpin puncak dengan bawahannya satu visi untuk benar-benar memperbaiki negeri ini dari carut marut keterpurukan? Apakah mereka mampu menyingkirkan kepentingan politik dan lebih mengutamakan kepentingan negara yang dalam hal ini memerlukan tokoh pengubah?
Saya jadi teringat pesan sebuah iklan ditelevisi yang mengatakan “Yang muda yang nggak dipercaya”. Maksudnya apa sih? Itulah permasalahan dinegara ini, manusia baru, yang dengan semangat baru dan mengetahui pentingnya perubahan serta memiliki kapasitas untuk mengubah, selalu tidak diberi kesempatan. Bahkan sebisanya orang-orang muda jangan dikasi peluang karena bisa memusingkan kepala status quo dan menjadi kompetitor baru, sehingga persoalan persaingan politik menjadi lebih berat. Kalau begitu, Bisakah Mengubah Indonesia?

21 October 2007

Kejar -tayang- Nih



Hai para blogger, thanks y udah mau "ngetok pintu" blog gw ini. Skarang gw lg ngejar deadline untuk buku terbaru, doain aja ya supaya selesai pada waktu yg gue jadualin. Gw mohon maaf kalo blm sempat "nyenggol" Anda semua, nnti kalo udah agak longgar gw berkunjung dech.

Thanks buat Bung Agus R, Hanz Pramana, Iman dkk. Keep Contact ;-) yup. Syaloom for all.

17 October 2007

Membuka Pintu Perubahan

Siapa yang menutup pintu wajib membukakannya kembali untuk meyambut mentari pagi. Siapa yang menutup pintu hati dan pikirannya akan tinggal selamanya dalam kegelapan.
Rhenald kasali
……………………....


Saat kita menghirup udara kita merasakan ada sebuah kesempatan hidup yang diberikan Sang Pencipta, saat kita melihat cahaya mentari pagi muncul diufuk timur kita sadar hari baru telah tiba. Kita membuka pintu rumah, melihat sekeliling, dan menyambut kehidupan dan hari baru tersebut. Anugerah kehidupan telah datang dan kita masih layak berada ditempat dan disaat dimana kita berdiri, ini adalah rahmat. Bagaimana kita sebaiknya memanfaatkan rahmat kehidupan tersebut? Bukalah hati dan pikiran kita untuk melihat segala berkat dan rahmat dari sang pencipta. Kehidupan, mentari pagi, kesempatan, peluang, kebahagiaan, kesedihan, perubahan, semuanya terbalut dalam satu rangkaian dan menjadi proses perjalanan dari hari kehari.
Janganlah menutup pintu hati dan menguncinya rapat-rapat, ingat bahwa kesempatan untuk berubah itu sama halnya dengan momen ketika kita bangun dipagi hari dan tetap menghirup udara. Kita membukakan pintu rumah dan melihat sinar surya memancar, kita sadar bahwa kita masih hidup dan bertahan sampai detik itu.
Barang siapa yang menutup pintu hatinya dia akan berjalan dalam kegelapan, walaupun diluar tampak begitu terang dia akan tetap berjalan dalam kegelapan tadi. Dia telah membatasi dirinya dengan membangun tembok tinggi dan tidak membiarkan tembok itu dirobohkan untuk diganti dengan tembok baru yang lebih indah dimasanya. Dia melepaskan kesempatan-kesempatan yang ada dengan menutup mata pada apa yang terjadi disekelilingnya dan membiarkan dirinya seperti itu.
Perubahan adalah sesuatu yang terjadi setiap saat dan ada disekeliling kita, apakah kita membuka pintu hati untuk melihatnya dan turut serta dalam perubahan itu? Jawablah untuk renungan kita hari ini. Saya harap kita tidak membangun tembok tinggi sehingga cahaya matahari masih tetap nampak indah dan kita tahu ada perubahan dalam pergerakan dunia ini.

12 October 2007

Mengubah Prespektif




Don’t wait til tomorrow what you can do today


Untuk berubah total seseorang perlu mengubah perspektif mereka, bukan masalah-masalah yang menimpa. Ketika konsentrasi tertuju pada banyaknya persoalan dan bukan pemecahan, pencarian jalan keluar biasanya menemui jalan buntu.

