22 March 2009

Menuju Perubahan Bersama AR. Mecer



Di Bangladesh Ada Muhammad Yunus yang mendapatkan Nobel karena mengentaskan rakyat miskin dengan kredit yang mudah diakses. Di Pontianak, ada juga “Muhammad Yunus dari Bumi Dayak. Dialah Anselmus Robertus Mecer, bapak pejuang Credit Union dan “pelaku sejarah hidup” kemajuan perekonomian rakyat Kalbar. Demikian lansiran koran Jawa Pos edisi Juni 2008.Anselmus Mecer, yang lebih gaul disebut AR. Mecer pada awal kariernya adalah seorang dosen FKIP di Universitas Tanjungpura Pontianak. Ia salah satu putra terbaik Dayak kelahiran Menyumbung, Ketapang 27 Maret 1944. Pernah mengenyam pendidikan di IKIP Bandung jurusan Matematika tahun 1978. Dan pernah menjadi anggota MPR dari utusan golongan minoritas Dayak.Kecintaannya terhadap orang Dayak dan perjuangannya untuk mengubah masa depan Dayak tidak diragukan lagi.

Melalui perjuangan panjang dan ulet lebih dari 20 tahun, Mecer dan kawan-kawan berhasil mengembangkan Credit Union Pancur Kasih (CUPK). Bahkan dibawah kepemimpinannya di BK3D (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah), AR. Mecer bersama rekan-rekan tercatat telah membantu pertumbuhan 51 CU yang bernaung dibawah mereka untuk bertumbuh dan berkembang melalui program pengawasan dan pelatihan.Ketika orang bicara CU, pikiran mereka setidaknya terlintas pada sosok yang satu ini. Itulah daya magis seorang AR. Mecer.

Daya magis yang diciptakan melalui sebuah perubahan yang konsisten, melalui perjuangan tanpa henti dan melalui karya nyata. CU telah membantu ratusan ribu keluarga di Kalimantan. Tercatat didata BK3D anggotanya telah mencapai 404.004 orang (koran Jawa Pos, juni 2008). Bahkan aset yang tercipta mencapai 2,2 triliun.Kalau mau belajar mengenai konsep perubahan diri dalam ekonomi, salah satunya kita perlu memegang prinsip yang disebutkan oleh pak AR.Mecer; “kalau sudah berfikir miskin pasti akan miskin”. Tentu saja sebuah unkapan sarat makna dari gurunya ekonom rakyat Dayak.

19 March 2009

Membudayakan Disiplin

“You don't have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple disciplines can have a major impact on how your life works out in the next 90 days, let alone in the next 12 months or the next 3 years.– Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.” Demikian kata Jim Rohn.
Saya sengaja mengutip ungkapan tersebut sebagai pengantar bahwa betapapun kecil kedisiplinan yang kita terapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Bukan hanya Jim Rohn, para motivator, CEO, manajer dan pebisnis sukses di dunia ini mengungkapkan hal yang senada. Padahal kita semua menyadari bahwa kedisiplinan belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat kita.
Sebenarnya apa arti kedisiplinan sehingga memberikan dampak yang begitu besar? Saya berpendapat bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dikerjakan pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan hingga membudaya kedalam kehidupan sehari-hari. Demikian, semoga bermanfaat

18 March 2009

PENTINGNYA RUMAH BAGI MANUSIA


Dalam arti umum, rumah adalah bangunan buatan manusia yang dijadikan tempat tinggal selama periode waktu tertentu. Rumah, sekarang ini menjadi sebuah kebutuhan penting dalam hidup manusia, dia masuk dalam sebuah lingkar kebutuhan pokok yang setiap insan harus memilikinya. Sebagai salah satu kebutuhan primer bagi hidup manusia, rumah amat berperan penting dalam keberlangsungan hidup seseorang. Rumah tidak lagi hanya sekedar tempat berlindung, namun sudah merupakan bagian hidup yang mencakup banyak pengaruh.
Seiring berjalannya waktu, rumah berkembang menjadi sebuah identitas bagi pemiliknya. Rumah yang awalnya untuk tempat berlindung dari panas, hujan dan binatang luar, berubah menjadi status sosial sang pemilik. Rumah, dimasa kini menjadi gambaran jati diri, karakter dan nilai hidup seseorang.
Rumah yang ideal biasanya memiliki beberapa hal seperti dibawah ini:
1. Fungsional. Rumah harus memenuhi unsure utama yakni berfungsi sebagai tempat tinggal manusia. Rumah harus mampu mengayomi penghuninya dari panas, hujan dan pengaruh luar yang bisa mengancam keselamatan dan kenyamanan penghuni.
2. Indah. Rumah yang indah akan membuat si pemilik merasa betah tinggal didalamnya. Rumah indah tidak berarti harus mahal dan berbiaya tinggi. Rumah indah bisa dalam bentuk fisik bangunan tetapi juga bisa dalam bentuk non fisik seperti keindahan dan kebahagiaan dalam lingkungan pemiliknya. Rumah indah secara fisik tentu saja tampilan bangunan itu sendiri, baik dari segi desainnya, penataan ruangan, besarnya bangunan hingga pemilihan bahan dan teknologinya.
Namun rumah indah juga bisa karena keindahan dari keluarga penghuninya. Jika kedua unsure ini bisa dipenuhi dalam rumah, maka rumah itu benar-benar indah. Banyak kasus terbalik yang terjadi dimasa kini, rumah indah secara fisik namun buruk secara non fisik. Sebaliknya juga banyak rumah yang secara visual kecil dan tidak indah namun didalamnya dipenuhi dengan kebahagiaan dan cinta dari keluarga pemiliknya.
3. kuat. Nah, sebagai tempat tinggal yang setiap saat didiami, tentu saja rumah tersebut secara structural harus kuat dan member keamanan pada pemiliknya. Rumah harus mampu berdiri kokoh sampai waktu yang tidak ditentukan. Konstruksinya harus mampu menopang seluruh elemen bangunan, kuat terhadap beban bangunan itu sendiri maupun beban yang ditimpakan kepadanya. Bangunan harus kokoh dalam mendukung seluruh kegiatan si penghuni. Dan, sangag baik jika kekuatan bangunan tersebut mampu mendukung jika akan ditumbuhkan lagi dimasa yang akan datang.
4. Nyaman. Banyak yang bertanya, apa bedanya antara rumah yang nyaman dan indah? Sekilas pandang mungkin pemikiran kita berada pada dimensi yang sama ketika harus mencari pemahaman mengenai dua hal ini, namun saya ingin berbagi pengertian dan pemahaman kepada anda. Rumah yang Nyaman tidak sekedar indah dan megah, namun lebih kepada perasaan kita ketika berada didalamnya. Apakah ketika berada didalam kita akan merasakan sejuk, panas, dingin, gersang, bau apek, dan lain sebagainya? Rumah yang nyaman akan membuat anda betah didalamnya, merasa bahwa impian anda tercapai pada rumah tersebut. Terasa sejuk, asri, membuat anda merasa ditempat yang tepat. Betah berada berlama-lama. Mampu memberi anda inspirasi lebih, ketika berada didalam. Rumah yang nyaman mampu memberikan semua kebutuhan akan faktor-faktor penting terutama kenyamanan didalamnya.
5. Ekonomis. Mengutip tulisan Tim Griya Kreasi, rumah juga harus ekonomis. Artinya, rumah harus memiliki ruang yang proporsional dengan bahan bangunan yang tahan dalam waktu lama. Hemat saya, rumah yang bernilai ekonomis juga sesuai dengan kemampuan kita dalam membangunnya, dalam hal ini penyesuaian dengan kantong kita pada saat membangun. Tentu saja hal ini bisa disiasati dengan beberapa tips, bisa ukuran rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan, bisa pemilihan bahan bangunannya, bisa juga modelnya yang sederhana.
Merujuk pada pengertian diatas tadi, kebutuhan rumah menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pemerintah juga mendorong sektor perumahan untuk tumbuh, agar kebutuhan tempat tinggal ini terpenuhi bagi seluruh warga Negaranya. Namun tentu saja tidak sedikit orang yang bingung ketika hendak membangun rumah. Rasanya, begitu banyak hal yang bertumpuk memenuhi isi kepala. Mulai dari persoalan dana yang pas-pasan, lokasi yang diincar, bentuk bangunan yang sesuai dengan keinginan, bahkan sampai detail rumah yang diharapkan menjadi sebuah rumah impian. Semua itu menjadi penting takkala kita dihadapkan pada sebuah persoalan membangun rumah yang fungsional, indah, kuat, nyaman dan ekonomis.


