13 January 2008

Menunggu Endorsemen


::: Bentar lagi buku terbaru akan dicetak oleh penerbit Gradien Mediatama Jogja. Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Khun yang telah membantu proses penyelesaian naskah tersebut. Saya juga sedang menunggu Endorsemen dari para penulis best seller untuk tanggapannya atas naskah itu.
Semoga beberapa hari kedepan semua sudah clear, sehingga langsung naik cetak dan bisa dihadirkan pada khalayak pecinta buku negeri ini.
Naskah masih seputar manajemen diri, revolusi diri, transformasi, self help, dalam konsep perubahan yang berkesinambungan. Tentulah akan ada manfaat terbaiknya jika membaca buku ini nanti. Saya yakini pembaca akan mendapatkan manfaat luar biasa.
Tunggu saja ya. Salam :::

02 January 2008

MENAPAK 2008 DARI PUNCAK KALIOERANG


Hari ini (31 des 2007 red), aku liburan akhir tahun di Kaliurang –sebuah daerah wisata pegunungan- Jogjakarta. Aku sengaja pergi dari pusat kota untuk menghindari hiruk pikuk keramaian diakhir tahun. Misiku adalah untuk merefleksikan perjalanan tahun 2007 ini dan merencanakan langkah apa yang akan aku tempuh ditahun 2008.

Kaliurang seperti biasanya tetap dingin, berkabut, apalagi desember adalah musim hujan tentu saja suhu kali ini sangat menyengat dengan tingkat suhu yang mungkin hanya 15 derajad. Tidak terlalu ramai ketika sore saya dan rekan saya pergi kedaerah wisata ini. Perjalanan kami diiringi dengan hujan gerimis, maklum kalau sore hari Jogja selalu ketiban rahmat hujan.

Kami memutar mengelilingi beberapa ruas jalan dengan sepeda motor, sambil tentu saja melirik hotel atau penginapan atau bahkan villa mana yang cocok, yang murah, enak untuk ditempati. Rata-rata hotel dan penginapan mengalami kenaikan sewa kamar sebesar 150%. Dan nasib kamipun harus rela merogoh kocek dengan kenaikan harga yang demikian. Ya, apa boleh baut tidak masalah untuk kali ini karena aku memang ingin ada sesuatu yang cukup berbeda dipergantian tahun ini.

Ketika dapat hotel, tarif kamarnya cukup mencengangkan padahal bukanlah hotel berbintang, saya harus membayar sebesar Rp 125.000 belun dengan makan dan snack. Fasilitas seadanya saja. Yah… untuk ukuran anak muda seperti saya yang mampu tidur diatas tikar tana kasur saja sudah cukup, dengan fasilitas kamar yang seadanya tadi sudah cukup baik. Saya juga nggak muluk-muluk mencari tempat yang wah, toh rasanya sama hanya kelas saja yang berbeda dan sayapun tidak ingin terlalu membuang uang hanya untuk sesuatu yang tidak perlu.

Sekitar jam 7 malam terdengar suara mercon meroket keatas sebuah cahaya api putih merah hijau dan pecah seperti pecahan gumpalan api menjadi terlihat sangat indah. Ternyata dari hotel berlantai 2 disamping saya menginap orang sudah mulai bermain dengan perayaan pergantian tahun ini. Terlalu cepat pikir saya, tetapi itulah keinginan orang tidak pernah sama.

Saya kembali kekamar, menghidupkan laptop dan mendengar lagu, sambil berbincang dengan rekan saya, saya sempatkan untuk membaca buku yang barusan selesai cetak –buku ke9 saya-. Perjalanan kali ini saya membawa buku sekitar 5 buah untuk menemani pergantian tahun. Buku bagi saya adalah sahabat yang mencerahkan, menghibur dan menginspirasikan.

Daerah tempat saya menginap cukup asik, penginapan berupa villa mini yang dihuni langsung oleh sebuah keluarga pemilik. Saya belum sempat kenalan dengan sipemilik, namun saya tahu mereka cukup ramah.

Makan Malam

Sekitar jam 8 PM waktu Indonesia timur, perut saya mulai keroncongan, terasa lapar dan haus. Saya sepertinya harus segera mengisi kantong tengah ini, tapi terlanjur didepan komputer saya harus menyelesaikan misi dulu mengetik cerita ini untuk nantinya saya sharingkan kepada sohib-sohib pengunjung blog yang setia.

Well, aku dan temanku keluar cari tempat makan. Diluar ramai sekali, manusia berduyun-duyun meramaikan jalan raya. Terlihat pasangan muda bercengkrama dengan penuh mesranya, keluarga juga terlihat banyak yang berlibur ditempat ini. Sementara polisi terus sibuk mengatur jalannya lalu lintas dan keramaian, disisi lain bunyi mercon dan kembang api terus menghiasi aroma pergantian tahun. Boleh dibilang ini sebagai preview awal sebelum benar-benar tepat pukul 00.00 pergantian tahun.

Kamipun terus mutar mecari tempat makan yang cukup sepi, akhirnya disimpang lima tepatnya didepan taman kaliurang kami berhenti disitu dan memuaskan dahaga dengan makan ala wong jogja. Dasar emang semua harga sedang naik, jadi harga makanan juga naik 100%. Ah, lagi-lagi pikirku penjual mengambil momen kesempatan dalam kesempitan.

Aku dan temanku mendokumentasikan peristiwa makan malam pergantian tahun itu dengan sekali jebret kamera digital. Dibelakang kami tampak dua pasang sejoli sedang memadu kasih dengan makan nasi goreng sambil suap-suapan. Mantap banget pikirku. Seandainya aku bisa bawa pasangan mungkin sangat mesra juga, tapi itulah selain aku sedang free, aku juga nggak mau acaraku diganggu oleh pikiran negatif ala anak muda. Misiku tetap pada perencanaan awal.

Sehabis makan kami keluar dan melihat sekeliling. Gerombolan manusia semakin ramai, para pengendara maupun pejalan kaki tampak bersuka ria dengan kepedean merek masing-masing. Ada yang sekedar tertawa-tertiwi. Ngobrol, berdiam diri, sedang makan, sedang jebrat jebret yang tentulah lebih dominan karena merasa mereka harus mendokumentasikan perjalanan mereka. Saya tidak tahu apa yang ada dibenak mereka oada pergantian tahun ini, apakah mereka berpikir ini moment yang baik untuk melangkah hidup dengan penuh tujuan dan keyakinan ataukah hanya sekedar lewat begitu saja. Dan bagiku itu tidak terlalu penting, selain karena mereka nggak peduli dengan apa yang aku pikirkan, aku juga tidak perlu pusing dengan apa yang aku pikirkan tentang mereka. Hidup memang demikian, terkadang kita tidak perlu peduli dengan apa yang terjadi disekeliling.

Karena melihat situasi yang cukup asik dari para penghuni tanah kaliurang ini, kami pun turun dari motor dan mulai beraksi didepan kamera. Jebret, jebret, jebret… menghasilkan beberapa picture yang cukup asik, diantaranya berlatar keramaian tadi. Sudahlah pikirku. Kami melanjutkan perjalanan dan kembali kepenginapan untuk menikmati kesendirian, kembali kealam pikiran kami masing-masing.

Sampai dipenginapan saya kembali menfhidupkan laptop, mengetik beberapa cerita ini sambil mendengarkan lagu. Saya pergi keluar kamar dengan menenteng “pacar” saya ini. Saya berusaha untuk tetap produktif menulis dari mana dan dalam situasi yang bagaimanapun. Menulis bagi saya sebagai sebuah hobby yang sulit ditinggalkan setidanya hingga saat ini.

