25 June 2008

BORN TO BE A CHAMPION


BOOK REVIEW

Kehidupan adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta dan rahmat yang harus disyukuri. Namun, tidak semua orang bisa memahami dan merasakan hal tersebut. Banyak orang yang karena kekurangan dan keterbatasan yang ada pada dirinya membuat hidup ini seolah hanya sebuah rangkaian penderitaan dan kekalahan. Mereka tidak memahami apa hakekat kehidupan, makna perjuangan, makna kekalahan dan makna kemenangan. Manusia lebih menginginkan hidup berjalan sesuai keinginan dan pikiran mereka, padahal hidup butuh proses yang tidak instan.

Setelah melalui perenungan yang dalam dan kilas balik kehidupan di dunia ini, penulis buku ini berani mengungkapkan kebijaksanaan kehidupan, mencoba menaburkan benih kebangkitan dan menawarkan pencerahan bagi setiap insan untuk menjadi pemenang bagi hidupnya. Berbagai cobaan, kesulitan, kegagalan, penderitaan, sakit, pengkhiatan, cemoohan, bahkan fitnahan; semua itu justru memberikan banyak pelajaran dan tempaan bagi pertumbuhan mental kita. Segala keterbatasan yang pernah dihadapi tidak menghentikan langkah kita untuk terus bertumbuh dan maju, karena ternyata Alloh SWT juga telah memberikan jalan dan pertolongan-Nya. Semua yang telah terjadi dalam hidup ini dan apa yang ada di alam semesta tiada satu pun yang sia-sia.
Semua orang pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan diri. Tapi tidak sedikit juga dari mereka yang menyadari bahwa mereka juga dikaruniai kelebihan dan keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Kebanyakan orang menganggap segala keterbatasan dan kekurangan yang ada pada dirinya itu adalah sebuah takdir yang tidak bisa dirubah. Padahal kalau mereka berani berusaha menemukan potensi unggul yang ada pada diri mereka, untuk kemudian mengasah dan memberdayakannya, mereka tidak saja akan menjadi manusia yang lebih baik, namun bisa menjadi luar biasa!
Buku ini akan membantu pembacanya menemukan potensi unggul yang ada pada diri mereka dan mengasah/memberdayakannya sehingga menjadi seorang pemenang sejati.

30 May 2008

Book Review



AYO SUKSES BERSAMA CU


Judul: AYO SUKSES BERSAMA CU
Penulis: Nistains Odop
Penerbit: Smart Born 2008
Harga: Rp 19.000

Lebih dari 20 tahun Credit Union di Kalimantan membuktikan kehebatannya sebagai lembaga keuangan yang kokoh dan stabil. Ratusan milyar dana yang tersimpan dan mengalir tiap tahunnya dari koperasi kredit ini. Sudah ratusan ribu anggota masyarakat yang terlibat didalamnya dan sudah banyak pula kesejahteraan yang diperoleh para anggotanya.
Pertumbuhan lembaga keuangan kredit ini sungguh luar biasa karena mampu mengantarkan puluhan ribu masyarakat anggotanya kegerbang kesejahteraan. Bahkan Credit Union di Kalimantan boleh dibilang sebagai banking of the poor ditengah sulitnya mengakses dana dan memperoleh kredit dari bank-bank besar rujukan pemerintah. Sekarang apa lagi yang ditunggu, mari terus terlibat dan mendorong semangat ber-CU ria.

Buku ini hadir bagi mereka yang terlibat agar Credit Union dan anggotanya semakin berjaya.

Bahasan didalam;
Bagaimana menjadi anggota CU yang sukses
Bagaimana menjadi aktivis CU yang profesional
Belajar dari jejak kasus sebuah lembaga CU yang terancam bangkrut
Kendala apa saja yang dihadapi di lembaga CU
Pentingnya pelayanan kepada anggota
Bagaimana agar CU dan anggotanya tumbuh berkembang

25 May 2008

Tampilan Rumah Yang Minimalis


Gambar yang anda lihat adalah tampilan bagian depan rumah minimalis milik pak Hannan Jogjakarta yang saya buat beberapa bulan lalu.
Foto (gambar) 1 adalah rumah yang sekarang mereka tempati.

Gambar 2 adalah desain yang saya rancang dengan tampilan yang sangat minimalis.
Pak hanan sebagai penyuka teknologi informasi sangat tertarik dengan bentuk rumah yang kontemporer dan minimalis ini. Tampilan seperti ini sangat cocok dengan perkembangan trend desain masa kini.