Angin perubahan terjadi bila kita cermati apa yang dilakukan orang-orang yang mampu mengatasi setiap persoalan hidup mereka, mulai dari persoalan yang ringan hingga yang terberat. Mereka mulai memfokuskan pada change DNA, yakni unsur pembawa sifat berbentuk molekul yang menyimpan informasi tentang gen seseorang menuju sebuah perubahan. Informasi yang ada di DNA yang mencatat kode-kode perubahan ini disimpan dalam bentuk sandi berupa kode genetik. Mereka sangat yakin bahwa untuk berubah mereka memerlukan pemikiran untuk menata DNA dengan baik sehingga perintah-perintah berupa sandi perubahan tersampaikan dan terdorong keluar sehingga ada output yang menciptakan perubahan dalam diri mereka.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh salah satu perusahaan konsultan terkemuka Booz/Allen/Hamilton antara Desember 2003 dan November 2005 yang melibatkan responden sebanyak 30.000 dan mewakili 23 industri di 100 negara merupakan salah satu penelitian yang memfokuskan pada isu DNA untuk mengukur tingkat kesehatan dari setiap perusahaan. Hal ini justru memperlihatkan arah kecenderungan dan keyakinan yang semakin mengental di kalangan para konsultan bisnis dan praktisi terhadap peran dan pengaruh dari DNA organisasi dan individu terhadap perubahan.
Dalam kasus yang sering kita hadapi, DNA bisa membantu perubahan dan jalan keluar ketika kita memerintahkan kode generik untuk mencari persoalan pribadi dan mengeluarkannya dengan sebuah solusi yang terbaik. Persoalan yang sering terjadi adalah, kita sering ambigu dalam menentukan persoalan mana yang harus diprioritaskan untuk diselesaikan dengan segera. Ketika kebingungan itu merajalela bukan penyelesaian masalah yang kita dapatkan, melainkan sebuah perintah yang membuat kita tidak yakin akan penyelesaian persoalan tadi. Cara untuk mensiasatinya adalah dengan menekan tombol penyelesaian masalah pada DNA kita, dengan hasrat yang kuat dan pikiran yang positif, DNA tadi akan mengeluarkan perintah dan membantu mencarikan jalan keluar yang terbaik, saat itulah aura perubahan terjadi.

10 October 2007

INDAHNYA MEMAAFKAN DI HARI YANG FITRI

Dalam sekian tahun perjalanan hidup kita di dunia yang indah ini, pasti kita pernah mengalami yang namanya "disakiti" oleh orang lain; baik secara fisik maupun mental (perasaan). Karena kita adalah makhluk sosial maka kita tidak bisa tidak meski bergaul dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki beraneka ragam kepribadian. Dari interaksi inilah mungkin sekali kita pernah "tersakiti". Jika yang disakiti adalah fisik kita, mungkin esoknya sudah sembuh. Namun jika yang disakiti adalah hati kita, akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. Bahkan tidak sedikit manusia yang membawa luka hatinya sampai mati; sungguh mengenaskan! Luka hati ini biasanya akan berbuah "dendam" yaitu amarah yang terpendam.
Memang wajar bila perasaan kita disakiti oleh orang lain maka kita akan sakit hati, dan lebih parah lagi menjadi pendendam sejati. Apakah menyimpan dendam itu baik? Tentu tidak! Bahkan bisa dikata: bahaya. Terus, apa dong bahaya mendendam?
Adi W.G., seorang pakar mind technology dan ahli hypnotherapy menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk maju dan berkembang karena energi psikis mereka terkuras untuk mempertahankan emosi marah dan dendam pada seseorang. Emosi negatif yang tetap "dipelihara" dengan sangat tekun ini ia sebut dengan vampir energi psikis.
Demikian mengerikan pengaruh dari emosi marah dan dendam pada diri kita. Kita selama ini mengira bahwa dengan mendendam orang yang pernah menyakiti kita, itu akan menjadi balasan yang setimpal. Ternyata kita salah karena justru kitalah yang jadi makin menderita sendiri.
Lalu agar kita bisa bebas dari belenggu dendam yang jadi vampir energi psikis kita itu bagaimana caranya?
Caranya mudah, tapi juga susah¦ Mudah, karena kita tinggal meneladani akhlak Nabi Muhammad saw ketika beliau dihina, diludahi, dilempari batu atau kotoran onta, bahkan hendak dibunuh oleh orang-orang kafir ketika Islam baru turun ke bumi (masa awal Nabi berdakwah). Apa itu? Ya, benar¦ Jawabnya adalah dengan MEMAAFKAN! Beliau selalu memaafkan mereka dengan tulus, bahkan beliau menengok orang yang sering meludahinya ketika ia sakit sehingga si kafir itu masuk Islam melihat betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad saw yang begitu agung tersebut. Beliau adalah sosok teladan yang paling pemaaf. Kemuliaan akhlaknya begitu memukau sehingga berbondong-bondong warga Arab masuk Islam.
Tapi kenapa "memaafkan" itu susah? Ya, karena kita selalu mencari pembenaran kenapa kita harus marah dan dendam. Kita selalu merasa berhak dan pantas marah/dendam kepada orang yang menyakiti kita tanpa pernah mau mencoba melihat sesuatu yang menyakitkan itu dari sudut pandang yang berbeda. Coba sekali-kali kita berpikir dari sudut pandang orang yang menyakiti kita, mungkin kita akan bisa bersikap lebih obyektif. Tapi kata-katanya sungguh menyakitkan? Tapi ia telah menghina saya? Tapi ia telah berkhianat? Tapi ia benar-benar tak berperasaan? Tapi? Tapi? Kita bisa mencari seribu alasan lain!
Eh, tahu nggak? Sesungguhnya orang lain menyakiti kita sebenarnya karena mereka adalah manusia lemah. Makanya jangan sedih kalau kita disakiti. Kita pantas bersyukur karena dengan mengalami "disakiti" kita mendapat peluang untuk mencontoh akhlak Nabi, yakni memaafkan.
Adi W.G. juga menyatakan bahwa memaafkan tidak berarti kita menyetujui. Memaafkan melibatkan keinginan untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lain - untuk bisa memahami dan melepaskan. Lebih jauh Adi menjelaskan, "Saat kita memaafkan dengan tulus orang yang pernah menyakiti kita, maka yang terjadi adalah kita menyingkirkan vampir energi psikis yang selama ini menyedot energi kita tanpa kita sadari, dan sejak saat itu energi kita meningkat drastis, vibrasi kita meningkat, dan kita mulai memanifestasikan sukses dengan sangat cepat dan mudah."
Dalam Al Qur'an surat Asy Syuura ayat 40, dengan sangat indah Alloh SWT berfirman yang artinya: "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik* maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." Yang dimaksud berbuat baik di sini ialah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita.
Sudahlah kawan, sudah tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak memaafkan. Sebentar lagi adalah Hari Raya Idul Fitri, yang akan menjadi momen yang paling tepat bagi kita untuk memaafkan. Lalu, siapa yang dimaafkan? Pokoknya siapa saja yang pernah--dengan sengaja atau tidak menyakiti kita, baik secara lahir maupun batin. Mungkin dia teman yang pernah mengecewakan perasaan Anda. Mungkin dia mantan kekasih yang mengkhianati Anda. Mungkin dia orang yang pernah menghina atau memfitnah Anda. Atau mungkin juga dia orang yang telah mengubur harapan Anda, yang membuat cinta Anda yang seputih salju berubah menjadi kenangan duka. Maafkanlah semuanya karena maaf itu indah¦
Ada hukum tidak tertulis yang berlaku di alam semesta ini. Apa itu? Hukum itu adalah Hukum Sebab - Akibat atau Hukum Tabur - Tuai yang berbunyi: Apa pun yang kita tabur--melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan kita--akan kembali pada kita.
Jika Anda merasa sakit bila disakiti maka jangan menyakiti. Jika Anda sudah terlanjur menyakiti maka minta maaflah. Dan jika Anda sudah disakiti maka maafkanlah! Indah bukan?