Tain Odop, Arsitek dan Penulis Buku, tinggal di Jogja.

13 March 2009

GUNONG MARAWA TIDAK BOLEH DIGARAP Mengapa???


GUNONG MARAWA atau Gunung Merawa merupakan sebuah gunung keramat yang tidak boleh di sentuh oleh tangan jahil manusia untuk kepentingan-kepentingan tertentu seperti perkebunan, pertambangan dan kepentingan bisnis perusahaan besar yang mungkin akan merusak ekologi alamnya.
Sejak jaman nenek moyang dahulu, terutama zaman Akek Domong Umangk, Dorik/Gunong Marawa mengandung kekayaan alam yang banyak sekali dengan rahasia-rahasia ekologi luar biasa. Mulai dari sumber batu bara, intan, emas, perak, tembaga, bijih besi dan tentulah nilai sejarah mistisnya yang hingga kini masih diyakini oleh masyarakat Kualan sebagai Dorik yang rahasia.
Karena kekayaan dan kemistisannya, Kek Demong Umangk memerintahkan jajah rayat Dayak untuk mendirikan sebuah keramat diatas gunong tersebut. Maka pada tahun 103 (tahun yang sesungguhnya belum kita ketahui) didirikanlah Keramant itu. Kek Demong Umangk mengerahkan rakyat Kualan Sakayok Monta Raya dan Piasak Lamayong.
Adapun sesajen dan perlengkapan persembahan dalam pendirian Keramant tersebut adalah: 4 real Babi, 7 ekor ayam, Tuak satu baniang, satu botai Palomak, dan 4 orang dukun besar. Dukun diambil dari para Domong Tamongong, Tamaga Lantai dan Rang Kaya.
Dukun pertama adalah Rang Kaya Danok, di Lampan Kek Bunga.
Dukun kedua adalah Rang Kaya Upal di Laka Siang.
Dukun 3 adalah Tamaga Lantai dan
Dukun 4 adalah Pateh Adat dari Banua Kualan.
Setelah keramant berdiri barulah dibuat beberapa keputusan dan sumpah yang memutuskan beberapa hal terkait:
1. Ba Janji
2. Ba Sansumar / Ba Sumpah
3. Pati Keramat
Keramat pun diberi golar sebut pangkat kuasa, yakni:
1. Marawa Keramat Tua Mangilas Padagi Lamat
2. Marawa Sangkap Niga Mangilas Balunt Omunt dan Tampias Ujant Omas.
3. Dan… punya tujuh gelar;
a. Macan Timpang Salalangk Kuning
b. Lalangk Kuning Kalabu Cantek
c. Olangk Lamangk Romang Bagantongk
d. Datuk Tua Baju Tamaga
e. Datuk Patinggi baju Besi
f. Datouk Tamular Barasa Cadak
g. Macan Bunsu Bala Saribu.
Ke-7 gelar/ sebutan ini adalah mahluk dan kekuatan mistis yang dipercaya menjaga Gunong Marawa hingga berdiri kokoh, jaya, tegar dan kuat. Maka secara tradisi Dayak Kualan, setiap tahun Keramat Gunong Marawa harus diberi umpan pamakan sesajen.
Misteri gunung merawa yang memiliki kekuatan dan keramat itu dipercaya menjadi kekokohan alam Kualan. Bahkan ada 7 Gua yang saling terhubung disana. Gua-gua ini menjadi pertanda begitu misterinya Gunong Marawa. Gua-gua itu adalah:
1. Gua Nek Ringit
2. Gua Kek Galah
3. Gua Kek Jangot
4. Gua Buloh Bala
5. Gua Rarap Dian Budangk
6. Gua Nek Andant
7. Gua Kek Jajank
Gua-gua ini merupakan sebuah misteri alam yang belum tersibak dan dipercaya mempunyai penunggu bagi Gunong Marawa. Ketentuan, sumpah dan janji oleh para pateh, para tamaga lantai, dan rang kaya serta masyarakat Dayak Kualan-Marawa membuat siapa pun tidak boleh mengeksplorasi gunong ini. Baik perkebunan, pertambangan dan lain sebagainya yang bisa merusak Keramat, ekologi alam, kekuatan misteri dari gunong Merawa akan dikenakan Hukum Adat yang sangat berat. Bahkan konsekuensinya akan sangat berbahaya bagi mereka yang hendak membuka lahan di gunong ini.
Karena kekuatan mistis, sejarah dan kekayaannya, layaklah Gunong Marawa dijadikan hutan lindung dan hutan adat hutan pusaka yang tidak boleh dijamah oleh manusia modern. Keramat dan sejarah masa lalu, sumpah janji para Demong Adat dan para sakti Dukun Dayak masih sangat berbisa dan memberi sebuah spirit religius yang jika dilangggar akan mendapat bencana.
Pada tahun 1989, oleh pemerintah daerah Ketapang, Merawa dijadikan sebagai nama sebuah desa yang disekelilingnya terdapat kampung-kampung seperti Kangking, Giet, Sungi Bansi, Dangko, Kalam, Uwa, Rompe, Sambok. Kampung-kampung ini terletak di kaki Gunong Marawa yang tersebar secara terpisah.
Kekokohan, Misteri, Kekayaan dan keaslian hutan alam Gunong Merawa menjadi sebuah keramat yang hingga kini harus kita jadikan pedoman untuk memegang teguh Adat dan Kepercayaan masa lalu.