Ditelinga saya semakin marak dan memekakkan bunyi-bunyian mercon dan kembang api dari luar tempat kami menginap. Sungguh orang tidak mencoba untuk membaca pemikiran orang lain yang ingin menyepi, namun itulah keadaannya, malam pergantian tahun memang untuk sesuatu yang ramai dan menggembirakan. Luar biasa.

Dimalam Pergantian Tahun

Aku dan temanku keluar kamar, melihat sekeliling dan apa yang selama ini terjadi dipergantian tahun memang berulang kembali. Didekat penginapan kami, disebuah hotel, ada sekelompok anak muda memotori bunyi-bunyian mercon dan pesta kembang api. Karena melihat keasikan yang ada dengan ramainya manusia, kamipun bergabung kesitu setidaknya dari jarak yang cukup dekat kami menonton langsung bagaimana mereka membuat mercon dan kembang api itu bergema dan terbang menjadi pecahan api yang sangat indah.

Aku mengambil kamera digital dari sakuku dan jebrat jebret lagi, kemudian aku rekam beberapa kejadian cantik seputar kembang api yang memang terlihat sangat indah itu. Sampai sekarang pun momen itu masih tersimpan dengan baik dalam folder dikompurterku.

Beruntung pas malam pergantian tahun, langit jogja cerah tanpa rintik hujan sedikitpun, ini berarti semua mahluk terutama manusia didaerah wisata Kaliurang bisa larut dalam sebuah kegembiraan pergantian tahun tanpa terganggu oleh kondisi alam.

Beberapa SMS –short message service- masuk kedalam inbox HP saya, tentu saja isinya adalah ucapan Selamat Tahun Baru, saya berterima kasih sekali kepada orang-orang yang masih respek dengan saya yang tanpa saya kirim message terlebih dahulu namun telah dengan sedianya memberi saya ucapan selamat. Ini luar biasa, inbox HP full dan saya harus menghapus beberapa diantaranya.

Masih dalam suasana pergantian tahun diluar kamar penginapan. Saya dan teman saya mencoba bergabung dengan keramaian orang-orang. Pergantian tahun memang untuk semua manusia, entah dia orang kaya maupun orang miskin, masyarakat berdarah biru ataupun proletar arus bawah terlarut dalam satu momen “Menyambut Tahun Baru”. Sungguh sebuah momen perekat semua orang.

Suasana riuh dan cerahnya kembang api dilangit-langit Kalioerang masih terus terjadi, saya dan teman saya Juga larut dalam upacara kegembiraan tersebut hingga sekitar jam 01.00.

Saya dan teman saya kembali penginapan, mereview ulang beberapa gambar dan rekaman, melihat bagaimana seru dan indahnya kejadian diluar tadi, betapa ramainya, sungguh ini mengasikkan dan pantaslah kalau orang bilang pergantian tahun bisa memabukkan.

Setelah itu saya mengajak teman saya berdoa, sebelum berdoa saya sempat bergurau terhadap Tuhan “kira-kira Tuhan akan mendengarkan doa siapa ya malam ini, ada milaran doa manusia pada saat dan waktu yang bersamaan”. Mungkin Tuhan bingung, mau mengabulkan doa yang mana, semua pastilah harapan dan permohonan yang baik-baik dari manusia baik-baik”. Demikian celetukku. Temanku tertawa dan juga berucap “iya ya, apakah Tuhan menyediakan inbox berupa doa centre?”. Hahaha… seandainya Tuhan adalah manusia mungkin memang harus menyediakan sebuah box khusus dengan space tak terbatas untuk menampung doa-doa manusia, shingga kemudian memilah-milahnya dan mengabulkan doa-doa manusia. Tapi itulah sebuah kuasa sang pencipta, Dia tidak membutuhkan itu semua, karena apa yang dipikirkan manusia Tuhan telah menyediakannya bagi mereka.

Laptop masih tetap hidup dan kamipun berdoa, aku tidak meminta kepada Tuhan, yang aku mohonkan adalah bimbingan dan berkat untuk semua rencaaku. Aku tidak meminta Tuhan menurunkan wahyunya kepadaku dan memberikan begitu saja, namun aku memiliki harapan besar untuk disertai Tuhan dan bimbingan petunjuk untuk semua rencanaku itu. Sebuah doa yang cukup bagiku karena walaupun kita adalah manusia, bukan berarti kita lemah dan selalu menjadi peminta. -Semoga masuk akal anda-

Setelah berdoa saya buka program microsoft word dan winamp, mengetik ulang rencana-rencana saya sambil tentu saja mendengarkan musik. Amin…

Tentu saja SMS ke inbox HP masih terus berlanjut dan saking sibuknya operator seluler, setiap pengiriman ulang SMS selalu gagal karena kelebihan muatan. Mungkin kalau bisa dilihat bagaimana sms itu beterbangan, dia akan saling bertabrakan dilangit, dan mungkin ada yang tersangkut dipohon atau atap rumah. Hehehe…

Harapan Baru

Rasanya saya diberi harapan baru untuk menapaki tahun 2008 dengan lebih antusias, bersemangat dan pantang menyerah. Saya jadi teringat akan cerita rekan saya dimilis bahwa pergantian tahun memberi kita kelegaan untuk kembali melihat rencana-rencana kita sebelumnya dan memperbaikinya jika tidak berhasil. Aku merasa bersyukur tahun 2007 memberiku banyak perubahan dan perkembangan, walaupun itu tidak signifikan, namun sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sebagai anak desa yang berusaha melakukan perubahan untuk kehidupan yang lebih baik, aku terus berjuang mencari celah kehidupan dengan segala tantangannya. Bagiku pergantian tahun tidak sekedar bangun pagi, melihat mentari muncul lagi dan merayakannya. Lebih dari itu, pergantian tahun memberikan semangat baru untuk melangkah lebih dahsyat, lebih fokus dan lebih mantap. Kali inipun misi itu tetap menjadi bahan pemikiran saya dan menjadi pendorong kuat untuk berkarya lebih mantap kedepan.

Tepat sekitar pukul 02.30 aku dan temanku terbaring kecapean karena sepanjang malam tadi kami mengikuti prosesi pergantian tahun ini. Dalam tidur ternyata tidak juga membuat aku merasa nyaman dan tidur nyenyak karena ada mimpi aneh yang cukup mengganggu. Rasanya ada semacam energi negatif yang coba mengganggu tidurku. Aku memang tidak terlalu memedulikan hal itu, mungkin ada sesuatu energi negatif yang coba masuk, namun karena aku tidaklah memedulikannya, akhirnya energi itu pergi.

Anda mungkin tidak percaya, namun terkadang aku merasakan hal ini mengganggu awal tidurku. Bukan hanya kali ini energi sejenis mencoba mengganggu. Tadi sebelum aku benar-benar tidur, aku terbangun sebanyak empat kali karena kedatangan energi ini. Barulah sekitar 30 menit dari waktu aku berbaring aku bisa tidur dengan nyenyak.