Arsitek: Tain Odop


13 May 2008

Tao Kerendahan Hati


Memahami Tao berarti memahami makna kehidupan. Tao mengajarkan kehidupan berdasarkan hukum-hukum alami yang didalamnya memiliki nilai kebijaksanaan yang sangat luhur dan tinggi. Di dalam Tao Tek Cing ciptaan Law Ce, menyebutkan: Manusia bijak seperti air danau yang dalam, begitu tenang dan bening, seolah apapun yang dilemparkan ke danau itu, tertelan begitu saja, airnya tetap tenang dan jernih. Justru karena ia bisa menerima apa yang tidak bisa diterima orang lain, menunjukkan ketinggian Tao-nya. Ini menunjukkan manusia seharusnya bisa lapang dada, bisa menerima hal-hal yang mungkin menyakitkan (Kritik, saran, salah paham, dll), dengan begitu maka Tao-nya akan menjadi lebih tinggi. Meskipun ajaran Tao mengharuskan kita fleksibel, tapi bukan berarti kita harus mengorbankan kejujuran.
Tao mengajarkan manusia tentang kerendahan hati, tentang menerima kehidupan dengan bijaksana. Ajaran Tao mengingatkan kita akan pentingnya kebijaksanaan dalam melihat, melakukan dan mengalami perubahan. Oleh karena itu aplikasikanlah beberapa hal yang penting dalam kehidupan ini agar lebih bermanfaat.
Belajar kehidupan merupakan perjalanan menimba ilmu tanpa henti, menurut teori behavioralisme, belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu bila ia menunjukkan perubahan tingkah laku (Good and Brophy, 1990). Aleinikov juga mengakui bahwa otak itu seperti tubuh, semakin dilatih semakin berfungsi optimal (a trained brain is the same as a trained body, it reacts better, it works better and it stays alert longer).
Mengerti pesan-pesan semesta dan kehidupan seluruh mahluk dimuka bumi ini mengerti pula tentang tao kebijaksanaan. Berbekal pengetahuan dan cerminan kehidupan itu kita berada digerbang menuju kekayaan dan cinta. Jika ingin perbaikan hidup mulailah menambah wawasan dengan terus belajar, mengerti bahasa semesta, hukum-hukum alam. Beranilah mengatakan “why not” pada diri sendiri dan lakukanlah berdasarkan suara batin.
Keluhuran dan kebesaran jiwa seseorang justru akan mengangkat mereka kekasta tertinggi dalam strata manusia. Dia tidak lagi hanya dipandang sebagai manusia yang bijak, namun sudah diyakini kaya raya karena kenikmatan dan kejernihan dia membaca nilai-nilai kehidupan. Tao yang dipelajari mampu menggerakkan batin dan nuraninya mencapai puncak tertinggi kekayaan sejati.