** Ditulis oleh F. Nariyanto.

Untuk Buku ADAT Kualan

*Penyesuaian teks oleh Tain Odop

03 January 2009

Pembangunan GOR SLEMAN



Masyarakat kabupaten Sleman Jogjakarta membutuhkan sebuah sarana olrah raga besar yang bisa menampung banyak kegiatan olah raga prestatif dan rekreatif. Untuk itu pemerintah daerah segera akan membangun sebuah kawasan yang akan dijadikan pusat kegiatan oleh raga yang bisa dipakan oleh masyarakat secara luas.
Tujuan pembangunan pusat olah raga ini nantinya tidak lain adalah untuk membuat prestasi masyarakat Kab. Sleman dalam bidang olah raga semakin berkibar.

Sebagai sebuah kota kabupaten yang terus berkembang, keberadaan Stadion olah raga ini nantinya akan menjadi jembatan rekreatif dan prestatif bagi masyarakat sleman.
Atas dasar kebutuhan itulah maka dibangun sebuah stadion yang refresentatif, yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kab. Sleman.

Adapun pemilihan lahan yang sudah disediakan ada di daerah Beran, Kab. Sleman, yaitu sebuah lapangan olah raga sepak bola yang memiliki luasan cukup sebagai sebuah kawasan stadion. Lahan tersebut dipinggiran jalan Magelang, sekitar kantor pemerintahan Kab. Sleman. Pemilihan lahan ini sesuai dengan Dasar-dasar pertimbangan dalam penentuan strategi Kawasan Sleman dengan fungsi dan peran sebagai sebuah daerah yang ramai dan bisa menjadi pusat kegiatan oleh raga.
Kerinduan akan sebuah sarana olah raga dan ruang publik yang representatif dan mampu menampung berbagai kegiatan olah raga ini menjadi alasan utama mengapa GOR ini dibangun.

Beberapa jenis olah raga yang nanti bisa dilakukan di GOR ini diantaranya: Badminton, Tenis Lapangan, Basket Ball, Volly Ball, Futsal dan Jogging Track. Keenam jenis olah raga tersebut masih dibagi dalam dua kategori lagi. Satu untuk jenis olah raga Prestatif; yang lapangannya berada didalam stadion, dan yang kedua olah raga rekreatif; dengan lapangan diluar bangunan (out door).Tentulah kehadiran GOR SLEMAN ini akan menampung banyak kegiatan olah raga, dan sebagai sebuah tempat olah raga yang standar, GOR ini akan memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat kota Sleman itu sendiri.

Nama Proyek: GOR SLEMAN YOGYAKARTA

Arsitek: Tain Odop

Tahun Pembangunan 2008-2009



CATATAN:


Proyek GOR SLEMAN ini, bukan Proyek sungguhan, ini hanya Tugas Kuliah saja. Okay...

28 November 2008

Refleksi Menuju Perubahan


Dalam buku yang cukup fenomenal CHANGE! Rhenald Kasali, PH.D mengungkapkan sepuluh karakteristik change - Perubahan. Kesepuluh karakter change tersebut menjadi petunjuk bagi kita akan pentingnya melihat kedalam, bahwa untuk berubah memerlukan daya upaya yang luar biasa, memerlukan kesadaran diri yang utuh.


Pertama, Ia begitu misterius.
Kedua, Perubahan memerlukan seorang tokoh pengubah
Ketiga, Tidak semua orang bisa diajak melihat perubahan
Keempat, Perubahan terjadi setiap saat
Kelima, Ada dua sisi dalam perubahan yakni sisi keras dan lembut
Keenam, Perubahan membutuhkan waktu, biaya dan kekuatan
Ketujuh, Dibutuhkan nilai-nilai khusus untuk menyentuh dasar
Kedelapan, Perubahan banyak diwarnai dengan mitos-mitos
Kesembilan, Perubahan menimbulkan ekspektasi yang bisa menimbulkan getaran dan harapan
Kesepuluh, Perubahan selalu menimbulkan ketakutan dan kepanikan.