Tepat pukul 06.00 aku terbangun dari tidur. Suasana penginapan damai, disertai kicauan burung tekukur namun demikian tetap semangat tahun baru dengan dentuman mercon masih terdengar membahana. Aku tadinya sempat malas untuk segera bangun dari tempat tidur tetapi karena aku mencoba untuk mengalahkan rasa malas, akhirnya aku bangun juga. Temanku masih bergulung dengan bantal dan selimutnya. Wah nyenyak sekali dia pikirku.
Aku keluar kamar, melihat sekeliling. Masih sepi. Orang-orang memang mulai terlihat beraktifitas namun tidaklah banyak, diantara mereka ada yang membersihkan halaman, menyapu rumah dan sekedar jalan-jalan. Sementara diselingan waktu aku mencoba buka laptop dan menghidupkannya. Waduh… low battere. Terpaksa aku harus permisi kepemilik penginapan untuk mencarger laptop supaya bisa digunakan kembali.
Aku pergi menemui pemilik penginapan, permisi dan akhirnya laptopku bisa di on kan lagi. Asik pikirku.
Beberapa saat kemudian aku melihat keluar kamar dan menilik kearah matahari. Langit Jogja pagi ini cerah, tiada kabut apalagi gerimis hujan. Aku dan rekanku pergi menunggang sepeda motor dan mengarahkan perjalanan kami ke Gardu pandang Merapi. Terlihat orang-orang sudah ramai berada disana. Ada yang sekedar jalan-jalan. Ada keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan dua anaknya. Ada pasangan, dan bahkan ada yeng menginap menggunakan tenda. Hebat juga pikirku, mereka menginap dialam terbuka menggunakan tenda, mereka bisa berhemat. Salut deh.
Lingkungan digardu pandang merapi memang asik, daerah itu dirancang khsus untuk jadi objek wisata bagi pengunjung yang ingin melihat gunung merapi. Saya dan teman saya melangkah dengan gontai, mengasikkan diri dengan suasana pagi. Saya mengeluarkan kamera pocket digital dari saku dan jebrat jebret dengan aksi ala anak muda zaman ini. Beberapa objek termasuk gunung merapi yang sedang mengeluarkan asap juga menjadi sesuatu yang indah dan asik. Akupun tidak mau ketinggalan menggunakan kesempatan itu untuk mencuri objek cantik dari para gadis pengunjung tempat itu. –harap maklum, sebagai seorang jombloan saya harus cukup puas dengan menikmati keindahan wanita hanya dengan melihatnya saja-.
Aku dan temanku melanjutkan perjalanan kebagian atas daerah kaliurang. Motor kami parkirkan ditempat parkir wisata tadi. Kami jalan kaki, bergabung dengan beberapa orang lain yang juga bergontai ria menikmati suasana pagi dikaliurang. Alangkah asiknya mentari pagi dan suasana pergantian tahun disini pikirku. Aku melihat beberapa rombongan juga keluar dari peraduan mereka, berjalan dengan amat senangnya dan menikmati suasana pagi itu. Diseberang jalan sambil terus melangkah aku melihat seorang gadis berjalan sendirian, menikmati musik dan sepertinya sangat enjoy dengan kesendiriannya. Terlihat cukup cantik, namun dia tidak melirik kearah aku dan temanku bahkan kebeberapa orang lain yang lewat juga tidak diliriknya. “Mantap juga cewek itu” celetukku ala bahasa Kalimantan kepada temanku. Oh iya, aku lupa cerita, tadi aku sembat ambil gambarnya secara diam-diam, maklum paparazi amatiran. Hasilnya cukup oke.
Setelah letih dengan berkeliling jalan kaki dipendakian beraspal sepanjang jalan, aku dan temanku kembali keparkiran dan kembali kepenginapan. Cukup untuk pagi ini pikirku.
Istirahat dipenginapan sekitar satu setengah jam semejak berputar ria tadi, aku dan temanku kemudian berangkat pulang menuruni peraduan menuju Jogja. Tentu saja saya harus keloket penjaga dulu untuk membayar tagihan karena kami menginap disitu. Setelah membayar dan berbasa basi sedikit barulah kami tancap gas benar-benar menuruni kawasan wisata Kalioerang. Syukur… Amin… aku bisa menikmati pergantian tahun di 2007 ini dengan suasana yang berbeda. Itu semua adalah berkat karyaku selama ini. Penulis dengan beberapa karya buku termasuk kategori laris. Bisnis minuman tradisional. Dan beberapa bisnis sampingan yang terkadang memberiku bonus.
Aku berharap tahun 2008 ini aku bisa meraih semua hal yang aku inginkan. Merealisasikan rencana yang telah aku tulis dan berhasil. Aku ingin tahun ini kembali menikmati pergantian tahun dengan suasana yang berbeda ditempat yang berbeda tentulah dengan tujuan-tujuan yang lebih baik lagi. Semoga!!!

Nistains Odop, Kawasan Wisata Kaliurang, Jogjakarta 01-01-2008

Selalu ada harapan dihari baru

Hari ini manusia diseluruh dunia merayakan pergantian tahun, sesuatu yang tiap tahun terjadi dan berulang. Entahlah, apa karena semangat tahun baru memberi sebuah harapan, ataukah tahun baru adalah seremonial saja. Bagi manusia-manusia yang mengerti akan nilai pergantian tahun, mereka akan berdiri memandang kedepan, berteriak lantang dan menyatakan “Tahun Baru Menuju Perubahan”.
Itulah dengungan sorakan lantang yang bisa kita lontarkan ketika pergantian tahun. Tahun ini 2008 adalah saat pertama saya mengetik angka 2008 dikomputer pada tanggal permulaan tahun. Sebuah cahaya dari langit memancarkan harapan-harapan baru untuk melihat kehidupan sebagai sebuah anugerah dan kesempatan. Bersyukurlah kita karena masih bisa merasakan hari baru ini.
Dalam keheningan bercampur hiruk pikuk keramaian, kita bersemedi sesaat, menerima keberadaan diri, meneruskan aroma pikiran dan melihat kebelakang apa yang telah terjadi.
Tentu sangat banyak sekali perubahan dalam proses sepanjang 2007 lalu. Catatan satu dua lembar saja sepertinya tidak akan cukup untuk menorehkan apa esensi dari kemajuan dan keterpurukan yang telah kita lalui. Seandainya kita bisa menarik kembali waktu untuk diulang, kita akan menyatakan niat terbesar kepadanya demi menambal borok-borok dan kegagalan masa lalu. Tapi, entahlah mengapa semua itu tidak akan mungkin bisa diputar ulang? Sang Pencipta dan alam memang tidak mengizinkan demikian.
Seraya terus berharap akan adanya kemajuan, kita melihat seterang cahaya menuju makna kehidupan. Perjalanan dahulu, satu tahun dengan segenap cerita jatuh bangunnya memberi pelajaran berharga untuk dijadikan kamus keberhasilan. Tidak ada yang instan, demikian pikiran kita menunjukkan kebijaksanaan dari perjalanan hidup kemarin.
Harapan selalu ada dan mampu memberikan amunisi baru sebagai sebuah torpedo yang meluncur dengan dahsyat. Hanya saja terkadang terpedo itu terhalang dalam gelombang lautan dan menyebabkan arahnya tidak selalu lurus. Catatan akhir tahun selalu diisi dengan tema perubahan dan perbaikan. Berdoa, bersemedi dan menyatakan cinta bagi masa depan dihadapan sang Pencipta.
Semoga pergantian tahun ini memberi kita sebuah harapan nyata dan kegamblangan tujuan. Bukan kegamangan.

Salam dihari baru 2008.

-Nistains Odop, dari perhentian tahun 2007 di Kalioerang - 01-01-2008.

27 December 2007

Rumah Minimalis











Desain Rumah Minimalis by Nistains Odop
Konsultasi desain di 02747192628

22 November 2007

Tips Agar Penulis Produktif

Seorang sahabat mengirim email kepada saya yang isinya tentang bagaimana agar tetap produktif dalam menulis. Sahabat saya ini belum bisa konsen menyelesaikan naskah bukunya karena kesibukan yang sangat menyita waktu. Saya memahami betul aktivitas dan keterbatasan waktu yang dia miliki, yang tentulah berdampak pada penelantaran naskah buku. Saya ingin berbagi kepada pembaca sekalian melalui blog ini tentang beberapa tip agar produkif menulis. Semoga bermanfaat.