30 April 2008

MENCARI TEMPAT BERTEDUH




Tentukan tujuan yang bagaimana dalam hidup yang harus diutamakan, dengan demikian Anda bisa fokus menyelesaikan misi dalam skala prioritas yang tepat. Demikian bunyi salah satu kata bijak dari seorang pujangga kehidupan. Hidup tampaknya bukanlah semakin mudah karena disamping tawaran yang indah dan menggiurkan, persoalan juga datang silih berganti. Entahlah mengapa semakin hari persoalan semakin banyak yang menghampiri, apakah mungkin memang karena hidup ini panas ataukah karena kita tidak mampu menemukan tempat berteduh yang baik. Satu hal yang saya yakini benar adalah kalau kita mau belajar dari sebuah kenyataan bahwa hidup terkadang panas, tentu saja kita akan segera tahu dimana sebaiknya menemukan tempat untuk berteduh. Bahkan bagi mereka yang pandai dan berpikiran jernih, mereka tidak hanya mampu menemukan tempat berteduh melainkan ruangan yang beratap dan berdinding yang didalamnya disegarkan oleh AC sehingga mereka benar-benar menemukan tempat yang adem untuk meletakkan kepalanya.
Namun tentu saja tidaklah segampang kita meletakkan setangkai bunga diatas meja kekasih untuk menemukan tempat sejuk nan penuh kesegaran itu. Persoalan yang menghampiri dengan segenap dinamikanya membuat kita bingung untuk memilah dan memilih mana yang sebaiknya persoalan hidup yang harus segera diselesaikan. Kita berhadapan dengan sesuatu yang bernama problem, yang mampu membuat kejernihan pikiran kita ngambang dan ambigu. Karenanya, bukan menemukan sebuah tempat yang paling sejuk untuk berteduh, sekedar tempat berlindung untuk meletakkan kaki dan menyangga kepala saja tidak ada. Kita tidak lagi melihat dunia ini indah melainkan kabut tebal yang selalu menyelimuti perjalanan langkah kita.
Untuk menemukan satu tempat yang paling teduh, sejuk penuh dengan kesegaran dan cinta, kita mesti berjuang mendapatkannya. Memang banyak sekali pohon rimbun yang bisa meneduhkan kita dari sengatan matahari bernama masalah, namun tempat-tempat tersebut belum tentu memberi kesegaran batin bagi anda. Anda harus memilih kemana anda harus meletakkan kepala kebijaksanaan agar keteduhan batin itu kekal.
Mari kita pikirkan apa yang terpenting dalam kehidupan ini, tempat manakan yang paling pas untuk kita sekedar beristirahat bahkan tidur lelap. Apa tujuan yang harus dicapai, apa persoalan yang harus diutamakan untuk segera diselesaikan, apa langkah yang harus diambil agar prioritas penyelesaian perkara kehidupan tersebut usai sesegera mungkin. Pahamkah kita kalau persoalan dibiarkan menumpuk akan menjadi gunung masalah yang besar?
Ah… pikiran kita terkadang memang menyepelekan masalah-masalah kecil sehingga komplikasinya bertambah besar. Anda pusing karena sepatu anda belum disemir, anda pusing karena isteri anda tidak menyediakan minuman pagi ini, anda pusing karena suami anda tidak telepon atau sms untuk mengingatkan agar makan siang, anda pusing karena pacar anda tidak memberitahu keberadaannya dan anda pusing karena tetangga anda tampak lebih berhasil dari pada anda. Begitulah konstruksi pikiran kita memikirkan hal-hal yang terkadang sepele dan tidak membacanya dari prespektif pikiran yang jernih. Alhasil kita membiarkan hal-hal sepele itu menggerogot kejernihan pikiran sehingga kehidupan bukannya adem melainkan panas penuh sesak. Belum lagi ditambah perkara hidup yang besar, perkara kecil sepele dan tidak penting telah menguras isi gelas kejernihan kita.
Saya pikir kita mesti telanjangkan pikiran untuk melihat dari pemikiran yang positif dan membaca sesuatu apakah baik buruknya jika konsentrasi pikiran kita tertuju pada titik bersangkutan. Soal memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak, ada dalam kejernihan pikiran anda sendiri. Orang lain dan saya hanya sebagai dokter yang memberi suntikan pandangan kebijaksanaan saja, sedangkan yang harus berperang langsung dan menyelesaikan misi peperangan itu adalah anda. Percaya atau tidak, yakin atau tidak kata kuncinya berpikirlah jernih dan pilahlah mana persoalan yang harus segera diselesaikan dan mana persoalan yang harus ditangguhkan.
Tahukah Anda bahwa beberapa diantara kita terlalu memusingkan hal-hal kecil dan memberi prioritas pemikiran kearahnya dengan skala yang besar. Akhirnya energi mereka habis hanya untuk mengurus masalah sepele tadi dan mereka melupakan apa prioritas lain yang harus mereka tangani. Tentu saja kita tidak bisa mengesampingkan persoalan-persoalan yang ada dan membiarkannya berlarut, namun jika ingin menemukan tempat berteduh yang aman dan nyaman kita harus pandai menempatkan perkara tadi kedalam kotak-kotak tertentu dan segera menyusunnya sehingga perkara itu terselesaikan dengan rapi tanpa mengganggu prioritas kita.
Saya ambil contoh, jika prioritas hidup kita dalam tahun ini adalah masalah ekonomi untuk meningkatkan penghasilan keluarga, maka kosentrasi pikiran dan tindakan adalah pada bagaimana mencari sumber penghasilan dan menambahnya menjadi sumber-sumber uang yang cukup. Bukan mengurus masalah lain seperti misalnya politik, kebudayaan atau masalah rumah tangga orang lain. Kita memang tidak bisa melepaskan diri dari hal lain dalam kehidupan karena kita adalah mahluk sosial, namun jika menginginkan kehidupan yang lebih baik tetaplah fokus pada langkah apa yang harus dilakukan. Bukan menambah prioritas baru yang semu. Tempat berteduh yang aman dan nyaman bagi kita jika permasalahan itu menyangkut perekonomian adalah masalah sumber keuangan (pekerjaan, bisnis atau beberapa profesi penghasil uang).
Terkadang kita terlalu sibuk mengurus hal-hal yang diluar kehendak kita dan terkuras waktu beserta pikiran untuknya, akibatnya kita menelantarkan kehidupan sendiri dan meletakkannya pada titik rawan sehingga kita sendiri kacau tanpa arah dan tujuan yang jelas. Cobalah untuk memilah mana yang terpenting dalam hidup, mana prioritas yang harus diutamakan untuk diselesaikan, mana misi yang harus dikerjakan tahun ini, dan apa rencana jangka panjang. Setelah itu, perkuat diri kita untuk mencapainya, carilah jalan keluar, dukungan, pengetahuan dan sumber daya. Bila perlu biarkan orang lain mengurus hal-hal lain yang bukan masuk prioritas anda, percayakan pada mereka bahwa mereka bisa melakukannya. Dengan demikian anda bisa menemukan tempat teduh yang berisi kekayaan dan cinta yang membuat anda bahagia menjalani hidup. Anda akan menemukan tempat mana yang adem dari begitu banyak tempat yang anda temui.