Salam Idul Fitri,
AGUS RIYANTO
Penulis Motivasi dan Pengembangan Diri, dapat dihubungi melalui email: agus4ever@gmail.com atau hp: 085227428804

09 October 2007

Keberhasilan Distributor MLM



Novelis kenamaan bernama Virginia Woolf menulis dalam sebuah karya kecilnya (A Room of One’s Own): Yang diperlukan dalam menulis adalah memberikan ruang kosong bagi privacy untuk berkreasi lebih jauh. Biarkan diri Anda bebas berpikir, menulis dan membaca ulang apa yang menjadi tema inti dan mengeksplorasinya secara mendalam. Dengan kata lain munculkan diri Anda menjadi sosok realitas dari pembebasan paling kreatif.

Penting sekali untuk melihat prespektif diri terhadap sesuatu yang asing karena ini bisa memberikan peluang dan kesempatan yang tidak pernah diduga. Membebaskan diri untuk menyelaminya adalah salah satu langkah bijak demi pertumbuhan diri. Memiliki tujuan dan membiarkan diri memikirkan hal-hal yang ingin dicapai dari perjalanan keterlibatan didunia pemasaran jaringan telah memberi ruang gerak pembebas diri dari belenggu-belenggu penghambat, ini memungkinkan seseorang meraih prestasi puncak dari apa yang dia inginkan. Keberhasilan sejati menuntut pembebasan kreativitas untuk meraihnya dalam skala yang independen tanpa tekanan dari pihak luar, sifatnya murni dorongan semangat dari dalam batin untuk meraih keberhasilan. Inilah mengapa kita harus sedikit-banyak belajar dari Novelis Virginia Wolf tadi supaya kita bebas menentukan kreasi sudut pandang terhadap sesuatu.

Perspektif adalah sudut pandang akan sesuatu dari kacamata si penilai, jadi perspektif dalam kontek ini sama saja dengan penilaian terhadap keberadaan bisnis jaringan, perkembangannya dan orang-orang yang terlibat didalamnya. Sekilas pandang melihat sesuatu yang baru, kita hanya akan meneliti kulit luarnya saja tanpa pernah tahu apa isi didalam. Sama lumrahnya ketika seorang pemuda melihat panampilan gadis cantik yang lewat didepannya, dia hanya akan menilai penampilan fisik luar sigadis tanpa pernah tahu isi dan kualitas didalamnya.

Pemahaman masyarakat awam akan keberadaan bisnis jaringan juga demikian bahkan terkesan negatif, mereka menilai bisnis model ini sebagai jual mimpi, cari teman, jualan, ngejar-ngejar orang. Pokoknya sekumpulan perspektif yang kurang enak didengar dan tidak didasari fakta real yang berimbang. Awam hanya menilik kekeliruan dan kesalahan yang terjadi bukannya meneliti lebih jauh akan keabsahan penjualan model ini. Pandangan demikian mirip ekspos buruk seorang selebriti dilayar kaca pada acara infotainmen, dimana si seleb dihakimi tanpa pemirsa tahu keberadaan informasi yang sebenarnya.