Kesibukan memang membuat konsentrasi kita pecah yang tentu saja berdampak pada produktivitas menulis juga menurun. Mungkin hal itulah yang sekarang dihadapi rekan-rekan sekalian. Sibuk, Capek, kurang waktu untuk memperdalam topik naskah (study pustaka, surfing internet atau diskusi seputar naskan garapan) dan tentu tidak konsentrasi jika kita hendak memulai menulis. Saya ingin share beberapa tips agar tetap produktif dalam menulis.
Biasanya saya bangun lebih pagi. Saya bangun jam 04.30. Dan langsung menghadapi naskah. Pagi hari ketika bangun, konsentrasi pikiran bisa cukup tinggi dan kita bisa langsung menggarap naskah buku. Bisa menyelesaikan satu atau dua halaman saja sudah cukup untuk hari itu. Yang penting ada hasilnya. Saya korbankan kebiasaan yang biasayanya saya bangun jam 06.30 atau malahan jam 08.00.
Hehehehe... mungkin anda ketawa yach karena saya bangun jam segitu. Tapi itulah asiknya jadi penulis, kita bisa tidur dan bangun jam berapa pun.
Membawa catatan dan menulis apapun ide ketika ide itu muncul. Terkadang saat berjalan ide kita muncul, bahkan maaf, saat dikamar kecil saya mendapatkan inspirasi judul dan tema buku yang lebih menjual. Nah, karena saya selalu siap dengan catatan kecil itu saya langsung menulisnya. Tapi bukan menulis ketika dikamar kecil lho... Sekarang tanpa membawa catatan kecil saja bisa, yakni dengan mencatatnya di HP dan langsung save aja ide kita sudah aman.
Gali Ide dari waktu yang paling singkat. Gimana caranya? Baca buku dalam waktu singkat saja sesuai topik naskah kita. Ini untuk menyiasati waktu anda yang sangat terbatas. 15 menit saja waktu bagi anda membaca sudah cukup agar ide tersebut tergali. Dan yang anda dapatkan sebaiknya dicatat, atau setidaknya buku yang dibaca tadi ditandai. Entah dengan melipatnya atau apapun cara anda agar ketika anda ingin melihat halaman yang anda baca tadi bisa langsung menemukan inti bahasannya.
Targeting atau menentukan time limit. Penulis itu bekerja/berkarya tanpa bos, tanpa ada yang mengatur dan memarahi maksud saya. Nah, ini bisa menjadi satu poin kelemahan. Disinilah biasanya kita tidak bisa menyelesaikan naskah sesuai waktu yang diinginkan. Saya selalu menggunakan target waktu dalam menyelesaikan naskah. Rata-rata dua setengah bulan untuk satu naskah saya. Time limit ini untuk menyiasati keteledoran kita yang selalu 'menunggu nanti', baru menyelesaikan naskah yang ada. Keteledoran itu menyebabkan naskah menjadi gersang dan dibiarkan begitu saja sehingga jangankan diselesaikan dalam dua bulan, empat bulanpun tidak bahkan ada yang ditelantarkan bertahun-tahun. Kalau sudah begitu ya... tinggal nasibnya saja naskan bersangkutan.
Demikian beberapa tip yang bisa saya share kan kepada anda. Saya juga sebetulnya cukup sibuk -walaupun terkadang kesibukan yang tidak produkif- namun berbekal beberapa tip dari penulis kenamaan seperti orang-orang dimilis penulis best seller, saya masih bisa mengejar target untuk naskah-naskah baru. Saya bersyukur sekarang memiliki komputer yang bisa dibawa kemanapun selain PC dikamar. Jadi saya bisa bawa kemana saja barang itu, sehingga ketika saya punya waktu satu atau dua jam lowong disebuah tempat, saya bisa langsung ngapelin naskah.
Okk. Gitu aja yach, smoga bermanfaat.

-Lampu akan kelihaan terang jika dia berada dikegelapan-

20 November 2007

Aset PIKIRAN Manusia

Gagal atau berhasil adalah dua hasil produk pikiran manusia.
Kita mau memilih yang mana semuanya tergantung kita memadangnya. Hasil pikiran baik atau buruk - gagal atau berhasil. Itu saja.

“Mereka mengabaikan karya Tuhan, dan membiarkan khayalan mereka mati”. Demikian kotbah seorang imam di salah satu stasiun radio yang pernah penulis dengar.
Di Bali ada pengobatan alternative dengan cara tertawa, banyak orang disembuhkan dengan terapi ini. Mulai dari penyakit akut seperti kanker, kecanduan obat terlarang, stress berat hingga penyakit yang belum bisa disembuhkan dengan pengobatan moderen. Pemandu terapi berkata kalau sesungguhnya Tuhan menciptakan semua lengkap dalam diri manusia. Bahkan pengobatan penyakitpun ada dalam diri manusia itu sendiri.
Satu masalah yang banyak muncul melingkupi diri kita, yakni mengabaikan potensi pikiran. Banyak manusia telah mengorbankan kekuatan pikiran mereka dan membiarkan asset berharga ini memikirkan hal-hal tidak berguna. Mereka tidak menyadari kalau potensi sebenarnya ada dalam otak mereka sendiri. Manusia memang cenderung bertindak semau gue tanpa mau sedikit ekstra mengolah pabrik pikirannya dan menghasilkan produk berkualitas dari diri mereka.
Efeknya, manusia dengan enteng berlomba mencari cara paling mudah untuk mendapatkan sesuatu. Itulah sebabnya mengapa seorang pria rela menikah dengan janda tua kaya yang sudah sekarat diujung maut. Seorang gadis muda cantik menjadi matree karena berharap akan mendapat pesangon berlimpah dari pria hidung belang. Dan para pecundang politikus busuk menyuap untuk memenangkan pemilu.
Pikiran manusia ibarat komputer yang diprogram oleh pemiliknya. Andai kata sebuah program Komputer dimasukan perintah negative dan virus penghancur maka hasilnya tidak lain program tersebut akan menjadi senjata pemusnah diri sendiri.
Orang lain boleh saja melarang kita melakukan sesuatu yang bagi mereka tidak mungkin, tatapi yang paling mengetahui hal itu baik-buruk adalah kita sendiri. Orang lain mungkin akan berkata “jangan lakukan itu karena kamu akan gagal”. Yang lain berucap begini “tindakan kamu konyol dan tidak masuk akal, itu tidak mungkin terjadi”. Mereka menelurkan produk pabrik pikiran yang negative untuk anda dan anehnya anda mengikuti saran konyol itu. Akibatnya anda tidak berani melakukan apa yang anda pikir mungkin.
Kegagalan dan keberhasilan adalah dua produk pikiran manusia. Kita mau memilih yang mana semuanya tergantung pribadi masing-masing karena saya yakin tidak ada yang bisa mempengaruhi pemikiran kita. Bukankah lebih baik memperoleh yang terbaik dari pada hanya mendapatkan yang baik?
Jika kita telah menyadari kekuatan pikiran bisa membuat kita berhasil atau tidak mengapa tidak digunakan dengan baik???
Pikiran bisa diprogram sesuai yang diminta pemiliknya.
Pikiran membuat manusia mampu bertindak.
Pikiran adalah sumber utama yang mengatur masa depan manusia.
Pikiran membuat manusia maju dan berkembang.
Pikiran mampu mengontrol semua pekerjaan Anda.
Pikiran mampu mengangkat derajad kehidupan manusia
Pikiran membuat anda GAGAL.
Pikiran menjerumuskan keluarga anda.
Pikiran membuat anda malas dan bodoh.
Pikiran menjadikan anda manusia super sibuk.
Pikiran telah menjatuhkan anda dan anda dikecam.
Pikiran bisa menghancurkan anda.