Refleksi Perubahan:
Pertama: Refleksi dan tindakan - Perubahan suatu bangsa hanya bisa dilakukan jika mengubah diri sendiri dengan memegang prinsip-prinsip kehidupan.
Kedua: Lahir baru untuk perubahan - Jika ingin melihat hari-hari yang baru, lahir baru, dan menjadi pribadi yang baru, kita harus berani melakukan perubahan. Perubahan memang tidak mudah karena ada karakteristik yang harus disadari. Kabar baiknya tidak ada yang mustahil dalam hidup ini jika kita berhasrat besar.
Ketiga: Lakukanlah perubahan mulai dari hal kecil – Perubahan besar terjadi ketika kita melakukan perubahan-perubahan kecil dalam hidup, sesuatu yang kecil jika dikumpulkan akan menjadi besar. Sama halnya ketika kita menggumpulkan sebutir beras dan menamban terus butiran-butiran itu, lama kelamaan ia akan menjadi sebongkah gundukan besar yang kemudian dimasak dan dinikmati bersama.
Keempat: Abaikan suara miring dan cemoohan negatif – Dunia ini dipenuhi dengan opini-opini yang negatif dan perkataan miring tentang kehidupan tingkah laku manusia. Ketika kita melakukan sesuatu yang ganjil dimata orang lain, serta merta suara negatif akan mengiringi tindakan kita, pada akhirnya kita urung melakukannya dan tentu saja gagal total. Abaikanlah pendapat yang membuat kita tidak berubah, carilah saran kebijaksanaan dan dukungan moral sehingga kita lebih dikuatkan.

20 November 2008

Wasiat Kehidupan: KAYA HATI



Kaya Hati Untuk Meraih Kebahagiaan


Salah satu kebenaran dari sebuah kalimat kebijaksanaan yang masih saya akui ampuh hingga sekarang adalah kata “Mencari Musuh itu Gampang”.
Ketika masa kecil dimana pola pikir anak-anak saya masih membungkus kekosongan ruang hati, kebenaran kata bijak tadi tidaklah dianggap benar. Dalam pemahaman yang masih hijau itu, ‘musuh’ masih tergambar sebagai sosok seseorang yang mengangkat senjata dan melawan pihak lain untuk sebuah kemenangan.
Tidak ada kamus dalam pikiran saya waktu itu kalau musuh ternyata bisa berupa lain bentuk. lain pengertian, semisal musuh dalam persahabatan, musuh dalam cinta dan musuh dalam kebahagiaan.
Setelah cukup dewasa dan memahami arti kehidupan, pergaulan, lebih-lebih persahabatan, kebijaksanaan itu mulai menemukan titik terang. Musuh sudah tidak dipandang lagi sebagai sosok yang hanya mengangkat senjata, melainkan sudah dalam bentuk yang lebih komplek. Katakanlah musuh dalam pertemanan atau persahabatan.
Semakin banyak melewati fase kehidupan, semakin banyak pula saya belajar tentang kebenaran kalimat tadi. Pantas saja kalau orang-orang bijak berkata “peliharalah hubungan baik dengan siapapun”. Tadinya saya pikir perkataan ini adalah lelucon yang cukup untuk ditertawakan oleh anak muda seusia saya.
Mencari musuh itu gampang, yang tidak gampang adalah mencari sahabat pasca bermusuhan. Ini persoalan hati, persoalan meyembuhkan luka yang terpatri didalam. Seorang sahabat bisa saja mengatakan “aku telah memaafkanmu”, namun apakah keadaan bisa langsung baik dan kembali normal? Tidak semudah itu tentunya, karena masih ada tunggul-tunggul pemisah yang bernama persoalan masa lalu.
Persoalan penyembuhan luka batin adalan persoalan memperbaiki hubungan antara dua pihak. Musuh mungkin saja tidak terlihat secara blak-blakan, atau tidaklah dengan lantang mereka akan berkata akan memusnahkan anda, namun secara halus dia akan membuat perhitungan dalam bentuk yang berbeda. Menjauh, memisahkan diri, melakukan perlawanan bawah tanah dan membentuk sebuah gambaran buruk tentang anda. Mengatakan bahwa anda buruk, tidak bisa dipercaya, tidak kredibel, kasar, egois dan lain sebagainya. Sebuah image baru yang dipatri dan menjatuhkan martabat harga diri tentunya.
Sebuah hubungan yang sudah remuk redam terpecah belah ibarat kaca mobil yang hancur karena benturan keras, tidak mungkin dibenarkan lagi dengan sempurna. Dia tidak seperti program disebuah komputer yang jika hilang masih ada back up nya atau jika di undo, data yang rusak atau hilang tadi masih bisa kembali lagi. Persoalan luka batin sulit ditanggulangi karena hanya kebesaran jiwalah yang bisa mengobatinya.
Banyak sahabat yang tiada memahami arti penting hubungan baik, mereka hanya berhubungan baik kalau ada maunya. Ketika saya butuh kamu, saya akan mendekat. Demikian beberapa kejadian yang akan dilalui dalam kehidupan kita.
Disisi lain anda dan saya terlalu berfikir sempurna dan berharap semuanya sempurna seperti apa yang kita inginkan, padahal kehidupan dan hubungan sosial tidaklah demikian sempurna. Kita mencurigai orang lain, meragukan mereka dan berpandangan yang buruk. Semisal: Persoalan hati. Anda tidak percaya, terlalu curiga, lalu anda marah, geram, menerkam.
Persoalan lain adalah persoalan otak yang tidak bijaksana.
Terkadang kita beranggapan bahwa kebenaran itu tunggal. Jadi kalau anda benar, maka yang lain pastilah salah. Kalau kita salah, belum tentu orang lain dianggap benar. Kita berpandangan bahwa kitalah yang paling bijak, padahal belum tentu bijaksana. Hal-hal seperti itulah yang menyulutkan permusuhan. Sederhana saja kelihatannya, namun mampu memisahkan satu persahabatan menjadi musuh abadi.
Kalau sudah bermusuhan, sepertinya sangat sulit untuk menyembuhkan permusuhan itu. Ibarat menyambung tali yang sudah putus menjadi seperti sediakala atau meluruskan benang yang kusut tentulah sulit dan bahkan tidak akan sesempurna sebelumnya.
Seandainya hidup sesederhana apa yang kita pikirkan dan sempurna seperti yang kita bayangkan, alangkah gampangnya menjalani hidup hari demi hari. Tetapi sekali lagi, hidup tidaklah seperti itu. Sang Pencipta saja membutuhkan 6 hari untuk membuat alam semesta dan satu hari (hari ke 7) untuk istirahat. Setelah alam semesta tercipta Sang Pencipta juga harus membangun elemen dan sistem dalam semesta itu agar semua berjalan baik.
Tentu saja ciptaannya tidak semuanya sempurna. Mahluk yang paling sempurna dari mahluk lain hanyalah manusia. Dan manusiapun ternyata masih memiliki kekurangan yakni bisa jatuh sakit, bisa meninggal dunia, kurang kekuatan mental, kurang organ tubuh (bagi yang cacat), takut mahluk lain dan bahkan takut sesamanya sendiri.
Hidup ibarat permainan yang rumit sehingga berkaca pada alam saja sangat sulit melihat makna-makna yang dipelajari darinya. Kita seperti berada dikamar yang berantakan yang tidak tahu meletakkan barang kesayangan dimana posisinya. Mungkin tertimbun barang lain sehingga jangankan menemukannya, menebak kira-kira posisinya saja tiada gambaran.
Menyembuhkan luka hati membutuhkan energi yang lebih banyak. Untuk itu janganlah mencari musuh, berusahalah membuat hubungan tetap baik sehingga kekayaan sejati bisa menghampiri anda dalam balutan cinta yang murni.
Karena itulah orang-orang seperti Paus Yohanes II, Bunda Teresa, Nelson Mandela, Dalai Lama dipandang sebagai orang-orang kaya hati yang bijaksana tanpa memiliki rasa dendam dalam hidupnya. Mereka bisa bersahabat dengan siapapun termasuk dengan musuh-musuhnya. Takkala mereka berdiri dikerumunan manusia, mereka akan memancarkan aura persahabatan. Sampai-sampai musuh pun tersenyum padanya dan mengakui kebesaran jiwa orang-orang seperti ini.