Melihat dari luar dan menilai secara emosional memang gampang karena kita bisa mengambil kesimpulan secara cepat, namun demikian prespektif seperti ini bukanlah akurat karena validitas datanya sangat dipertanyakan. Nah, pandangan akan dunia bisnis MLM juga tidak jauh berbeda, orang-orang hanya melihat sepintas lalu tanpa pernah tahu isi perut keberadaan industri bersangkutan. Keberhasilan para distributor dan perusahaan MLM secara finansial mampu mengubah pandangan awam akan bisnis ini sedikit demi sedikit. Bahkan para anggota yang meraih keberhasilan luar biasa dari bisnis ini mengalami metamorfosis penghidupan yang maksimal.

08 October 2007

Mengukir Nasib, Mengukir Masa Depan


Nasib kita ukir sendiri, kita desain sendiri dan kita jalani sendiri
-Jennie S. Bev-

Jennie S. Bev mengungkapkan demikian bahwa nasib kita ukir sendiri, kita desain sendiri dan kita jalani sendiri. Tidakkah kita tahu bahwa sebuah patung akan dipahat oleh pematungnya setelah dia membayangkan gambaran akhirnya? Atau kita pasti pernah lihat bagaimana seorang tukang ukir menggambarkan sketsa menyeluruh dari media yang akan dia ukir, setelah membuat sketsa menyeluruh sipengukir akan mulai mengerjakan ukirannya mulai satu goresan ditambah satu goresan sehingga secara keseluruhan gambaran ukiran itu selesai dan menghasilkan sebuah karya yang menakjubkan.
Kehidupan manusia juga demikian, mereka harus berani mengukirnya bagaimana gambaran akhir dari kehidupan yang bagi mereka ideal, mereka berusaha menjalaninya dengan setiap pengorbanan jatuh bangun. Mereka bersedia terus berproses menjalankan hari-harinya dengan sebuah keyakinan bahwa nasib bukanlah yang menentukan sejauh mana kehidupan mereka namun kemampuan mereka untuk mengukir dan menjalankan hidup itulah hasil akhir yang mereka peroleh. Kehidupan kita ibarat gambaran pemahat atau pengukir, mempunyai gambaran secara menyeluruh kemudian mulai menjalankan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan itu.
Setiap hari baru adalah keajaiban dalam perjalanan menuju keberhasilan, hari ini kita telah mempelajari bagaimana nasib itu bisa diubah selama kita mau mengubahnya. Tidak mudah memang menjalankan hari-hari menuju perbaikan itu, pertaruhannya sungguh berat, namun kemenangan akhirlah yang menentukan. Kita semua akan melihat mahakaryakehidupan dari hasil pahatan dan ukiran kita sendiri.

05 October 2007

Kelenturan Dalam Perubahan


Perubahan memerlukan kelenturan, sesuatu yang kaku mudah sekali patah.
Untuk berubah kita memerlukan kelenturan dan memerlukan penyesuaian, sesuatu yang kaku akan mudah sekali patah. Saya teringat akan sebuah pesan singkat dari sahabat terdekat saya yang berbunyi begini “Rahasia ketahanan bambu terhadap angin terletak pada sikapnya. Ketika ada badai pohon-pohon berdiri tegak, kaku dan menentang angin namun akhirnya patah. Pohon berbeda dengan bambu yang menerima angin, bambu mengalami kelenturan dan akhirnya berdiri kembali setelah badai berlalu. Bambu bukannya menyerah, namun bertahan dengan semua kekuatan dan kelenturannya hingga akhirnya bambu itu berdiri seperti sediakala.
Saya seperti disentil oleh sebuah kebijaksanaan yang dimiliki oleh kekuatan dan kelenturan bambu tersebut. Pesan ini bermakna menuntut kita berubah, dan hal itu tentu saja ditujukan kepada saya supaya bisa menyesuaikan diri dalam setiap terpaan angin. Saya berterima kasih karena pesan tersebut memberikan ruang jiwa bagi saya untuk berrefleksi diri, memperbaiki kebiasaan dan sifat yang kaku dan tidak lentur dimasa lalu. Memperbaiki segala kekurangan dan menjadi lebih baik dalam perubahan.
Saya pikir kita perlu mempelajari kehidupan alam dan seperti sifat bambu tersebut, kita juga harus bisa menyesuaikan diri dalam perkembangan zaman dimasa kini agar memiliki kehidupan yang seimbang baik dalam kesejahteraan, kebahagiaan maupun spiritualitas. Hari ini saya ingin mengajak pembaca sekalian mempelajari sesuatu yang tidak kaku yang mampu memberikan kekuatan dan ketahanan dalam hidup kita. Persoalan dan terpaan hidup membawa sebuah angin perubahan yang terkadang tidak terhindarkan, namun kemampuan kita menyikapinya dengan kelenturan adalah jalan keluar yang terbaik dalam perubahan.