14 April 2008

Membuka Pintu Kebahagiaan

Ketika di hadapkan pada sebuah gunung, "Saya tidak akan berhenti". Saya akan terus mendaki menemukan jalan pintas, terowongan bawah tanah, atau diam dan mengubah gunung itu menjadi tambang emas dengan pertolongan Tuhan. Demikian ungkapan bijak oleh Rudi Erfanto Rais. Coba bentangkan kedua tangan dan pasti akan mendapati 10 jari yang siap beraksi kapanpun kita mau. Tapi tunggu dulu. Secara otomatis kesepuluh jari tadi akan melakukan apapun yang diperintahkan, termasuk kapan dia harus bekerja sama atau sendirian. Kalau mau (maaf) mengupil, maka dia akan melakukan sendiri tanpa minta bantuan yang lain. Atau saat marah, menyalahkan orang lain, dia akan menunjuk dengan jari telunjuk tanpa bantuan jari lain.
Philosophy jari kita telah membuktikan, dengan bekerja sendiri hanya sebatas kekuatannya untuk mengupil atau memaki-maki orang lain. Tapi kalau sepuluh jari itu disatukan kekuatannya, mereka akan mampu meledakkan apapun, termasuk menjatuhkan lawan di ring saat ronde ke sepuluh atau dua belas di pertandingan tinjau. Bukan cuma itu, dengan kekuatan kelima jari, kita mampu menyulap semua yang berantakan menjadi indah. Menulis kata indah dengan sentuhan mutiara kata dari pena yang membuat orang jatuh cinta. Itulah yang disebut sinergis yang dalam satu bukunya Steven Covey masuk dalam tujuh kebiasaan orang-orang besar.
Ikuti kebahagiaan Anda, maka semesta akan membuka pintu bagi Anda ditempat yang sebelumnya hanya tembok.” Demikian kata Joseph Campbell membenarkan adanya pintu kebahagiaan bagi ruang kekayaan jiwa manusia.
Kebahagiaan hidup bisa diperoleh dari keberanian kita melakukan perubahan-perubahan untuk memperbaiki keadaan yang carut marut. Semisal, ketika sebuah keluarga selalu berkutat pada persoalan finansial mereka harus berani melakukan perubahan dengan mencari sumber penghasilan baru. Atau, jika sebuah keluarga selalu tidak rukun karena rumah tangga yang berantakan, mereka harus berani melakukan perubahan. Kebahagiaan sesungguhnya bisa diperoleh dari keberanian membuka pintu kebahagiaan. Kejadian buruk terhadap kehidupan pribadi dan keluarga bukanlah sesuatu yang tidak dapat ditanggulangi, persoalannya hanyalah apakah keluarga dan pribadi didalamnya berani memberikan ruang jiwa bagi masing-masing batin untuk membuka pintu hati mereka. Jika mereka bersedia membuka pintu hati tersebut, maka ruang kebahagiaan akan membuka dirinya dan kelegaan bisa tercapai.
Hari ini kita ingin merenungi sejauh mana pintu kebahagiaan telah terbuka bagi kehidupan keluarga kita, apakah kita bahagia, anak-anak bahagia, suami atau isteri bahagia. Jika kita menginginkan kehidupan yang berarti dengan liputan kasih sayang, ikutilah naluri dan kata hati, maka alam semesta dan sang pencipta akan memberikan pengaruhnya dan membantu mencapai harapan kita. Yakinilah bahwa sesuatu yang buruk bisa diperbaiki dan menjadi indah pada waktunya.

10 March 2008

JEJAK SEL PENDERITAAN


Bagaimana cara kita mencapai tujuan tertinggi dalam raga dan spiritual? Mencapai tingkat kesejahteraan secara ekonomi dan kematangan pribadi, bijaksana, tidak egosentris dan memiliki orientasi yang memandang tidak hanya persoalan duniawi? Jalan satu-satunya untuk menuju ke sana adalah jalan melewati rintangan yang bernama penderitaan. Ah, masa iya sih? Demikian kilah beberapa sahabat yang belum melihat kejernihan dari dunia sel penderitaan.

Scott Peck, dalam bukunya The Road Less Travelled menuliskan demikian: Hidup itu sulit, karena merupakan rentetan-rentetan masalah yang menghampiri hidup”. Sebenarnya yang membuat hidup kita menjadi lebih sulit adalah bahwa proses menghadapi dan mengatasi masalah-masalah itu merupakan penderitaan tersendiri. Ini sebenarnya karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh kejadian atau pertentangan yang ada di dalam diri kita sendiri. Inilah yang kita sebut masalah. Justru dalam proses menghadapi dan mengatasi masalah itulah hidup kita mempunyai makna. Masalah adalah garis pemisah antara keberhasilan dan kegagalan. Sebenarnya dapat kita katakan bahwa masalah itulah yang menciptakan keberanian dan kebijaksanaan. Hanya karena adanya masalah kita bisa tumbuh dewasa secara mental dan spiritual.

