Masyarakat moderen banyak yang beranggapan bahwa membangun rumah bernuansa etnik itu tidak menarik, namun tidak demikian bagi mereka yang mencintai kebudayaan lokalnya.

Masyarakat moderen banyak yang beranggapan bahwa membangun rumah bernuansa etnik itu tidak menarik, namun tidak demikian bagi mereka yang mencintai kebudayaan lokalnya.


Kehidupan adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta dan rahmat yang harus disyukuri. Namun, tidak semua orang bisa memahami dan merasakan hal tersebut. Banyak orang yang karena kekurangan dan keterbatasan yang ada pada dirinya membuat hidup ini seolah hanya sebuah rangkaian penderitaan dan kekalahan. Mereka tidak memahami apa hakekat kehidupan, makna perjuangan, makna kekalahan dan makna kemenangan. Manusia lebih menginginkan hidup berjalan sesuai keinginan dan pikiran mereka, padahal hidup butuh proses yang tidak instan.

Lebih dari 20 tahun Credit Union di Kalimantan membuktikan kehebatannya sebagai lembaga keuangan yang kokoh dan stabil. Ratusan milyar dana yang tersimpan dan mengalir tiap tahunnya dari koperasi kredit ini. Sudah ratusan ribu anggota masyarakat yang terlibat didalamnya dan sudah banyak pula kesejahteraan yang diperoleh para anggotanya.
Pertumbuhan lembaga keuangan kredit ini sungguh luar biasa karena mampu mengantarkan puluhan ribu masyarakat anggotanya kegerbang kesejahteraan. Bahkan Credit Union di Kalimantan boleh dibilang sebagai banking of the poor ditengah sulitnya mengakses dana dan memperoleh kredit dari bank-bank besar rujukan pemerintah. Sekarang apa lagi yang ditunggu, mari terus terlibat dan mendorong semangat ber-CU ria.
Buku ini hadir bagi mereka yang terlibat agar Credit Union dan anggotanya semakin berjaya.
Bahasan didalam;
Bagaimana menjadi anggota CU yang sukses
Bagaimana menjadi aktivis CU yang profesional
Belajar dari jejak kasus sebuah lembaga CU yang terancam bangkrut
Kendala apa saja yang dihadapi di lembaga CU
Pentingnya pelayanan kepada anggota
Bagaimana agar CU dan anggotanya tumbuh berkembang
Arsitek: Tain Odop



Bagaimana cara kita mencapai tujuan tertinggi dalam raga dan spiritual? Mencapai tingkat kesejahteraan secara ekonomi dan kematangan pribadi, bijaksana, tidak egosentris dan memiliki orientasi yang memandang tidak hanya persoalan duniawi? Jalan satu-satunya untuk menuju ke sana adalah jalan melewati rintangan yang bernama penderitaan. Ah, masa iya sih? Demikian kilah beberapa sahabat yang belum melihat kejernihan dari dunia sel penderitaan.
Scott Peck, dalam bukunya The Road Less Travelled menuliskan demikian: Hidup itu sulit, karena merupakan rentetan-rentetan masalah yang menghampiri hidup”. Sebenarnya yang membuat hidup kita menjadi lebih sulit adalah bahwa proses menghadapi dan mengatasi masalah-masalah itu merupakan penderitaan tersendiri. Ini sebenarnya karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh kejadian atau pertentangan yang ada di dalam diri kita sendiri. Inilah yang kita sebut masalah. Justru dalam proses menghadapi dan mengatasi masalah itulah hidup kita mempunyai makna. Masalah adalah garis pemisah antara keberhasilan dan kegagalan. Sebenarnya dapat kita katakan bahwa masalah itulah yang menciptakan keberanian dan kebijaksanaan. Hanya karena adanya masalah kita bisa tumbuh dewasa secara mental dan spiritual.
Seperti yang dikatakan Benyamin Franklin, "Hal-hal yang menyakitkan itu memberi pelajaran tertentu". Inilah alasannya mengapa orang-orang bijaksana selalu belajar untuk tidak takut akan masalah, tetapi justru mau menghadapinya dan mau menerima penderitaan dari masalah tersebut. Karena sel penderitaan semakin mendekat dan sering menjumpai, saya semakin berusaha menjauh. Namun hentakan kecil dan sentilan halus oleh Benyamin Franklin dan Scott Peck tadi mampu menyadarkan saya, betapa penderitaan itu adalah sel yang mendidik dengan amat jujur.
Betapa saya telah khilaf tidak melihat jejak-jejak jernih dari pesan sang penderita, dan betapa bodohnya saya berusaha menjauh tanpa mengerti apa isi tawaran sel penderita itu. Sekarang, walaupun terkadang saya masih berusaha menjauh dari sel penderitaan, setidaknya saya telah belajar sekian banyak pesan kejernihan dari anugerah yang bernama penderitaan.