02 October 2007

Melepaskan Pelukan di Jembatan - Menuju Perubahan


Berubah adalah persoalan lahir kembali, membuang hal buruk dan menggantinya dengan yang baik. Berubah berarti berevolusi dari kehidupan yang lama kekehidupan yang baru.
Kita ingin dilahirkan kembali dan keluar dari kebiasaan perjalanan hidup yang lemah, tidak berdaya dan tercampakkan. Kita ingin bangkit meniti sebuah perubahan yang panjang, melangkah dengan mantap dan berlari menyambut hari baru layaknya seorang pembalap yang memacu kendaraan demi mencapai garis finish dan menjadi juara. Kita ingin merdeka dari kepenatan hidup, tekanan batin, berubah dan bangkit dari suara berisik negativitas kehidupan yang selama ini merongrong. Kita telah berjanji untuk melepaskan pelukan erat di sebuah jembatan perjalanan dan melangkah dengan penuh keyakinan.
Hari ini kita telah lahir dengan melepaskan pelukan erat dijembatan tadi dengan melangkah menyeberangi dan menemui daratan baru dalam kehidupan kita. Kita telah menapak dalam perubahan dan lahir kembali, membuang hal-hal buruk dalam kehidupan yang membelenggu diri. Berevolusi dari kehidupan lama kekehidupan baru dengan melepaskan semua pelukan dijembatan masa lalu dan menemui daratan kehidupan yang baru.
Renungkanlah dan lepaskan setiap jembatan yang membatasi diri kita, lepaskanlan untuk menuju perubahan. Terbanglah dalam sebuah kebebasan menuju pribadi yang luar biasa dengan menjadi manusia baru dalam habitus baru dalam kehidupan yang berkesinambungan. Kita menginginkan perubahan itu dan kita berharap besar terjadi dalam diri kita. Peganglah segumpal harapan yang telah membentuk, nyatakan dengan hasrat yang dahsyat untuk lahir kembali menjadi manusia dengan kehidupan baru menuju Perubahan.

27 September 2007

Sinergitas Dan Kekuatan 2P-2S di MLM

Selama keterlibatan saya dibisnis pemasaran jaringan sebagai distributor aktif, saya pernah bergabung diperusahaan lokal dengan produk penjualan pulsa telpon. Dari sistem marketing plan dan produk, perusahaan ini menjanjikan karena pembagian bonus yang maksimal dan repeat order yang cukup tinggi. Karena kelebihan dua hal tersebut dalam waktu yang relatif singkat saya bisa memiliki jaringan pemasar lini bawah sekitar 700 orang. Ini perkembangan organisasi bisnis yang bagi saya sangat luar biasa karena diperusahaan lain saya hanya memiliki member sebanyak 100 orang selama satu tahun keterlibatan aktif. Kenalan saya Pak Alim bahkan jauh lebih luar biasa, dia mengalami pertumbuhan bisnis yang lebih mencengangkan, bayangkan hanya dalam waktu dua bulan, dia sudah memiliki distributor aktif sekitar 500 orang dikota Medan. Bulan berikutnya pertumbuhannya langsung eksponensial sehingga pada bulan ketujuh dia telah memiliki 5.000 member lini bawah. Dengan penyebaran distributor yang super eksponensial tersebut, hampir disetiap kota Pak Alim punya organisasi lini bawah, dia mulai panen penghasilan tiap minggu tanpa harus ekstra kerja keras, bonus yang dihasilkan dari bisnis tiap minggunya sudah sangat luar biasa bahkan belum terbayangkan dipikiran pak Alim ketika bergabung pertama kali.
Namun masa-masa emas Pak Alim tidak berlangsung lama karena satu tahun setelah pertumbuhan luar biasa itu, perkembangan dan omzet bisnis Pak Alim mulai menurun dan kebintangannya mulai meredup. Akhirnya setelah sekitar satu setengah tahun dia bergabung di MLM bersangkutan, seluruh organisasinya benar-benar rontok dan tidak berkembang lagi, stagnan, dan berguguran. Tentu saja bisnis itu tidak menghasilkan apa-apa lagi.
Apa yang menjadi kelemahan dari perkembangan bisnis Pak Alim yang bisa kita ketahui? Setelah melalui beberapa rangkaian pengalaman dan analisis, saya menarik satu garis merah bahwa didalam bisnis pemasaran jaringan, harus ada sinergitas yang berimbang dari Produk, Perusahaan, Sistem Plan Bonus dan Support. Kalau dari keempat hal tersebut tidak berimbang, maka perusahaan dan distributornya tidak akan bertahan lama, paling-paling tiga tahun perusahaan itu bertahan dan akan segera tutup, bahkan ada perusahaan MLM gadungan yang hanya berumur dibawah satu tahun.
Apa yang dimaksud dengan sinergitas dan kekuatan 2P-2S?
2P-2S hanyalah
singkatan yang saya munculkan agar mempermudah pemahaman Anda mengenai Produk, Perusahaan, Sistem Marketing plan dan Support system. Sinergitas keempat komponen ini sangat penting untuk membuat perusahaan MLM dan para membernya bertahan dalam jangka panjang. Seandainya salah satu dari empat komponen ini lemah maka perusahaan dan member diprediksi tidak akan bisa meraih keberhasilan sejati dari keterlibatan mereka didunia industri pemasaran jaringan. Tegasnya tanpa kekuatan dan sinergi Produk (kualitas dan keunikan), Perusahaan (bonafiditas dan dukungan modal), Sistem (marketing plan yang bagus) dan Support (sekolah bisnis) bisnis MLM tidak akan bertahan lama.
Sinergitas keempat komponen tersebut menjadi syarat yang paling utama bagi sebuah perusahaan MLM jika ingin bersaing dipasaran. Tanpa keunggulan dan keseimbangan dari produk, sistem, perusahaan dan support, perusahaan jaringan itu hanyalah akal-akalan saja yang menjadi proyek pengeruk keuntungan dari pemilik perusahaan.