Seperti yang dikatakan Benyamin Franklin, "Hal-hal yang menyakitkan itu memberi pelajaran tertentu". Inilah alasannya mengapa orang-orang bijaksana selalu belajar untuk tidak takut akan masalah, tetapi justru mau menghadapinya dan mau menerima penderitaan dari masalah tersebut. Karena sel penderitaan semakin mendekat dan sering menjumpai, saya semakin berusaha menjauh. Namun hentakan kecil dan sentilan halus oleh Benyamin Franklin dan Scott Peck tadi mampu menyadarkan saya, betapa penderitaan itu adalah sel yang mendidik dengan amat jujur.

Betapa saya telah khilaf tidak melihat jejak-jejak jernih dari pesan sang penderita, dan betapa bodohnya saya berusaha menjauh tanpa mengerti apa isi tawaran sel penderita itu. Sekarang, walaupun terkadang saya masih berusaha menjauh dari sel penderitaan, setidaknya saya telah belajar sekian banyak pesan kejernihan dari anugerah yang bernama penderitaan.

19 February 2008

MAHASISWA PLUS - Belajar dan Berusaha Menjadi Kaya



Mahasiswa itu manusia muda yang dalam proses berkembang, berusaha mencari dan menemukan tingkat kehidupan maupun intelektualitas yang lebih baik. Mahasiswa adalah sosok pembelajar yang perlu tahu bagaimana caranya memiliki tingkat kehidupan yang lebih mapan dari pada orang tua mereka suatu saat nanti. Itulah alasan mengapa mereka disekolahkan karena mereka diharapkan lebih berhasil tentunya. Namun karena kesalahan pemahaman dan kenyamanan hidup, mereka menelantarkan proses pembelajaran tadi dan menelan apa saja yang bagi mereka nyaman, pada hal kenyamanan itu sendiri menjadikan pola hidup mereka amburadur dan mendidik mentalitas pengemis.
Bukanlah sebuah rahasia kalau pola kehidupan mahasiswa adalah kost – kampus – kost – kampus – mall – berbelanja – tempat hiburan – ngumpul – ngerumpi dan kost – kampus lagi. Sebuah life cycle yang menjadikan mahasiswa bukan sebagai mahasiswa sebenarnya.
Dilain pihak kita mengenal mahasiswa plus yang mandiri dalam banyak hal dengan pola hidup yang berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Pola hidup mahasiswa plus (pebisnis) adalah kampus – kost – bisnis – kampus – kost - bisnis. Yang bukan mahasiswa plus hanya sibuk dengan kenyamanannya sambil menunggu kiriman bulanan datang dan tentu saja siap menghabiskannya kembali..

Dalam pandangan saya itu adalah cara dan gaya hidup pelajar/mahasiswa yang tergerus kedalam arus zaman, yang hanya mau enaknya saja tanpa berpikir betapa terkadang sulit sekali orang tua mereka mencari uang untuk membiayai pendidikan. Bisakah mahasiswa memutarbalikan kanyataan ini dan menjadikan mahasiswa sebagai sosok yang produktif dan mandiri dengan segenap idealisme dan kecerdasanya? Menjadikan mahasiswa lebih bijaksana dalam hal finansial?

Kita membutuhkan enterpreneur yang lebih banyak, kita membutuhkan pebisnis muda yang lebih banyak lagi dan kita membutuhkan orang-orang berjiwa bisnis untuk membangun negeri ini keluar dari jeratan ekonomi. Bahkan menurut masetro bisnis kita Ciputra, persentase enterpreneur Indonesia sangatlah kecil dibawah satu persen. Walaupun cukup banyak orang kaya dinegeri ini, namun persentase pebisnis dalam lingkup UKM memang sangat kecil padahal sangat dibutuhkan untuk membuat gebrakan pergerakan ekonomi bangsa. Minimnya jiwa kewirausahaan masyarakat kita dan generasi muda telah menambah daftar panjang pengangguran dan tingkat kemiskinan. Ini sebuah kondisi yang mungkin akan terus berlanjut ditahun-tahun yang akan datang jika semangat kewirausahaan tidak digalakkan.

Generasi pelajar dan mahasiswa hanya mengetahui dalam pikirannya bahwa jika selesai sekolah/kuliah mereka akan bekerja disebuah institusi dan menggantungkan hidupnya disana. Kalau hal ini terus berlanjut dengan pola pikir yang sama, sulit membayangkan bagaimana Indonesia bisa berkembang pesat.

Dapatkan tips dan cara menjadi mahasiswa kaya dari buku :: Resep Jitu Menjadi Mahasiswa Kaya

11 February 2008

Jangan Menyerah: MEREKA BISA MENGAPA SAYA TIDAK?


- Kisah Inspirasional -

Disebuah pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri, beberapa rekan memberikan penghargaan dan acungan jempol terhadap sehabat kecil kami atas keberanian dan perjuangannya dalam menempuh hidup. Sahabat kecil kami ini bukanlah seorang yang luar biasa jika dilihat dari casing kulit luarnya, bahkan terkesan lebih gampang tidak diperhitungkan. Saya menyebutnya “sahabat kecil”, karena memang secara fisik dia lebih kerdil dari pada semua anggota tim kami.