Generasi pelajar dan mahasiswa hanya mengetahui dalam pikirannya bahwa jika selesai sekolah/kuliah mereka akan bekerja disebuah institusi dan menggantungkan hidupnya disana. Kalau hal ini terus berlanjut dengan pola pikir yang sama, sulit membayangkan bagaimana Indonesia bisa berkembang pesat.

- Kisah Inspirasional -
Selama pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri ini, kami menggali dan menemukan potensi-potensi diri yang terpendam dan belum menguak kepermukaan. Ibaratnya, kami menemukan mutiara hitam yang tidak dikenal pada saat sebelumnya sampai pada waktu dimana kami mengikuti sesi pelatihan itu. Kami berbagi cerita, mengetahui perjalanan hidup seseorang, kesulitan dan tantangan hidup, bangkit dari keterpurukan, meraih prestasi, mematahkan kekurangan-kekurangan diri dan merencanakan hidup.
Rekan tim kami ini “lebih menonjol” dibandingkan kami semua, saya menyebutnya dengan kata -lebih menonjol- yang mungkin bagi Anda akan terlintas sebuah gambaran bentuk fisik yang lengkap dan penampilan sempurna bahkan aura kecerdasan yang sempurna juga. Tidak… tidaklah demikian. Dia, bahkan seperti yang saya tulis tadi, bertubuh lebih mungil, kaki dan tangan sebelah kanannya cacat, berukuran lebih kecil dari pada kaki dan tangannya sebelah kiri. Jika bersalaman dengan orang lain mereka akan terkejut betapa mereka tidak akan merasakan genggaman salam tangan yang normal. Kalau dia berjalan akan terlihat turun naik atau karena struktur kakinya yang juga tidak sama tinggi.
Selama pelatihan tersebut, kami menggali keberadaan diri, mengetahui proses perjalanan hidup seseorang dan memaknainya untuk memerdekakan diri. Mengapa kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk sahabat kami ini? Mengapa kami lebih melihat bahwa dia adalah orang terkuat dalam tim kami? Jawabannya, karena keterbatasan-keterbatasan dirinya bukanlah belenggu yang menjadi penghalang untuk maju dan berkembang. Dia telah melewati serangkaian kesulitan nyata dalam hidup, mengalahkan beban mental dahsyat yang bagi sebagian orang adalah aib, menyerahkan semua perjalanan hidup pada kehendak Tuhan dan terus berjuang menjadi pemimpin bagi dirinya.
Saya merasa bahwa hidup ini harus digunakan dengan seimbang, kemerdekaan sejati bukanlah hanya tahu bagaimana mengusir penjajahan dari tanah kelahiran, melainkan bagaimana memberi ruang pada diri sendiri untuk memiliki kebebasan dan memaknainya dalam perjalanan hidup. Bebas menentukan kearah mana kita akan melangkah, bebas membagikannya kepada orang lain, bebas dengan nilai-nilai spiritual, bebas dalam arti kebebasan sejati tanpa terbelenggu oleh tekanan diri.
Sekali lagi Don’t Give Up - JANGAN MENYERAH !!!
Sumber: buku Don't Give Up - JANGAN MENYERAH - by Nistains Odop

-Winston Churchill-
Kemenangan yang hakiki adalah kemenangan yang membahagiakan, hasil dari perjuangan yang elegan tidak merugikan orang lain. Memang sulit untuk mengaplikasikannya dalam keseharian kita dimana hidup adalah sebuah kompetisi, namun bukanlah tidak mungkin meraih kemenangan yang membahagiakan. Sebuah pertandingan akan enak ditonton jika keduabelah tim sama-sama bermain secara profesional dengan mengutamakan integritas permainan. Penonton akan merasa tingginya adrenalin bukan dalam lingkup emosi ketakutan. Disinilah penerapan cara kita untuk bermain dengan baik dan terpuji diutamakan.
Banyak diantara kita yang ingin selalu memenangi kompetisi, penerapannya dalam hidup bukan saja dalam permainan olah raga melainkan dalam kehidupan sosial bahkan agama. Kita berlomba-lomba berusaha menang dengan segala cara termasuk membinasakan orang lain yang belumlah menjadi musuh kita. Ini memang tidak singkron tetapi itulah kenyataan yang sering terjadi.
Memenangi sebuah pertandingan hidup tanpa melukai pihak lain terkadang menjadi sesuatu yang tabu dan tidak masuk akal, namun jika kita percaya kita bisa bermain dengan cantik tanpa merugikan tim lawan, kita menjadi seorang pemain yang profesional. Menang tidak selalu dengan kekerasan, kita perlu menang tanpa sebuah teror, kemenangn yang membuat kita bahagia, kemenangan yang bisa berguna bagi orang lain tanpa mementingkan diri sendiri dan ego pribadi. Kemenangan memang memberikan keselamatan namun keselamatan yang mampu menyelamatkan hidup kita tanpa mengalahkan hidup orang lain itu lebih penting. Itulah makna kemenangan yang hakiki.