01 September 2008

Rumah Etnik Semakin Diminati

Masyarakat moderen banyak yang beranggapan bahwa membangun rumah bernuansa etnik itu tidak menarik, namun tidak demikian bagi mereka yang mencintai kebudayaan lokalnya.
Rumah sebagai ekspresi pribadi bagi yang mencintai kebudayaan, tentulah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan si pemilik. Unsur etnik yang kental pada bangunan rumah akan mencerminkan identitas lokal yang kaya nilai historis.
Masyarakat kita mulai tertarik dengan sesuatu yang berbau masa lalu. Rumah etnik, fashion etnik, makanan lokal dan banyak hal lain lagi yang tentulah bercirikhas daerah atau lokal.
Entah apakah ini karena adanya pengaruh dari kampanye Back to Nature atau efek dari seruan dunia internasional untuk megurangi efek rumah kaca dan pemanasan global?, kita belum bisa menarik sebuah benang merah dan menyimpulkan hal itu sebagai alasan dasar orang tertarik akan rumah etnik. Yang jelas, eforia arsitektur moderen membuat masyarakat pecinta budaya ingin kembali ke sifat kelokalannya.
Disamping pilihan-pilihan akan rumah bergaya mediterania, arabic, tropis, moderen, sampai minimalis, rumah bergaya etnik semakin hari semakin diminati. Banyak para pemilik rumah yang menghendaki tempat tinggalnya dirancang berdasarkan etnis tertentu. Tentu saja hal ini merupakan langkah yang sangat baik karena selain mencerminkan keberadaan identitas pemilik, keberadaan bangunan berciri khas etnik juga mampu mempertahankan dan mengangkat kekayaan budaya kita.
Namun tentulah tidak mudah juga membangun rumah bernuansa etnik, selain karena biaya yang jauh lebih mahal karena banyaknya unsur2 etnisitas dan ornamen didalam bangunan, bahan-bahan yang dipakai untuk membngun rumah juga harus disesuaikan dari daerah asalnya. Dan satu hal yang perlu dipahami bagi pekerja seni terutama Arsitek adalah bahwa membangun rumah etnik butuh sedikit kesabaran. untuk memasukan unsur yang cocok kedalam rancangan rumah dibutuhkan sebuah kreasi unik sehingga tidak melepaskan nilai-nilai kultural dan ideologis pada rumah etnik.
Yang pasti, keindahan, nostalgia masa lalu, identitas diri, dan unsuk kelokalan budaya bisa diangkat dari sebuah rumah. Rumah tidak lagi hanya sekedar tempat berteduh, melainkan sebagai rung ekspresi dan jati diri pemilik.
Tain Odop, Arsitek freelance, Penulis dan Mahasiswa.
*Gambar Rumah Rancangan Tain Odop 2007-2008


25 June 2008

BORN TO BE A CHAMPION


BOOK REVIEW

Kehidupan adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta dan rahmat yang harus disyukuri. Namun, tidak semua orang bisa memahami dan merasakan hal tersebut. Banyak orang yang karena kekurangan dan keterbatasan yang ada pada dirinya membuat hidup ini seolah hanya sebuah rangkaian penderitaan dan kekalahan. Mereka tidak memahami apa hakekat kehidupan, makna perjuangan, makna kekalahan dan makna kemenangan. Manusia lebih menginginkan hidup berjalan sesuai keinginan dan pikiran mereka, padahal hidup butuh proses yang tidak instan.

Setelah melalui perenungan yang dalam dan kilas balik kehidupan di dunia ini, penulis buku ini berani mengungkapkan kebijaksanaan kehidupan, mencoba menaburkan benih kebangkitan dan menawarkan pencerahan bagi setiap insan untuk menjadi pemenang bagi hidupnya. Berbagai cobaan, kesulitan, kegagalan, penderitaan, sakit, pengkhiatan, cemoohan, bahkan fitnahan; semua itu justru memberikan banyak pelajaran dan tempaan bagi pertumbuhan mental kita. Segala keterbatasan yang pernah dihadapi tidak menghentikan langkah kita untuk terus bertumbuh dan maju, karena ternyata Alloh SWT juga telah memberikan jalan dan pertolongan-Nya. Semua yang telah terjadi dalam hidup ini dan apa yang ada di alam semesta tiada satu pun yang sia-sia.
Semua orang pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan diri. Tapi tidak sedikit juga dari mereka yang menyadari bahwa mereka juga dikaruniai kelebihan dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Kebanyakan orang menganggap segala keterbatasan dan kekurangan yang ada pada dirinya itu adalah sebuah takdir yang tidak bisa dirubah. Padahal kalau mereka berani berusaha menemukan potensi unggul yang ada pada diri mereka, untuk kemudian mengasah dan memberdayakannya, mereka tidak saja akan menjadi manusia yang lebih baik, namun bisa menjadi luar biasa!
Buku ini akan membantu pembacanya menemukan potensi unggul yang ada pada diri mereka dan mengasah/memberdayakannya sehingga menjadi seorang pemenang sejati.