Itulah Produk dari pikiran.
Apa yang kita temukan dari produk pikiran itulah realitas kita.

08 November 2007

KEBERHASILAN ITU BUAH KRISTALISASI KERINGAT


Ket Gambar: Penulis bersama Pastor Maessen (tengah) dan AL. Yan Sukanda (kanan), dua peraih penghargaan kebudayaan nasional 2007, yang diserahkan oleh menteri kebudayaan dan pariwisata di Prambanan Jogjakarta.


Saya teringat dengan cerita sukses si Tukul Riyanto Arwana yang akrab dipanggil Tukul. Dengan ucapan entengnya “kristalisasi keringat”, Tukul Arwana mencoba mengingatkan kita akan proses perjalanan panjang perjuangannya untuk benar-benar meraih keberhasilan. Hanya berbekal ijazah SMU dengan nilai yang pas-pasan tentu saja bayangan meraih kehidupan yang berkecukupan dan melimpah sangat jauh dari perkiraan kita. Si Tukul mencoba menentang kerasnya kehidupan di Jakarta, melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal. Menjadi sopir angkutan umum, ikut menjadi pelawak dari satu kampung kekampung lain, dari peran figuran hingga menjadi tokoh utama.
Perjalanan Tukul panjang sekali, sebuah proses “kristalisasi keringat” yang menguras energi dan tenaga, kadangkala dia harus merendahkan harga dirinya. Tukul mematahkan persepsi buruk akan ketidakberhasilan, dia berusaha memaksimalkan potensi dirinya sebagai pelawak metropolis yang menyanjung kehidupan “ndeso” dalam balutan segar yang disenangi banyak orang. Dari proses perjalanan dan perang terhadap keterbatasan diri, Tukul menjadi sosok yang dipandang berhasil luar biasa didunia hiburan lawak negara ini. Tukul telah melakukan metamorfosis diri dengan memaksimalkan kemampuan kecilnya sebagai seorang pelawak. Seseorang yang telah mencapai semua keinginannya biasanya mengalami perubahan mental, pola pikir, gaya hidup dan cara bertindak, dan Tukul Arwana yang dikenal lugu dan kocak pada awalnya, telah meraih tingkat kepercayaan diri pada fase ini.
Kita semua tahu, perjalanan hidup memang panjang dan melelahkan, dan kita semua tahu bahwa hidup ini adalah perjuangan tiada akhir. Hidup merupakan persoalan perjuangan dan dia akan berakhir ketika kita menyerahkan nafas terakhir pada kehadirat Yang Maha Kuasa. Berusahalah menghargai kehidupan ini dengan menerima setiap proses dan pukulan secara lapang dada, jangan terpuruk mental disaat terpaan badai kehidupan menimpa Anda, jangan menangis pilu takkala kesedihan terbesar menghampiri. Inilah jalur yang harus ditempuh dan Tuhan membuat jalur itu benar adanya bagi masing-masing orang, terimalah sebagai anugerah terindah dalam hidup.
Saya teringat mengenai cerita orang kaya Vietnam Le Van Vu yang pernah saya tulis dalam buku pertama saya (Multi Level Marketing plus) terbitan Andi Offset. Sebagai orang terkaya dinegara tersebut pada masa perang, Le menjadi incaran pejabat dan penjajah karena kekayaannya. Ayahnya dibunuh, kekayaannya dirampas pemerintah dan dia menjadi orang kerdil yang menderita lahir batin. Le pernah hendak bunuh diri karena tidak kuat menerima kenyataan hidup yang paling dahsyat tersebut. Kemudian Le Van Vu dan isterinya pindah dari Vietnam ke Amerika melewati perjalanan laut dan mencoba memulai kehidupan baru dinegara ini dengan semangat dan peruntungan baru. Mereka tidak memiliki apa-apa ketika tiba di Amerika dan bekerja dengan salah satu saudaranya disana. Dengan perjuangan luar biasa, Le Van Vu dan isterinya bisa melanjutkan hidup dan berusaha bangkit kembali mendapatkan kehidupan mereka yang layak.
Kehidupan memang mendidik manusia dengan kejam, namun kehidupan juga memberikan peluang baru bagi manusia untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Semoga cerita heroik tadi bisa memberi Anda semangat baru untuk berjuang bangkit kembali dan meraih keberhasilan. “Jadilah seseorang yang terbuka terhadap kemungkinan. Segelap apa pun tampaknya keadaan atau memang segalanya serba gelap, pandang dan lihatlah kemungkinan-kemungkinan baru, carilah selalu karena semua kemungkinan itu ada.” Demikian kata Norman Vincen pale.

29 October 2007

Selamat Hari Sumpah Pemuda


Kita ingin mengukuhkan:

Melangkah Pasti Menuju Perubahan!

Bangkitkan Semangat Muda

Bulatkan Tekad dan Komitmen Menuju Indonesia Baru

-Nistains Odop-

Kuliah Sebagai Investasi Untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup


Oleh: Yohanes M.V. Mudayen*


Apa yang membuat seseorang itu sukses dalam dunia kerja nyata? Apakah kesuksesan dalam dunia kerja itu ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) yang nyaris empat? Atau kesuksesan itu ditentukan oleh wajah yang menarik? Atau mungkinkah kesuksesan itu ditentukan oleh sebuah keberuntungan? Atau mungkin karena calon mertua adalah seorang pengusaha terkenal?
Menurut survei yang diterbitkan oleh National Association of Colleges and Emlpoyers (NACE) tahun 2002 di Amerika Serikat, dari hasil jajak pendapat 457 pengusaha, diperoleh kesimpulan bahwa Indeks Prestasi (IP) hanya urutan ke-17 dari 20 kualitas yang dianggap penting dari seorang lulusan sebuah universitas. Lalu, kualitas apa yang paling penting? Ternyata kualitas yang bertengger di urutan teratas justru hal-hal yang seringkali dianggap sekedar ”basa-basi” ketika tertera dalam iklan lowongan kerja, misalnya kemampuan berkomunikasi, integritas, dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
Kualitas-kualitas yang tidak terlihat wujudnya (intangible), namun sangat diperlukan ini disebut juga kemampuan berinteraksi sosial (soft skills). Entah Anda bekerja pada orang lain (pegawai) maupun membuka usaha sendiri (wirausahawan), soft skills akan sangat berguna. Apapun pekerjaan yang Anda geluti kelak, Anda harus belajar beradaptasi dengan pekerjaan itu. Bahkan sejumlah perusahaan menyediakan masa training untuk mengajari para karyawannya tentang hal-hal mendasar yang harus dikuasai agar bisa bekerja dengan baik dalam perusahaan tersebut.
Lalu dalam perkuliahan yang berfungsi sebagai investasi masa depan, kualitas manakah yang pernah dilatihkan? Apakah perkuliahan hampir tidak membekali para mahasiswa dengan soft skill? Sebetulnya tidak juga. Ada beberapa kualitas pribadi yang secara langsung maupun tidak langsung terbentuk melalui perkuliahan. Sebagai contoh, kualitas dalam hal kemampuan berkomunikasi diwadahi dalam berbagai perkuliahan dengan metode presentasi, diskusi kelompok, simulasi dan tanya jawab. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sejumlah kualitas pribadi lainnya memang tidak terakomodasi dalam kurikulum akademik, misalnya seorang mahasiswa yang sangat pandai dengan IP nyaris 4 bisa saja tidak ramah dan sukar bekerja sama dengan orang lain.