Bukannya saya “sok ngajari” para pelaku pemasaran jaringan, tetapi memang dalam bisnis ini ada perangkap-perangkap yang biasanya muncul karena keteledoran para pebisnis itu sendiri. Terkadang seorang member terlena karena pertumbuhan bisnis dengan perkembangan super eksponensial, mereka membiarkan kejadian yang mengarah ke kehancuran bisnisnya terjadi. Ini karena keranjang yang mereka bawa tidak cukup kuat bahannya sehingga keranjang itu pada suatu momen jatuh berantakan. Biasanya karena ketidaktahuan alias pengalaman yang kurang dalam membaca tanda-tanda perangkap kehancuran itu yang menjadi penyebab utamanya. Keranjangnya tidak cukup kuat menahan gejolak masuknya telur-telur baru, akibat daya pikul yang rendah keranjang tersebut lepas dari gengaman dan berakibat fatal. Berikut beberapa hal yang biasanya menjadi perangkap kemunduran organisasi jaringan.
1. Penerapan duplikasi yang salah
Kalau Anda menduplikat kunci rumah keliru, maka Anda tidak bisa membuka pintunya. Sama halnya dengan mengembangkan bisnis jaringan, usaha ini adalah usaha memanajemen manusia, penerapan sistem usaha yang keliru dan melenceng jauh akan menimbulkan kekacauan dalam pengoperasian bisnis. Akibatnya Anda gagal, usaha tidak menghasilkan apa-apa. Penting sekali Anda memiliki stardarisasi dan duplikasi sistem yang benar untuk membuat bisnis berjalan sesuai harapan. Makanya dalam bisnis pemasaran jaringan ada pelatihan dan training dalam pengoperasian usaha. Semua itu untuk merupakan langkah bijaksana berdasarkan pengalaman nyata agar tidak terjadi distorsi yang melenceng jauh pada pelaksanaan pengembangan jaringan.
2. Manajement tim jaringan yang kacau
Ada kasus kegagalan tim yang rontok dalam proses sebelum tim tersebut meraih hasil apa-apa. Ini semua berawal dari kekacauan membangun sebuah tim pemasar yang solid yang karena kekacauan tim manajemenya. Dampak bagi pertumbuhan jaringan adalah iklim organisasi jaringan yang tidak sehat. Akibatnya, terjadi tumpang tindih tanggungjawab yang menimbulkan miss communication diantar para pemimpin. Tidak ada kesamaan visi dari puncak yang mampu membuat bisnis berjalan sesuai perencanaan.
3. Produk yang tidak berkualitas
Banyak perusahaan pemasaran jaringan yang menawarkan prouk-prosuk tidak berkualitas, kelebihan mereka hanya pada keampuhan marketing plan karena menawarkan bonus-bonus yang besar dengan cara kerja yang sederhana dan menarik. Mereka membiarkan produk berada diurutan kesekian yang penting pertumbuhan bisnis dan bonus bagi member mendapatkan perhatian khusus. Akibatnya perusahaan seperti ini tidak akan bertahan lama dan gulung tikar. Kadang kala perusahaan tutup karena memang pertumbuhan member tidak menjanjikan lagi tetapi terkadang juga ada perusahaan yang dirancang untuk ditutup ketika perusahaan berada pada titik yang sangat menguntungkan. Mungkin Anda tidak percaya tetapi yakinilah hal itu pernah terjadi, saya pernah menjumpainya dilapangan.
4. Leader suka poligami
Dihalaman lain buku ini saya mengulas tentang tipe-tipe distributor, ini merupakan kelanjutan bahasan dari buku saya yang pertama yang berjudul Multi Level Marketing Plus Ansi offset 2005. Perlu diketahui oleh para member yang masih awam mengenai bisnis jaringan, para pelaku MLM punya sebutan “Pemain Multi Level” yang mereka maksudkan adalah orang-orang yang terlibat di MLM dengan banyak perusahaan bahkan lebih dari tiga perusahaan. Mereka menyebut diri sebagai leader, namun prinsip bisnis mereka adalah poligami. Mereka tidak setia dengan satu perusahaan walaupun perusahaan bersangkutan memberikan peluang yang sangat bagus, prinsip mereka adalah memiliki banyak keranjang MLM akan lebih baik.