Selama pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri ini, kami menggali dan menemukan potensi-potensi diri yang terpendam dan belum menguak kepermukaan. Ibaratnya, kami menemukan mutiara hitam yang tidak dikenal pada saat sebelumnya sampai pada waktu dimana kami mengikuti sesi pelatihan itu. Kami berbagi cerita, mengetahui perjalanan hidup seseorang, kesulitan dan tantangan hidup, bangkit dari keterpurukan, meraih prestasi, mematahkan kekurangan-kekurangan diri dan merencanakan hidup.

Rekan tim kami ini “lebih menonjol” dibandingkan kami semua, saya menyebutnya dengan kata -lebih menonjol- yang mungkin bagi Anda akan terlintas sebuah gambaran bentuk fisik yang lengkap dan penampilan sempurna bahkan aura kecerdasan yang sempurna juga. Tidak… tidaklah demikian. Dia, bahkan seperti yang saya tulis tadi, bertubuh lebih mungil, kaki dan tangan sebelah kanannya cacat, berukuran lebih kecil dari pada kaki dan tangannya sebelah kiri. Jika bersalaman dengan orang lain mereka akan terkejut betapa mereka tidak akan merasakan genggaman salam tangan yang normal. Kalau dia berjalan akan terlihat turun naik atau karena struktur kakinya yang juga tidak sama tinggi.

Selama pelatihan tersebut, kami menggali keberadaan diri, mengetahui proses perjalanan hidup seseorang dan memaknainya untuk memerdekakan diri. Mengapa kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk sahabat kami ini? Mengapa kami lebih melihat bahwa dia adalah orang terkuat dalam tim kami? Jawabannya, karena keterbatasan-keterbatasan dirinya bukanlah belenggu yang menjadi penghalang untuk maju dan berkembang. Dia telah melewati serangkaian kesulitan nyata dalam hidup, mengalahkan beban mental dahsyat yang bagi sebagian orang adalah aib, menyerahkan semua perjalanan hidup pada kehendak Tuhan dan terus berjuang menjadi pemimpin bagi dirinya.

Saya merasa bahwa hidup ini harus digunakan dengan seimbang, kemerdekaan sejati bukanlah hanya tahu bagaimana mengusir penjajahan dari tanah kelahiran, melainkan bagaimana memberi ruang pada diri sendiri untuk memiliki kebebasan dan memaknainya dalam perjalanan hidup. Bebas menentukan kearah mana kita akan melangkah, bebas membagikannya kepada orang lain, bebas dengan nilai-nilai spiritual, bebas dalam arti kebebasan sejati tanpa terbelenggu oleh tekanan diri.

Sekali lagi Don’t Give Up - JANGAN MENYERAH !!!

Sumber: buku Don't Give Up - JANGAN MENYERAH - by Nistains Odop

02 February 2008

KEMENANGAN YANG HAKIKI

Apa sasaran kita? Akan saya jawab dengan satu kata: Kemenangan – kemenangan dengan segala cara, kemenangan terlepas dari segala teror. Kemenangan, seberapa lama serta beratpun jalan yang kita tempuh, tanpa kemenangan takkan ada keselamatan.

-Winston Churchill-

Apapun itu namanya kemenangan tetaplah kemenangan, namun sayangnya kemenangan kita cenderung membuat pihak lain kalah. Kita dengan segala kekuatan melawan dan mengalahkan orang lain sehingga pihak yang kalah menjadi antipati dan berusaha balas dendam. Kemenangn kita menjadi tidak semurni tetesan embun dan menjadi tidak terang seterang lilin.

Kemenangan yang hakiki adalah kemenangan yang membahagiakan, hasil dari perjuangan yang elegan tidak merugikan orang lain. Memang sulit untuk mengaplikasikannya dalam keseharian kita dimana hidup adalah sebuah kompetisi, namun bukanlah tidak mungkin meraih kemenangan yang membahagiakan. Sebuah pertandingan akan enak ditonton jika keduabelah tim sama-sama bermain secara profesional dengan mengutamakan integritas permainan. Penonton akan merasa tingginya adrenalin bukan dalam lingkup emosi ketakutan. Disinilah penerapan cara kita untuk bermain dengan baik dan terpuji diutamakan.

Banyak diantara kita yang ingin selalu memenangi kompetisi, penerapannya dalam hidup bukan saja dalam permainan olah raga melainkan dalam kehidupan sosial bahkan agama. Kita berlomba-lomba berusaha menang dengan segala cara termasuk membinasakan orang lain yang belumlah menjadi musuh kita. Ini memang tidak singkron tetapi itulah kenyataan yang sering terjadi.