Mengasah Soft Skills
Menurut pengamatan penulis, ada tiga kategori mahasiswa yaitu: (1) mahasiswa yang hanya berfokus pada akademik (hard skills); (2) mahasiswa yang terlalu berfokus pada organisasi kemahasiswaan (soft skills) dan (3) mahasiswa yang menjaga keseimbangan keduanya (hard skill and soft skills). Lalu pertanyaan lebih lanjut, bagaimana cara mengasah soft skills? Untuk bisa mengasah soft skills, seorang mahasiswa idealnya memiliki kehidupan yang seimbang antara aktivitas akademik dan non akademik. Mahasiswa sebagai ”agent of change” perlu menjaga keseimbangan antara pengoptimalan kemampuan analitis akademik (hard skills) dengan kemampuan interaksi sosial (soft skills). Dengan kata lain, mahasiswa perlu memadukan keunggulan akademik dan nilai-nilai humanistik. Keunggulan akademik diperoleh dengan optimalisasi kemampuan akademik mengeluti materi perkuliahan sedangkan keunggulan dalam nilai-nilai humanistik diasah lewat keterlibatan aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, ketika lulus kuliah, yang diperoleh bukan sekedar gelar sarjana saja, tetapi peningkatan kualitas diri sehingga memiliki daya saing ketika melangkah ke dunia kerja.
Selain itu, dunia kerja membutuhkan bukti nyata bahwa Anda memiliki soft skills komunikasi, integritas, kemampuan bekerja dalam tim dan lain-lain. Manakah yang lebih meyakinkan, Anda mengklaim diri sebagai komunikator yang baik, tanpa bukti, atau Anda mencantumkan sejumlah pengalaman presentasi dan diskusi dalam seminar lokal, regional, nasional dan internasional? Soft skills yang perlu diasah dapat dikelompokkan ke dalam enam kategori yaitu: (1) keterampilan komunikasi lisan dan tulisan (communication skills), (2) keterampilan berogranisasi (organizational skills), (3) kepemimpinan (leadership), (4) kemampuan berpikir kreatif dan logis (logic), (5) ketahanan menghadapi tekanan (effort), (6) kerja sama tim dan interpersonal (group skills) dan (7) etika kerja (ethics).

Blue Ocean Strategy
Dalam kenyataannya, tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang kurang percaya diri saat mengajukan lamaran kerja. Mereka terlalu berfokus pada berbagai kelemahan yang melekat pada dirinya sehingga sulit untuk menemukan kelebihan tertentu yang bisa ditonjolkan. Orang-orang seperti perlu ”berkenalan” dengan strategi laut biru. Strategi laut biru (blue ocean strategy) adalah sebuah strategi untuk mendapatkan pasar dengan cara membuat pasar baru yang tidak banyak ”pemain”. Dalam konteks tulisan ini, strategi laut biru (blue ocean stategy) menunjuk pada strategi yang ditempuh oleh mahasiswa dengan kemampuan akademik tidak terlalu cemerlang untuk bisa lolos seleksi dalam dunia kerja dengan cara menunjukkan kelebihan yang ada pada dirinya. Hal ini sejalan dengan prinsip ”lifelong education”. Prestasi akademik yang pas-pasan menuntut konsekuensi untuk mengasah kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang memiliki prestasi akademik tinggi. Strategi laut biru menuntut kreativitas dan kemampuan menciptakan kesempatan. Namun sekali kesempatan itu tercipta, maka peluang untuk menang lebih besar daripada pejuang-pejuang di laut merah (red ocean strategy) karena pemain strategi laut biru bermain di lahan yang sedikit saingannya. Analoginya sebagai berikut: ketika orang-orang di laut merah saling berebut dan bersaing jualan mie ayam, si pemain laut biru berjualan es jeruk. Sementara Eric, Krismal, dan Inus yang sama-sama berjualan mie ayam mati-matian menurunkan harga untuk menarik pembeli, Lelek duduk manis menunggu pelanggan membeli es jeruk sehabis makan mie ayam tanpa harus ikut-ikutan menurunkan harga karena tak ada saingannya berjualan es jeruk.
Akhirnya tampak jelas bahwa perguruan tinggi memberi kontribusi untuk membentuk pribadi mahasiswa keseimbangan antara keunggulan akademik (hard skills) dan kemampuan interaksi sosial (soft skills). Di lain pihak, para mahasiswa juga perlu memikirkan sejak dini kelebihan-kelebihannya selain dari aspek akademik sehingga para mahasiswa yang memiliki kemampuan pas-pasan pun bisa sukses dalam dunia usaha baik sebagai pegawai maupun wirausaha. Semoga bujang-dara yang telah menimba ilmu dapat mengimplementasikan hard skills dan soft skills yang dimilikinya.

*) Yohanes Mudayen adalah dosen di Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, asal Kalbar.

24 October 2007

Yang Muda yang Nggak Dipercaya

Sebuah harian nasional terbitan selasa 16 Oktober 2007 memuat delapan tokoh nasional yang kemungkinan besar akan maju pada pemilihan umum presiden 2009 mendatang. Kedelapan tokoh tersebut menurut poling harian bersangkutan yang dilansir dari hasil survei lembaga survei Indonesia september-oktober 2007 dengan metode pertanyaan perbuka (top of mind) masih jauh dari harapan publik. Dari hasil jajak pendapat yang dilansir, perolehan suara responden yang tertinggi hanyalah 29% untuk tokoh yang masih dianggap mampu memimpin, sementara yang lain, responden hanya memilih 9%, 4%, 3% bahkan ada yang hanya 0,5%. Suara dan keraguan pun serta merta bagai gaung bersambut, dari kedelapan tokoh yang dimuat diharian tersebut sepertinya opini publik tidaklah terlalu antusias dan berharap banyak akan terjadi perubahan baru dalam pemerintahan jika salah satu dari kedelapan tokoh tersebut terpilih.
Suara perubahan yang diharapkan mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik sepertinya masih menjadi harapan saja, tanpa sebuah keyakinan menuju kepastian. Persoalan sebetulnya bukan karena bangsa ini tidak bisa diubah, melainkan karena para tokoh tersebut adalah muka-muka lama yang beberapa diantaranya pernah memimpin negeri ini dan belum terbukti ampuh melakukan perubahan yang signifikan. Kemudian kalau dilihat dari segi umur, juga tampak mereka adalah orang-orang lama yang masih memegang tradisi sulit melakukan perubahan radikal karena kultur lama yang masih kuat, sementara disisi lain, peluang untuk para pemimpin yang lebih muda sepertinya tidak diberi kesempatan untuk muncul. Inilah persoalan yang sebetulnya cukup konyol, ketika deru perubahan itu didengungkan dari berbagai sisi kehidupan, tokoh yang diharapkan menjadi mentor perubahan diposisi atas tersebut sulit melakukannya. Mungkin muncul sebuah pertanyaan, apakah persoalan yang dihadapi dinegeri ini terlampau banyak? Apakah karena persoalan yang begitu banyak para pemimpin pusing dan tidak punya power untuk mengurusnya? Sebetulnya disetiap elemen pemerintahan sudah tersedia sumber daya manusia yang berkompeten untuk mengurus masing-masing departemen. Yang menjadi persoalan adalah, apakah antara pemimpin puncak dengan bawahannya satu visi untuk benar-benar memperbaiki negeri ini dari carut marut keterpurukan? Apakah mereka mampu menyingkirkan kepentingan politik dan lebih mengutamakan kepentingan negara yang dalam hal ini memerlukan tokoh pengubah?
Saya jadi teringat pesan sebuah iklan ditelevisi yang mengatakan “Yang muda yang nggak dipercaya”. Maksudnya apa sih? Itulah permasalahan dinegara ini, manusia baru, yang dengan semangat baru dan mengetahui pentingnya perubahan serta memiliki kapasitas untuk mengubah, selalu tidak diberi kesempatan. Bahkan sebisanya orang-orang muda jangan dikasi peluang karena bisa memusingkan kepala status quo dan menjadi kompetitor baru, sehingga persoalan persaingan politik menjadi lebih berat. Kalau begitu, Bisakah Mengubah Indonesia?