30 May 2008

Book Review



AYO SUKSES BERSAMA CU


Judul: AYO SUKSES BERSAMA CU
Penulis: Nistains Odop
Penerbit: Smart Born 2008
Harga: Rp 19.000

Lebih dari 20 tahun Credit Union di Kalimantan membuktikan kehebatannya sebagai lembaga keuangan yang kokoh dan stabil. Ratusan milyar dana yang tersimpan dan mengalir tiap tahunnya dari koperasi kredit ini. Sudah ratusan ribu anggota masyarakat yang terlibat didalamnya dan sudah banyak pula kesejahteraan yang diperoleh para anggotanya.
Pertumbuhan lembaga keuangan kredit ini sungguh luar biasa karena mampu mengantarkan puluhan ribu masyarakat anggotanya kegerbang kesejahteraan. Bahkan Credit Union di Kalimantan boleh dibilang sebagai banking of the poor ditengah sulitnya mengakses dana dan memperoleh kredit dari bank-bank besar rujukan pemerintah. Sekarang apa lagi yang ditunggu, mari terus terlibat dan mendorong semangat ber-CU ria.

Buku ini hadir bagi mereka yang terlibat agar Credit Union dan anggotanya semakin berjaya.

Bahasan didalam;
Bagaimana menjadi anggota CU yang sukses
Bagaimana menjadi aktivis CU yang profesional
Belajar dari jejak kasus sebuah lembaga CU yang terancam bangkrut
Kendala apa saja yang dihadapi di lembaga CU
Pentingnya pelayanan kepada anggota
Bagaimana agar CU dan anggotanya tumbuh berkembang

25 May 2008

Tampilan Rumah Yang Minimalis


Gambar yang anda lihat adalah tampilan bagian depan rumah minimalis milik pak Hannan Jogjakarta yang saya buat beberapa bulan lalu.
Foto (gambar) 1 adalah rumah yang sekarang mereka tempati.

Gambar 2 adalah desain yang saya rancang dengan tampilan yang sangat minimalis.
Pak hanan sebagai penyuka teknologi informasi sangat tertarik dengan bentuk rumah yang kontemporer dan minimalis ini. Tampilan seperti ini sangat cocok dengan perkembangan trend desain masa kini.

Arsitek: Tain Odop


13 May 2008

Tao Kerendahan Hati


Memahami Tao berarti memahami makna kehidupan. Tao mengajarkan kehidupan berdasarkan hukum-hukum alami yang didalamnya memiliki nilai kebijaksanaan yang sangat luhur dan tinggi. Di dalam Tao Tek Cing ciptaan Law Ce, menyebutkan: Manusia bijak seperti air danau yang dalam, begitu tenang dan bening, seolah apapun yang dilemparkan ke danau itu, tertelan begitu saja, airnya tetap tenang dan jernih. Justru karena ia bisa menerima apa yang tidak bisa diterima orang lain, menunjukkan ketinggian Tao-nya. Ini menunjukkan manusia seharusnya bisa lapang dada, bisa menerima hal-hal yang mungkin menyakitkan (Kritik, saran, salah paham, dll), dengan begitu maka Tao-nya akan menjadi lebih tinggi. Meskipun ajaran Tao mengharuskan kita fleksibel, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan kejujuran.
Tao mengajarkan manusia tentang kerendahan hati, tentang menerima kehidupan dengan bijaksana. Ajaran Tao mengingatkan kita akan pentingnya kebijaksanaan dalam melihat, melakukan dan mengalami perubahan. Oleh karena itu aplikasikanlah beberapa hal yang penting dalam kehidupan ini agar lebih bermanfaat.
Belajar kehidupan merupakan perjalanan menimba ilmu tanpa henti, menurut teori behavioralisme, belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu bila ia menunjukkan perubahan tingkah laku (Good and Brophy, 1990). Aleinikov juga mengakui bahwa otak itu seperti tubuh, semakin dilatih semakin berfungsi optimal (a trained brain is the same as a trained body, it reacts better, it works better and it stays alert longer).
Mengerti pesan-pesan semesta dan kehidupan seluruh mahluk dimuka bumi ini mengerti pula tentang tao kebijaksanaan. Berbekal pengetahuan dan cerminan kehidupan itu kita berada digerbang menuju kekayaan dan cinta. Jika ingin perbaikan hidup mulailah menambah wawasan dengan terus belajar, mengerti bahasa semesta, hukum-hukum alam. Beranilah mengatakan “why not” pada diri sendiri dan lakukanlah berdasarkan suara batin.
Keluhuran dan kebesaran jiwa seseorang justru akan mengangkat mereka kekasta tertinggi dalam strata manusia. Dia tidak lagi hanya dipandang sebagai manusia yang bijak, namun sudah diyakini kaya raya karena kenikmatan dan kejernihan dia membaca nilai-nilai kehidupan. Tao yang dipelajari mampu menggerakkan batin dan nuraninya mencapai puncak tertinggi kekayaan sejati.