Memenangi sebuah pertandingan hidup tanpa melukai pihak lain terkadang menjadi sesuatu yang tabu dan tidak masuk akal, namun jika kita percaya kita bisa bermain dengan cantik tanpa merugikan tim lawan, kita menjadi seorang pemain yang profesional. Menang tidak selalu dengan kekerasan, kita perlu menang tanpa sebuah teror, kemenangn yang membuat kita bahagia, kemenangan yang bisa berguna bagi orang lain tanpa mementingkan diri sendiri dan ego pribadi. Kemenangan memang memberikan keselamatan namun keselamatan yang mampu menyelamatkan hidup kita tanpa mengalahkan hidup orang lain itu lebih penting. Itulah makna kemenangan yang hakiki.

21 January 2008

Perangkap Yang Bisa Menjerat Distributor


Para pelaku bisnis jaringan tidak menyadari kalau ada perangkap-perangkap yang bisa menghancurkan organisasi bisnis mereka, terkadang perangkap itu disebabkan ulah mereka sendiri sehingga organisasi lini bawah mereka hancur berantakan. Ada empat perangkap (sebetulnya masih banyak) yang biasanya menjadi fatal error dalam bisnis yakni: Penerapan duplikasi yang salah, Manajement tim jaringan yang kacau, Produk yang tidak berkualitas, Leader yang suka berpoligami...........

Bukannya saya “sok ngajari” para pelaku pemasaran jaringan, tetapi memang dalam bisnis ini ada perangkap-perangkap yang biasanya muncul karena keteledoran para pebisnis itu sendiri. Terkadang seorang member terlena karena pertumbuhan bisnis dengan perkembangan super eksponensial, mereka membiarkan kejadian yang mengarah ke kehancuran bisnisnya terjadi. Ini karena keranjang yang mereka bawa tidak cukup kuat bahannya sehingga keranjang itu pada suatu momen jatuh berantakan. Biasanya karena ketidaktahuan alias pengalaman yang kurang dalam membaca tanda-tanda perangkap kehancuran itu yang menjadi penyebab utamanya. Keranjangnya tidak cukup kuat menahan gejolak masuknya telur-telur baru, akibat daya pikul yang rendah keranjang tersebut lepas dari gengaman dan berakibat fatal. Berikut beberapa hal yang biasanya menjadi perangkap kemunduran organisasi jaringan.

1. Penerapan duplikasi yang salah
Kalau Anda menduplikat kunci rumah keliru, maka Anda tidak bisa membuka pintunya. Sama halnya dengan mengembangkan bisnis jaringan, usaha ini adalah usaha memanajemen manusia, penerapan sistem usaha yang keliru dan melenceng jauh akan menimbulkan kekacauan dalam pengoperasian bisnis. Akibatnya Anda gagal, usaha tidak menghasilkan apa-apa. Penting sekali Anda memiliki stardarisasi dan duplikasi sistem yang benar untuk membuat bisnis berjalan sesuai harapan. Makanya dalam bisnis pemasaran jaringan ada pelatihan dan training dalam pengoperasian usaha. Semua itu untuk merupakan langkah bijaksana berdasarkan pengalaman nyata agar tidak terjadi distorsi yang melenceng jauh pada pelaksanaan pengembangan jaringan.

2. Manajement tim jaringan yang kacau
Ada kasus kegagalan tim yang rontok dalam proses sebelum tim tersebut meraih hasil apa-apa. Ini semua berawal dari kekacauan membangun sebuah tim pemasar yang solid yang karena kekacauan tim manajemenya. Dampak bagi pertumbuhan jaringan adalah iklim organisasi jaringan yang tidak sehat. Akibatnya, terjadi tumpang tindih tanggungjawab yang menimbulkan miss communication diantar para pemimpin. Tidak ada kesamaan visi dari puncak yang mampu membuat bisnis berjalan sesuai perencanaan.

3. Produk yang tidak berkualitas
Banyak perusahaan pemasaran jaringan yang menawarkan prouk-prosuk tidak berkualitas, kelebihan mereka hanya pada keampuhan marketing plan karena menawarkan bonus-bonus yang besar dengan cara kerja yang sederhana dan menarik. Mereka membiarkan produk berada diurutan kesekian yang penting pertumbuhan bisnis dan bonus bagi member mendapatkan perhatian khusus. Akibatnya perusahaan seperti ini tidak akan bertahan lama dan gulung tikar. Kadang kala perusahaan tutup karena memang pertumbuhan member tidak menjanjikan lagi tetapi terkadang juga ada perusahaan yang dirancang untuk ditutup ketika perusahaan berada pada titik yang sangat menguntungkan. Mungkin Anda tidak percaya tetapi yakinilah hal itu pernah terjadi, saya pernah menjumpainya dilapangan.