21 October 2007

Kejar -tayang- Nih



Hai para blogger, thanks y udah mau "ngetok pintu" blog gw ini. Skarang gw lg ngejar deadline untuk buku terbaru, doain aja ya supaya selesai pada waktu yg gue jadualin. Gw mohon maaf kalo blm sempat "nyenggol" Anda semua, nnti kalo udah agak longgar gw berkunjung dech.

Thanks buat Bung Agus R, Hanz Pramana, Iman dkk. Keep Contact ;-) yup. Syaloom for all.

17 October 2007

Membuka Pintu Perubahan

Siapa yang menutup pintu wajib membukakannya kembali untuk meyambut mentari pagi. Siapa yang menutup pintu hati dan pikirannya akan tinggal selamanya dalam kegelapan.
Rhenald kasali
……………………....


Saat kita menghirup udara kita merasakan ada sebuah kesempatan hidup yang diberikan Sang Pencipta, saat kita melihat cahaya mentari pagi muncul diufuk timur kita sadar hari baru telah tiba. Kita membuka pintu rumah, melihat sekeliling, dan menyambut kehidupan dan hari baru tersebut. Anugerah kehidupan telah datang dan kita masih layak berada ditempat dan disaat dimana kita berdiri, ini adalah rahmat. Bagaimana kita sebaiknya memanfaatkan rahmat kehidupan tersebut? Bukalah hati dan pikiran kita untuk melihat segala berkat dan rahmat dari sang pencipta. Kehidupan, mentari pagi, kesempatan, peluang, kebahagiaan, kesedihan, perubahan, semuanya terbalut dalam satu rangkaian dan menjadi proses perjalanan dari hari kehari.
Janganlah menutup pintu hati dan menguncinya rapat-rapat, ingat bahwa kesempatan untuk berubah itu sama halnya dengan momen ketika kita bangun dipagi hari dan tetap menghirup udara. Kita membukakan pintu rumah dan melihat sinar surya memancar, kita sadar bahwa kita masih hidup dan bertahan sampai detik itu.
Barang siapa yang menutup pintu hatinya dia akan berjalan dalam kegelapan, walaupun diluar tampak begitu terang dia akan tetap berjalan dalam kegelapan tadi. Dia telah membatasi dirinya dengan membangun tembok tinggi dan tidak membiarkan tembok itu dirobohkan untuk diganti dengan tembok baru yang lebih indah dimasanya. Dia melepaskan kesempatan-kesempatan yang ada dengan menutup mata pada apa yang terjadi disekelilingnya dan membiarkan dirinya seperti itu.
Perubahan adalah sesuatu yang terjadi setiap saat dan ada disekeliling kita, apakah kita membuka pintu hati untuk melihatnya dan turut serta dalam perubahan itu? Jawablah untuk renungan kita hari ini. Saya harap kita tidak membangun tembok tinggi sehingga cahaya matahari masih tetap nampak indah dan kita tahu ada perubahan dalam pergerakan dunia ini.

12 October 2007

Mengubah Prespektif




Don’t wait til tomorrow what you can do today


Untuk berubah total seseorang perlu mengubah perspektif mereka, bukan masalah-masalah yang menimpa. Ketika konsentrasi tertuju pada banyaknya persoalan dan bukan pemecahan, pencarian jalan keluar biasanya menemui jalan buntu.

Angin perubahan terjadi bila kita cermati apa yang dilakukan orang-orang yang mampu mengatasi setiap persoalan hidup mereka, mulai dari persoalan yang ringan hingga yang terberat. Mereka mulai memfokuskan pada change DNA, yakni unsur pembawa sifat berbentuk molekul yang menyimpan informasi tentang gen seseorang menuju sebuah perubahan. Informasi yang ada di DNA yang mencatat kode-kode perubahan ini disimpan dalam bentuk sandi berupa kode genetik. Mereka sangat yakin bahwa untuk berubah mereka memerlukan pemikiran untuk menata DNA dengan baik sehingga perintah-perintah berupa sandi perubahan tersampaikan dan terdorong keluar sehingga ada output yang menciptakan perubahan dalam diri mereka.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh salah satu perusahaan konsultan terkemuka Booz/Allen/Hamilton antara Desember 2003 dan November 2005 yang melibatkan responden sebanyak 30.000 dan mewakili 23 industri di 100 negara merupakan salah satu penelitian yang memfokuskan pada isu DNA untuk mengukur tingkat kesehatan dari setiap perusahaan. Hal ini justru memperlihatkan arah kecenderungan dan keyakinan yang semakin mengental di kalangan para konsultan bisnis dan praktisi terhadap peran dan pengaruh dari DNA organisasi dan individu terhadap perubahan.
Dalam kasus yang sering kita hadapi, DNA bisa membantu perubahan dan jalan keluar ketika kita memerintahkan kode generik untuk mencari persoalan pribadi dan mengeluarkannya dengan sebuah solusi yang terbaik. Persoalan yang sering terjadi adalah, kita sering ambigu dalam menentukan persoalan mana yang harus diprioritaskan untuk diselesaikan dengan segera. Ketika kebingungan itu merajalela bukan penyelesaian masalah yang kita dapatkan, melainkan sebuah perintah yang membuat kita tidak yakin akan penyelesaian persoalan tadi. Cara untuk mensiasatinya adalah dengan menekan tombol penyelesaian masalah pada DNA kita, dengan hasrat yang kuat dan pikiran yang positif, DNA tadi akan mengeluarkan perintah dan membantu mencarikan jalan keluar yang terbaik, saat itulah aura perubahan terjadi.