Selanjutnya??? Temukan dibuku MENJADI MLMers DAHSYAT!

CACAT FISIK BUKAN HALANGAN BAGI SAYA UNTUK HIDUP NORMAL


Oleh: Petrus Kanisius

Kehidupan merupakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap insan. Manusia dilahirkan, menghirup udara, tumbuh dan berkembang, mengalami hal-hal normal dalam hidup, merasakan bahagia, sedih, sakit, sehat, itu semua adalah kumpulan betapa hidup ini sebuah dinamika yang normal. Dan, saya merasakan hal-hal yang luar biasa demikian. Tuhan telah menganugerahkan kepada saya kesempatan untuk lahir kedunia ini dan merasakan dinamika itu. Saya berkenan melewati masa-masa indah waktu kecil dan kesedihan dalam tekanan mental yang luar biasa. Salah satu sisi kehidupan, saya merasa bersyukur atas apa yang saya miliki namun disisi lain, hidup terkadang bagi saya adalah neraka dan saya menyalahkan Tuhan kenapa menanggung cacat fisik seperti ini. Saya hampir menyerah kalah dan membenamkan diri kedalam jurang kehancuran mental yang maha dahsyat.
Saya sejak lahir diciptakan dengan keadaan fisik yang tidak sempurna, tangan dan kaki kanan saya sedikit lumpuh dan tidak normal seperti layaknya orang lain yang dapat menggunakan semuanya dengan baik. Ketidaksempurnaan fisik saya banyak berpengaruh pada aktivitas saya sehari-hari. Jujur saya katakan keadaan fisik saya seperti ini tidak saya kehendaki, didalam hati dan perasaan, saya merasa marah, sangat tidak terima atas kenyataan yang ada, kehidupan saya berada pada posisi yang serba salah. Kadang kala saya depresi atas keberadaan diri ini, pergaulan saya tidak seluwes orang-orang lain. Sahabat-sahabat saya bisa bermain dengan leluasa, berlari, berenang, memanjat, belajar dengan mudah secara fisik sementara saya tidak bisa dan dibatasi oleh keadaan cacat fisik tadi. Sungguh ini sebuah neraka nyata dalam hidup yang hinga sekarang terkadang muncul dibenak saya.
Citra diri saya waktu itu memang demikian rapuh dan saya belum bisa menerima kenyataan ini secara normal. Saya merasa diri saya tidak dapat berbuat dan mengerjakan sesuatu seperti sahabat-sahabat saya yang lain. Mereka memiliki kesempurnaan fisik dan bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan sementara saya tidak. Keadaan seperti ini ternyata menjadi bumerang yang membuat saya merasa terkucilkan, rendah diri, tidak sempurna dan sangat berbeda dibandingkan dengan orang lain. Saya menutup diri dan minder, iri terhadap teman-teman saya, jatuh dan menyerah pada keadaan. Bahkan perasan mental itu masih ada dan selalu menyerang saya sampai saya menginjak SLTP.

Suara Kehidupan yang Memberi Makna

Saya terbangun dari keterpurukan mental, sebuah suara dari keheningan menyapa saya dan berbisik dalam hari supaya bangkit dari keterbelakangan mental itu. Saya diteriakkan supaya jangan menyerah – Don’t Give Up Man... Demikian suara nyaring itu saya dengar dari lubuk hati saya. Merasa minder dan tidak sempurna bukan penyelesaian masalah, keterbatasan fisik tidaklah sebuah halangan untuk terus berkembang dan maju. Beruntung saya tinggal disebuah komunitas anak rantau yang sama-sama berjuang untuk memperbaiki hidup dan intelektualitas. Saya tinggal disebuah asrama yang dikelola oleh misionaris Katolik dan hidup bersama dengan lebih dari seratus siswa dari berbagai macam latar belakang. Semejak suara kehidupan itu membisikan maknanya kedalam hidup saya, saya mulai menyadari bahwa hal-hal negatif perusak diri adalah penyakit yang membuat saya tidak menjadi apa-apa, saya terus berjuang, melakukan banyak hal dan selalu mampu mengandalkan diri sendiri.
Saya menyadari bahwa keterbatasan fisik dan cacat sejak kecil bukanlah halangan terbesar yang membatasi saya untuk maju dan bergaul dengan mudah. Saya mengalami hal-hal buruk, bahagia dan sedih, sakit dan sehat. Jatuh cinta dan merasa ditinggalkan. Kehidupan saya normal ketika saya menerima keberadaan diri, saya mulai bisa berjalan dan merasa bahwa Tuhan menyentuh saya lewat banyak hal termasuk keterbatasan fisik tadi. Saya menyadari apa yang dikatakan orang-orang di sekitar saya yang terus mendorong dan memberikan semangat, mereka membuka ruang dan tidak membatasi apapun dari saya. Akhirnya, saya berani membuka diri dan hidup layaknya orang lain. Ini sebuah anugerah indah dalam hidup saya.