4. Leader suka poligami
Dihalaman lain buku ini saya mengulas tentang tipe-tipe distributor, ini merupakan kelanjutan bahasan dari buku saya yang pertama yang berjudul Multi Level Marketing Plus Ansi offset 2005. Perlu diketahui oleh para member yang masih awam mengenai bisnis jaringan, para pelaku MLM punya sebutan “Pemain Multi Level” yang mereka maksudkan adalah orang-orang yang terlibat di MLM dengan banyak perusahaan bahkan lebih dari tiga perusahaan. Mereka menyebut diri sebagai leader, namun prinsip bisnis mereka adalah poligami. Mereka tidak setia dengan satu perusahaan walaupun perusahaan bersangkutan memberikan peluang yang sangat bagus, prinsip mereka adalah memiliki banyak keranjang MLM akan lebih baik.

Dapatkan penjelasan lebih lanjut dibuku Menjadi MLMers Dahsyat

15 January 2008

KOPI DARAT PENULIS

Akhirnya setelah sekian lama hanya bersenggolan via email, saya bisa langsung ketemu sama salah seorang penghuni milis Penulis bestseller. Beliau adalah bpk Final Prajnanta, seorang penulis sekaligus trainer di Bayer Corporation Indonesia.
Sebuah pertemuan yang mengesankan, santai, menyenangkan, namun penuh manfaat. Saya belajar banyak dari beliau. (Waktu itu saya juga berkenalan dengan pak Agus, rekan satu perusahaan pak Final Prajnanta)
Didunia kepenulisan tentulah tidak ada sesuatu yang terlalu asing bagi kami, karena sama-sama telah menghasilkan cukup banyak buku. Pak Final -demikian beliau lebih sering dipanggil telah berkecimpung didunia kepenulisan cukup lama. Pernah menjadi wartawan, penulis tetap di Agro Media dan sekarang lebih konsen diperusahaan Bayer.
Kesan lain dari pertemuan itu terhadap sosok penulis satu ini adalah "Aura" - "Semangat" - "Antusiasme"- luar biasa yang keluar dan terpancar dari beliau.
Oh iya... Beliau juga adalah seorang Motivator dan praktisi bisnis. Jadi sangat tepat kalau saya katakan sedang berbicara dengan seorang pakar bisnis dan manajemen diri. Hanya saja, ada satu hal yang kurang dari pertemuan itu, apakah? Tidak didokumentasikan. Sayang sekali saya tidak bawa kamera dan... tidak jebrat-jebret deh.
Oiya.. Karena itu Kopdar pertama, "saya pesen kopi aja deh" ungkap saya kepada beliau berdua.
Hehehehe...

13 January 2008

Menulis dan Beramal


Senang rasanya organisasi amal yang saya dirikan tahun 2006 lalu akhirnya bisa menyalurkan bantuan kesekolah dipedalaman Kalbar. Ini salah satu misi sosial saya ketika memutuskan menjadi penulis buku.
Salah satu sekolah -dari 6 SD- yang tim kami sumbangkan adalah mantan Sekolah Dasar saya dikampung. Karena saya berasal dari pedalaman, jadi mengerti betul kondisi dan keterbatasan pendidikan disana, makanya saya dan teman-teman setim berupaya bergerak untuk berbuat sesuatu yang nyata dari apa yang bisa kami buat.
Thanks to: orang-orang yang terlibat dalam program kami, pembeli buku, pembeli kalender, penyumbang buku dll.
Sebagai penulis buku, salah satu buku karangan saya, hasil penjualannya adalah untuk program amal ini.

Ada yang bersedia membantu???
Syaloom :-)

Tren Desain Arsitektur Minimalis


Rumah/bangunan bergaya Minimalis lagi tren nih, kalo ga percaya beli deh buku karanganku yang berjudul Desain Rumah Minimalis.
Nah, dari beredarnya buku itu dan keberadaan blog ini, aku jadi dapet beberapa order gambar rumah minimalis. Beberapa orang/klien hanya sekedar konsultasi aja, beberapa orang ada juga langsung minta digambarin. Tentulah efek keberadaan buku tersebut menjadi sebuah media yang mampu mempromosikan salah satu ilmuku untuk orang lain.

Salam sukses buat para pecinta desain arsitektur bergaya minimalis. Jangan pernah kehilangan impian untuk memiliki rumah idaman anda. Inilah eranya arsitektur Minimalis.
Spirit... of future:::

Menunggu Endorsemen


::: Bentar lagi buku terbaru akan dicetak oleh penerbit Gradien Mediatama Jogja. Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Khun yang telah membantu proses penyelesaian naskah tersebut. Saya juga sedang menunggu Endorsemen dari para penulis best seller untuk tanggapannya atas naskah itu.
Semoga beberapa hari kedepan semua sudah clear, sehingga langsung naik cetak dan bisa dihadirkan pada khalayak pecinta buku negeri ini.
Naskah masih seputar manajemen diri, revolusi diri, transformasi, self help, dalam konsep perubahan yang berkesinambungan. Tentulah akan ada manfaat terbaiknya jika membaca buku ini nanti. Saya yakini pembaca akan mendapatkan manfaat luar biasa.
Tunggu saja ya. Salam :::