30 April 2008

MENCARI TEMPAT BERTEDUH




Tentukan tujuan yang bagaimana dalam hidup yang harus diutamakan, dengan demikian Anda bisa fokus menyelesaikan misi dalam skala prioritas yang tepat. Demikian bunyi salah satu kata bijak dari seorang pujangga kehidupan. Hidup tampaknya bukanlah semakin mudah karena disamping tawaran yang indah dan menggiurkan, persoalan juga datang silih berganti. Entahlah mengapa semakin hari persoalan semakin banyak yang menghampiri, apakah mungkin memang karena hidup ini panas ataukah karena kita tidak mampu menemukan tempat berteduh yang baik. Satu hal yang saya yakini benar adalah kalau kita mau belajar dari sebuah kenyataan bahwa hidup terkadang panas, tentu saja kita akan segera tahu dimana sebaiknya menemukan tempat untuk berteduh. Bahkan bagi mereka yang pandai dan berpikiran jernih, mereka tidak hanya mampu menemukan tempat berteduh melainkan ruangan yang beratap dan berdinding yang didalamnya disegarkan oleh AC sehingga mereka benar-benar menemukan tempat yang adem untuk meletakkan kepalanya.
Namun tentu saja tidaklah segampang kita meletakkan setangkai bunga diatas meja kekasih untuk menemukan tempat sejuk nan penuh kesegaran itu. Persoalan yang menghampiri dengan segenap dinamikanya membuat kita bingung untuk memilah dan memilih mana yang sebaiknya persoalan hidup yang harus segera diselesaikan. Kita berhadapan dengan sesuatu yang bernama problem, yang mampu membuat kejernihan pikiran kita ngambang dan ambigu. Karenanya, bukan menemukan sebuah tempat yang paling sejuk untuk berteduh, sekedar tempat berlindung untuk meletakkan kaki dan menyangga kepala saja tidak ada. Kita tidak lagi melihat dunia ini indah melainkan kabut tebal yang selalu menyelimuti perjalanan langkah kita.
Untuk menemukan satu tempat yang paling teduh, sejuk penuh dengan kesegaran dan cinta, kita mesti berjuang mendapatkannya. Memang banyak sekali pohon rimbun yang bisa meneduhkan kita dari sengatan matahari bernama masalah, namun tempat-tempat tersebut belum tentu memberi kesegaran batin bagi anda. Anda harus memilih kemana anda harus meletakkan kepala kebijaksanaan agar keteduhan batin itu kekal.
Mari kita pikirkan apa yang terpenting dalam kehidupan ini, tempat manakan yang paling pas untuk kita sekedar beristirahat bahkan tidur lelap. Apa tujuan yang harus dicapai, apa persoalan yang harus diutamakan untuk segera diselesaikan, apa langkah yang harus diambil agar prioritas penyelesaian perkara kehidupan tersebut usai sesegera mungkin. Pahamkah kita kalau persoalan dibiarkan menumpuk akan menjadi gunung masalah yang besar?
Ah… pikiran kita terkadang memang menyepelekan masalah-masalah kecil sehingga komplikasinya bertambah besar. Anda pusing karena sepatu anda belum disemir, anda pusing karena isteri anda tidak menyediakan minuman pagi ini, anda pusing karena suami anda tidak telepon atau sms untuk mengingatkan agar makan siang, anda pusing karena pacar anda tidak memberitahu keberadaannya dan anda pusing karena tetangga anda tampak lebih berhasil dari pada anda. Begitulah konstruksi pikiran kita memikirkan hal-hal yang terkadang sepele dan tidak membacanya dari prespektif pikiran yang jernih. Alhasil kita membiarkan hal-hal sepele itu menggerogot kejernihan pikiran sehingga kehidupan bukannya adem melainkan panas penuh sesak. Belum lagi ditambah perkara hidup yang besar, perkara kecil sepele dan tidak penting telah menguras isi gelas kejernihan kita.
Saya pikir kita mesti telanjangkan pikiran untuk melihat dari pemikiran yang positif dan membaca sesuatu apakah baik buruknya jika konsentrasi pikiran kita tertuju pada titik bersangkutan. Soal memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak, ada dalam kejernihan pikiran anda sendiri. Orang lain dan saya hanya sebagai dokter yang memberi suntikan pandangan kebijaksanaan saja, sedangkan yang harus berperang langsung dan menyelesaikan misi peperangan itu adalah anda. Percaya atau tidak, yakin atau tidak kata kuncinya berpikirlah jernih dan pilahlah mana persoalan yang harus segera diselesaikan dan mana persoalan yang harus ditangguhkan.
Tahukah Anda bahwa beberapa diantara kita terlalu memusingkan hal-hal kecil dan memberi prioritas pemikiran kearahnya dengan skala yang besar. Akhirnya energi mereka habis hanya untuk mengurus masalah sepele tadi dan mereka melupakan apa prioritas lain yang harus mereka tangani. Tentu saja kita tidak bisa mengesampingkan persoalan-persoalan yang ada dan membiarkannya berlarut, namun jika ingin menemukan tempat berteduh yang aman dan nyaman kita harus pandai menempatkan perkara tadi kedalam kotak-kotak tertentu dan segera menyusunnya sehingga perkara itu terselesaikan dengan rapi tanpa mengganggu prioritas kita.
Saya ambil contoh, jika prioritas hidup kita dalam tahun ini adalah masalah ekonomi untuk meningkatkan penghasilan keluarga, maka kosentrasi pikiran dan tindakan adalah pada bagaimana mencari sumber penghasilan dan menambahnya menjadi sumber-sumber uang yang cukup. Bukan mengurus masalah lain seperti misalnya politik, kebudayaan atau masalah rumah tangga orang lain. Kita memang tidak bisa melepaskan diri dari hal lain dalam kehidupan karena kita adalah mahluk sosial, namun jika menginginkan kehidupan yang lebih baik tetaplah fokus pada langkah apa yang harus dilakukan. Bukan menambah prioritas baru yang semu. Tempat berteduh yang aman dan nyaman bagi kita jika permasalahan itu menyangkut perekonomian adalah masalah sumber keuangan (pekerjaan, bisnis atau beberapa profesi penghasil uang).
Terkadang kita terlalu sibuk mengurus hal-hal yang diluar kehendak kita dan terkuras waktu beserta pikiran untuknya, akibatnya kita menelantarkan kehidupan sendiri dan meletakkannya pada titik rawan sehingga kita sendiri kacau tanpa arah dan tujuan yang jelas. Cobalah untuk memilah mana yang terpenting dalam hidup, mana prioritas yang harus diutamakan untuk diselesaikan, mana misi yang harus dikerjakan tahun ini, dan apa rencana jangka panjang. Setelah itu, perkuat diri kita untuk mencapainya, carilah jalan keluar, dukungan, pengetahuan dan sumber daya. Bila perlu biarkan orang lain mengurus hal-hal lain yang bukan masuk prioritas anda, percayakan pada mereka bahwa mereka bisa melakukannya. Dengan demikian anda bisa menemukan tempat teduh yang berisi kekayaan dan cinta yang membuat anda bahagia menjalani hidup. Anda akan menemukan tempat mana yang adem dari begitu banyak tempat yang anda temui.