Mari Jangan Menyerah!!!

22 September 2007

Tanggapan Untuk Buku MLMers


Didunia MLM kita menemukan banyak trik dan banyak karakter manusia. Nah, para pemula bisnis MLM kita tidak tahu trik dan karakter aneh itu. Jika ingin menemukan keberhasilan di MLM, bacalah buku ini. Sangat bagus, saya sudah membacanya dari awal sampai akhir dan isinya sesuai apa yang saya alami. Agung Sutrisno, Business Owner, Solo.

Buku ini membongkar isi perut dibisnis jaringan, ternyata ada orang-orang yang dengan sengaja membuat bisnis MLM ‘mati suri’. Salut buat mas Odop, karya ini membuka mata bahwa sukses tidak hanya soal finansial.
Helena Joice, mantan pebisnis MLM.

Ingin benar-benar sukses dibisnis jaringan, bacalah buku ini. Saya melihat ada kran pembuka yang cukup jelas sehingga masyarakat kita tahu apa itu MLM sejati dan apa itu MLM-MLMan. Semoga kehadiran buku ini memberikan pencerahan bagi dunia bisnis MLM di Indonesia.
Danis Saputra, distributor Tiens.

K-Link tampil dengan kekuatan Perusahaan, Produk, Sistem dan Support (2P2S), dan leader-leader juga memiliki sikap dan cara kerja yang digambarkan dalam buku ini. Bahasan buku ini relevan dan sangat dibutuhkan oleh para pebisnis MLM. Inga’-inga’ MLM gadungan tidak akan membawa distributornya kepuncak sukses.
Eko Ferianto, distributor K-Link.

Kenapa kamarin saya tidak menemukan buku ini ya, padahal saya butuh banget supaya tahu lobang-lobang yang sebaiknya dihindari. Ophy Lusiana, distributor Oriflame.
Saya sudah merasa berhasil berkat buku ini, tadinya saya melihat kalau tidak mendapatkan uang banyak dan bonus besar saya pecundang di MLM. Ternyata meraih sukses itu gampang.
Susilo Hadi, distributor Elken.

Saya sering pindah perusahaan dan mencari perusahaan baru namun perasaan saya tidak enak karena distribotor bawah menjadi korban. Setelah saya tahu akhirnya saya harus mengambil sikap bahwa pemimpin sejati di MLM itu harus punya komitmen.
Rudi Yadin, Mantan Leader MLM Besar.

19 September 2007

Nyeleneh ne DiriKu Hari ini


Mo disiplin pada dead line sendiri nyata ne agak sulit, piye jal.

Bangun pagi jam 6 langsung ngadepin komputer, ngapel disitu ampe jam 9 pagi. Trus cari maem n refresh bentar. Trus lanjut berjuang kembali mlototin monitor dan hantam sana-sini keyboard na. Siang jam sato an baru mandi. Siang na abis makan siang lnjuT... Sampe makan Malem. Trussss deh ampe pagi jam 3 subuh.
Bunyi sahurrr dari sahabat2 muslim udah kedengaran.

Hiii... dari sore ampe malem gw ga mandi Bau dech. (dasaR anaK Muda)
Ga papa ko, penting ngejar target slese.


Ni ari ni, gw mesti nyelesaiin naskah yang kemaren2 uda molor. Huh... Ga ad bos susah ngatur diri sendiri, Ada Boz ada tekanan n ga bebas.

Mesti brubah nih. kbiasaan boeroek!!!

Oiya...
MLMers... Dahsyat banget. Cari Sono di Toko Buku.
Mau dapet dari penulis langsung???
Kontak 02747192628 SmS juga Okk, ntar skalian ta tanda tangani deh.

05 September 2007

MENJADI MLMers DAHSYAT!






Ini Buku Terbaru Saya
.........................................


“Leader tanpa attitude bukanlah leader, leader tanpa kerendahan hati bukanlah leader. Sukses, sesungguhnya bukan hanya pencapaian materi saja, karena keberhasilan materi seseorang bisa sombong” Agus Trilaksono, LNI.

“Ketika downline menjalankan bisnis dan komitmen dengan sistem, pada saat itu bukan Anda yang mengelola jaringan melainkan sistem yang menjalankannya bagi Anda.” Tubagus Agus Yusuf, K-System Indonesia.

“Dukungan perusahaan, support system, kemaun bekerja keras dari member membuat bisnis bisa berkembang besar.” Livia Helen, Unicore.



Melalui perjalanan yang cukup panjang dengan dukungan kemajuan teknologi, pemasaran jaringan bertumbuh layaknya bisnis-bisnis lain dalam sakala pasar yang besar, di Indonesia sendiri -dengan segenap keterbatasan dan kelebihannya- industri pemasaran jaringan terus berjalan menuju kedewasaan. Awam mulai melihat peluang berusaha dan kesempatan berhasil yang cukup besar yang ditawarkan dari bisnis model ini, bahkan dalam ruang lingkup pasar yang mengglobal, mereka melihat kesempatan berbisnis dan ekspansi dalam cara minimasi yang strategis. Dan, sejak ditemukan pemasaran berkonsep jaringan, perusahaan-perusahaan besar pun mulai melirik pasar yang disediakan dari industri ini. Mereka melihat industri MLM sebagai sebuah peluang yang terbuka dan berada di zona blue ocean untuk dimasuki.

Yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis jaringan adalah bahwa, peluang besar, perkembangan jaringan yang luar biasa, pertumbuhan yang tinggi dan repeart order cepat belum tentu membawa keberuntungan karena ada faktor X yang mungkin menjadi penyebabnya. Bisnis pemasaran jaringan adalah bisnis yang penuh tantangan, bisnis dengan misi “memanusiakan-manusia -- memanusiakan-bisnis” terutama dikarenakan ia berada dalam lingkungan sosial yang penuh dengan kompleksitas hebat, pergolakan besar, eksodus, disertai iklim perubahan yang tak pernah berhenti. Setiap distributor diminta mampu memperkaya dan meningkatkan diri, profesional, beretika, mau melayani, harus berani melakukan pembaruan. Bila tidak, pondasi bisnis yang telah dikelola dengan jerih payah akan terhempas gelombang bahkan runtuh dalam menghadapi pergolakan waktu.

Melalui beberapa rangkaian pengalaman dan analisis, saya menarik satu garis merah bahwa didalam bisnis pemasaran jaringan, harus ada sinergitas yang kuat dari segenap elemen terkait termasuk pelaku industri itu sendiri, distributor dan pemerintah, perusahaan, produk, sistem dan support.

Buku ini muncul kehadapan pembaca berdasarkan analisa dan pengalaman langsung ketika penulis terlibat sebagai distributor aktif. Jadi, bahasannya bukan hanya teoritis hasil analisa saja melainkan juga berdasarkan pengalaman nyata dilapangan. Pesan terbesar dari buku ini adalah bahwa keterlibatan dibisnis pemasaran jaringan bisa membawa seseorang meraih keberhasilan sejati. Tidak percaya? Temukan rumusannya dan aplikasikan.




Bahasan dalam buku ini Meliputi:

Pengaruh keberadaan industri MLM
Target Pasar Yang Harus Dibidik dalam pengembangan jaringan
Sinergitas dan kekuatan 2P-2S
Beberapa perangkap yang bisa menjerat leader MLM
Mengapa organisasi jaringan bisa hancur seketika
Syarat-syarat yang harus dibayar untuk berhasil
Rumus-rumus keberhasilan sederhana yang ampuh
Etos profesional leader, distributor dan elemen yang terkait dengan industri MLM
Apa tingkatan keberhasilan sejati MLMers

Para MLMers, Segera Serbu Buku Ini!!!



01 September 2007

Waralaba Tela-Tela

Booming bisnis makanan dari bahan Tela terus marak di Jogja, bahkan boleh dibilang mengalami masa emas sejak tahun lalu hingga sekarang. Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri berkunjung kesalah satu home industri milik teman saya ini, dari penuturan beliau, bisnis yang dia geluti itu sudah memiliki cabang lebih dari 500 outlet sejak berdiri hingga sekarang. Padahal kalau dilihat dari umur usaha, bisnis yang mereka terjuni masih relative muda karena beroperasi dibawah tiga tahun.

Seorang pengusaha Waralaba Tela-Tela bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah tiap bulannya dari usaha ini. Tidak hanya keuntungan besar yang diraih bahkan untuk seorang pemilik bisnis waralaba, dia bisa mempekerjakan hingga puluhan orang karyawan, omzet yang dihasilkan dari bisnis ini juga terus meningkat. Orang-orang yang ambil bagian dalam usaha ini juga cukup banyak. Satu outlet standarnya membutuhkan satu karyawan, jika seluruh outlet Tela-Tela ada sekitar 1.000 gerai, maka akan ada seribu orang yang secara tidak langsung bekerja diusaha jenis ini. Artinya, bisnis ini mampu menampung sekitar 1.000 orang pekerja usia produktif untuk tidak jadi pengangguran.

Saya melihat prospek bisnis ini akan terus meningkat beberapa tahun kedepan, apa lagi dengan beberapa inovasi baru dalam hal produk dan pemasaran. Tiap bulan pengusaha waralaba Tela-Tela bisa meraih penghasilan dari penjualan bahan baku, bumbu, pembukaan cabang baru dan tentunya royalty waralaba itu sendiri.

Di Jogjakarta ada sekitar 6 usaha waralaba dengan produk yang hampir sama, ini berarti ada persaingan yang cukup ketat. Keberadaan beberapa usaha waralaba Tela-Tela baru membuat bisnis berada di zona Red ocean. Tentulah pergesekan antara satu waralaba dengan waralaba lain akan semakin terasa dan iklim kompetisi bisnis semakin tinggi.

Namun demikian nampaknya pemilik waralaba Tela-Tela telah mengantisipasi kemungkinan itu, baik dalam situasi aman maupun dalam zona persaingan yang ketat. Terbukti hingga sekarang bisnis ini terus mengalami peningkatan dan perkembangan dengan pertumbuhan outlet baru yang semakin menjamur.