10 October 2007

INDAHNYA MEMAAFKAN DI HARI YANG FITRI

Dalam sekian tahun perjalanan hidup kita di dunia yang indah ini, pasti kita pernah mengalami yang namanya "disakiti" oleh orang lain; baik secara fisik maupun mental (perasaan). Karena kita adalah makhluk sosial maka kita tidak bisa tidak meski bergaul dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki beraneka ragam kepribadian. Dari interaksi inilah mungkin sekali kita pernah "tersakiti". Jika yang disakiti adalah fisik kita, mungkin esoknya sudah sembuh. Namun jika yang disakiti adalah hati kita, akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. Bahkan tidak sedikit manusia yang membawa luka hatinya sampai mati; sungguh mengenaskan! Luka hati ini biasanya akan berbuah "dendam" yaitu amarah yang terpendam.
Memang wajar bila perasaan kita disakiti oleh orang lain maka kita akan sakit hati, dan lebih parah lagi menjadi pendendam sejati. Apakah menyimpan dendam itu baik? Tentu tidak! Bahkan bisa dikata: bahaya. Terus, apa dong bahaya mendendam?
Adi W.G., seorang pakar mind technology dan ahli hypnotherapy menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk maju dan berkembang karena energi psikis mereka terkuras untuk mempertahankan emosi marah dan dendam pada seseorang. Emosi negatif yang tetap "dipelihara" dengan sangat tekun ini ia sebut dengan vampir energi psikis.
Demikian mengerikan pengaruh dari emosi marah dan dendam pada diri kita. Kita selama ini mengira bahwa dengan mendendam orang yang pernah menyakiti kita, itu akan menjadi balasan yang setimpal. Ternyata kita salah karena justru kitalah yang jadi makin menderita sendiri.
Lalu agar kita bisa bebas dari belenggu dendam yang jadi vampir energi psikis kita itu bagaimana caranya?
Caranya mudah, tapi juga susah¦ Mudah, karena kita tinggal meneladani akhlak Nabi Muhammad saw ketika beliau dihina, diludahi, dilempari batu atau kotoran onta, bahkan hendak dibunuh oleh orang-orang kafir ketika Islam baru turun ke bumi (masa awal Nabi berdakwah). Apa itu? Ya, benar¦ Jawabnya adalah dengan MEMAAFKAN! Beliau selalu memaafkan mereka dengan tulus, bahkan beliau menengok orang yang sering meludahinya ketika ia sakit sehingga si kafir itu masuk Islam melihat betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad saw yang begitu agung tersebut. Beliau adalah sosok teladan yang paling pemaaf. Kemuliaan akhlaknya begitu memukau sehingga berbondong-bondong warga Arab masuk Islam.
Tapi kenapa "memaafkan" itu susah? Ya, karena kita selalu mencari pembenaran kenapa kita harus marah dan dendam. Kita selalu merasa berhak dan pantas marah/dendam kepada orang yang menyakiti kita tanpa pernah mau mencoba melihat sesuatu yang menyakitkan itu dari sudut pandang yang berbeda. Coba sekali-kali kita berpikir dari sudut pandang orang yang menyakiti kita, mungkin kita akan bisa bersikap lebih obyektif. Tapi kata-katanya sungguh menyakitkan? Tapi ia telah menghina saya? Tapi ia telah berkhianat? Tapi ia benar-benar tak berperasaan? Tapi? Tapi? Kita bisa mencari seribu alasan lain!
Eh, tahu nggak? Sesungguhnya orang lain menyakiti kita sebenarnya karena mereka adalah manusia lemah. Makanya jangan sedih kalau kita disakiti. Kita pantas bersyukur karena dengan mengalami "disakiti" kita mendapat peluang untuk mencontoh akhlak Nabi, yakni memaafkan.
Adi W.G. juga menyatakan bahwa memaafkan tidak berarti kita menyetujui. Memaafkan melibatkan keinginan untuk melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lain - untuk bisa memahami dan melepaskan. Lebih jauh Adi menjelaskan, "Saat kita memaafkan dengan tulus orang yang pernah menyakiti kita, maka yang terjadi adalah kita menyingkirkan vampir energi psikis yang selama ini menyedot energi kita tanpa kita sadari, dan sejak saat itu energi kita meningkat drastis, vibrasi kita meningkat, dan kita mulai memanifestasikan sukses dengan sangat cepat dan mudah."
Dalam Al Qur'an surat Asy Syuura ayat 40, dengan sangat indah Alloh SWT berfirman yang artinya: "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik* maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." Yang dimaksud berbuat baik di sini ialah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita.
Sudahlah kawan, sudah tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak memaafkan. Sebentar lagi adalah Hari Raya Idul Fitri, yang akan menjadi momen yang paling tepat bagi kita untuk memaafkan. Lalu, siapa yang dimaafkan? Pokoknya siapa saja yang pernah--dengan sengaja atau tidak menyakiti kita, baik secara lahir maupun batin. Mungkin dia teman yang pernah mengecewakan perasaan Anda. Mungkin dia mantan kekasih yang mengkhianati Anda. Mungkin dia orang yang pernah menghina atau memfitnah Anda. Atau mungkin juga dia orang yang telah mengubur harapan Anda, yang membuat cinta Anda yang seputih salju berubah menjadi kenangan duka. Maafkanlah semuanya karena maaf itu indah¦
Ada hukum tidak tertulis yang berlaku di alam semesta ini. Apa itu? Hukum itu adalah Hukum Sebab - Akibat atau Hukum Tabur - Tuai yang berbunyi: Apa pun yang kita tabur--melalui pikiran, ucapan, dan perbuatan kita--akan kembali pada kita.
Jika Anda merasa sakit bila disakiti maka jangan menyakiti. Jika Anda sudah terlanjur menyakiti maka minta maaflah. Dan jika Anda sudah disakiti maka maafkanlah! Indah bukan?

Salam Idul Fitri,
AGUS RIYANTO
Penulis Motivasi dan Pengembangan Diri, dapat dihubungi melalui email: agus4ever@gmail.com atau hp: 085227428804

09 October 2007

Keberhasilan Distributor MLM



Novelis kenamaan bernama Virginia Woolf menulis dalam sebuah karya kecilnya (A Room of One’s Own): Yang diperlukan dalam menulis adalah memberikan ruang kosong bagi privacy untuk berkreasi lebih jauh. Biarkan diri Anda bebas berpikir, menulis dan membaca ulang apa yang menjadi tema inti dan mengeksplorasinya secara mendalam. Dengan kata lain munculkan diri Anda menjadi sosok realitas dari pembebasan paling kreatif.

Penting sekali untuk melihat prespektif diri terhadap sesuatu yang asing karena ini bisa memberikan peluang dan kesempatan yang tidak pernah diduga. Membebaskan diri untuk menyelaminya adalah salah satu langkah bijak demi pertumbuhan diri. Memiliki tujuan dan membiarkan diri memikirkan hal-hal yang ingin dicapai dari perjalanan keterlibatan didunia pemasaran jaringan telah memberi ruang gerak pembebas diri dari belenggu-belenggu penghambat, ini memungkinkan seseorang meraih prestasi puncak dari apa yang dia inginkan. Keberhasilan sejati menuntut pembebasan kreativitas untuk meraihnya dalam skala yang independen tanpa tekanan dari pihak luar, sifatnya murni dorongan semangat dari dalam batin untuk meraih keberhasilan. Inilah mengapa kita harus sedikit-banyak belajar dari Novelis Virginia Wolf tadi supaya kita bebas menentukan kreasi sudut pandang terhadap sesuatu.

Perspektif adalah sudut pandang akan sesuatu dari kacamata si penilai, jadi perspektif dalam kontek ini sama saja dengan penilaian terhadap keberadaan bisnis jaringan, perkembangannya dan orang-orang yang terlibat didalamnya. Sekilas pandang melihat sesuatu yang baru, kita hanya akan meneliti kulit luarnya saja tanpa pernah tahu apa isi didalam. Sama lumrahnya ketika seorang pemuda melihat panampilan gadis cantik yang lewat didepannya, dia hanya akan menilai penampilan fisik luar sigadis tanpa pernah tahu isi dan kualitas didalamnya.

Pemahaman masyarakat awam akan keberadaan bisnis jaringan juga demikian bahkan terkesan negatif, mereka menilai bisnis model ini sebagai jual mimpi, cari teman, jualan, ngejar-ngejar orang. Pokoknya sekumpulan perspektif yang kurang enak didengar dan tidak didasari fakta real yang berimbang. Awam hanya menilik kekeliruan dan kesalahan yang terjadi bukannya meneliti lebih jauh akan keabsahan penjualan model ini. Pandangan demikian mirip ekspos buruk seorang selebriti dilayar kaca pada acara infotainmen, dimana si seleb dihakimi tanpa pemirsa tahu keberadaan informasi yang sebenarnya.

Melihat dari luar dan menilai secara emosional memang gampang karena kita bisa mengambil kesimpulan secara cepat, namun demikian prespektif seperti ini bukanlah akurat karena validitas datanya sangat dipertanyakan. Nah, pandangan akan dunia bisnis MLM juga tidak jauh berbeda, orang-orang hanya melihat sepintas lalu tanpa pernah tahu isi perut keberadaan industri bersangkutan. Keberhasilan para distributor dan perusahaan MLM secara finansial mampu mengubah pandangan awam akan bisnis ini sedikit demi sedikit. Bahkan para anggota yang meraih keberhasilan luar biasa dari bisnis ini mengalami metamorfosis penghidupan yang maksimal.