14 April 2008

Membuka Pintu Kebahagiaan

Ketika di hadapkan pada sebuah gunung, "Saya tidak akan berhenti". Saya akan terus mendaki menemukan jalan pintas, terowongan bawah tanah, atau diam dan mengubah gunung itu menjadi tambang emas dengan pertolongan Tuhan. Demikian ungkapan bijak oleh Rudi Erfanto Rais. Coba bentangkan kedua tangan dan pasti akan mendapati 10 jari yang siap beraksi kapanpun kita mau. Tapi tunggu dulu. Secara otomatis kesepuluh jari tadi akan melakukan apapun yang diperintahkan, termasuk kapan dia harus bekerja sama atau sendirian. Kalau mau (maaf) mengupil, maka dia akan melakukan sendiri tanpa minta bantuan yang lain. Atau saat marah, menyalahkan orang lain, dia akan menunjuk dengan jari telunjuk tanpa bantuan jari lain.
Philosophy jari kita telah membuktikan, dengan bekerja sendiri hanya sebatas kekuatannya untuk mengupil atau memaki-maki orang lain. Tapi kalau sepuluh jari itu disatukan kekuatannya, mereka akan mampu meledakkan apapun, termasuk menjatuhkan lawan di ring saat ronde ke sepuluh atau dua belas di pertandingan tinjau. Bukan cuma itu, dengan kekuatan kelima jari, kita mampu menyulap semua yang berantakan menjadi indah. Menulis kata indah dengan sentuhan mutiara kata dari pena yang membuat orang jatuh cinta. Itulah yang disebut sinergis yang dalam satu bukunya Steven Covey masuk dalam tujuh kebiasaan orang-orang besar.
Ikuti kebahagiaan Anda, maka semesta akan membuka pintu bagi Anda ditempat yang sebelumnya hanya tembok.” Demikian kata Joseph Campbell membenarkan adanya pintu kebahagiaan bagi ruang kekayaan jiwa manusia.
Kebahagiaan hidup bisa diperoleh dari keberanian kita melakukan perubahan-perubahan untuk memperbaiki keadaan yang carut marut. Semisal, ketika sebuah keluarga selalu berkutat pada persoalan finansial mereka harus berani melakukan perubahan dengan mencari sumber penghasilan baru. Atau, jika sebuah keluarga selalu tidak rukun karena rumah tangga yang berantakan, mereka harus berani melakukan perubahan. Kebahagiaan sesungguhnya bisa diperoleh dari keberanian membuka pintu kebahagiaan. Kejadian buruk terhadap kehidupan pribadi dan keluarga bukanlah sesuatu yang tidak dapat ditanggulangi, persoalannya hanyalah apakah keluarga dan pribadi didalamnya berani memberikan ruang jiwa bagi masing-masing batin untuk membuka pintu hati mereka. Jika mereka bersedia membuka pintu hati tersebut, maka ruang kebahagiaan akan membuka dirinya dan kelegaan bisa tercapai.
Hari ini kita ingin merenungi sejauh mana pintu kebahagiaan telah terbuka bagi kehidupan keluarga kita, apakah kita bahagia, anak-anak bahagia, suami atau isteri bahagia. Jika kita menginginkan kehidupan yang berarti dengan liputan kasih sayang, ikutilah naluri dan kata hati, maka alam semesta dan sang pencipta akan memberikan pengaruhnya dan membantu mencapai harapan kita. Yakinilah bahwa sesuatu yang buruk bisa diperbaiki dan menjadi indah pada waktunya.

10 March 2008

JEJAK SEL PENDERITAAN


Bagaimana cara kita mencapai tujuan tertinggi dalam raga dan spiritual? Mencapai tingkat kesejahteraan secara ekonomi dan kematangan pribadi, bijaksana, tidak egosentris dan memiliki orientasi yang memandang tidak hanya persoalan duniawi? Jalan satu-satunya untuk menuju ke sana adalah jalan melewati rintangan yang bernama penderitaan. Ah, masa iya sih? Demikian kilah beberapa sahabat yang belum melihat kejernihan dari dunia sel penderitaan.

Scott Peck, dalam bukunya The Road Less Travelled menuliskan demikian: Hidup itu sulit, karena merupakan rentetan-rentetan masalah yang menghampiri hidup”. Sebenarnya yang membuat hidup kita menjadi lebih sulit adalah bahwa proses menghadapi dan mengatasi masalah-masalah itu merupakan penderitaan tersendiri. Ini sebenarnya karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh kejadian atau pertentangan yang ada di dalam diri kita sendiri. Inilah yang kita sebut masalah. Justru dalam proses menghadapi dan mengatasi masalah itulah hidup kita mempunyai makna. Masalah adalah garis pemisah antara keberhasilan dan kegagalan. Sebenarnya dapat kita katakan bahwa masalah itulah yang menciptakan keberanian dan kebijaksanaan. Hanya karena adanya masalah kita bisa tumbuh dewasa secara mental dan spiritual.

Seperti yang dikatakan Benyamin Franklin, "Hal-hal yang menyakitkan itu memberi pelajaran tertentu". Inilah alasannya mengapa orang-orang bijaksana selalu belajar untuk tidak takut akan masalah, tetapi justru mau menghadapinya dan mau menerima penderitaan dari masalah tersebut. Karena sel penderitaan semakin mendekat dan sering menjumpai, saya semakin berusaha menjauh. Namun hentakan kecil dan sentilan halus oleh Benyamin Franklin dan Scott Peck tadi mampu menyadarkan saya, betapa penderitaan itu adalah sel yang mendidik dengan amat jujur.

Betapa saya telah khilaf tidak melihat jejak-jejak jernih dari pesan sang penderita, dan betapa bodohnya saya berusaha menjauh tanpa mengerti apa isi tawaran sel penderita itu. Sekarang, walaupun terkadang saya masih berusaha menjauh dari sel penderitaan, setidaknya saya telah belajar sekian banyak pesan kejernihan dari anugerah yang bernama penderitaan.